
Disisi lain
Hutan Guadeloupe menuju ke Victoria
Setelah mendapat kan gadis yang dia inginkan, Leandre menatap begitu puas atas apa yang telah dia dapatkan.
Seulas senyuman licik terpampang di balik wajah tampannya, pada akhirnya dia pikir setelah beberapa waktu mencari informasi soal Arane akhirnya dia benar-benar mendapatkan gadis tersebut.
meskipun harus melewati beberapa kesulitan terlebih dahulu pada akhirnya dia berhasil mendapatkan gadis tersebut dan merebutnya dari Theodore.
Laki-laki tersebut sejenak menaikkan ujung bibirnya, dalam perjalanan panjang Leandre bergerak memacu kuda milik nya, membiarkan sang pembawa kencana memacu kecepatan kuda membawa kereta yang berisi Arene didalam nya menuju kearah kediaman nya Victoria.
Ditengah malam yang mencekam diiringi warna langit yang begitu pekat tanpa sedikitpun cahaya bintang di atas sana diiringi suara pecutan kuda yang terus berpacu mengikuti waktu.
Suara derap langkah kaki kuda memenuhi tiap jalanan tanah yang mereka lewati dimana pohon-pohon Pinus, pohon Oak dan berbagai macam pohon lainnya 🌲 yang memenuhi hutan kiri kanan tersebut terdengar cukup memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.
Leandre sesekali menatap kearah langit sembari dia memacu kecepatan kuda nya agar terus melaju dengan stabil kearah depan.
Bisa dia rasakan semilir angin malam perlahan berubah aroma seolah-olah ada yang ikut bergerak entah dari arah mana.
Masih begitu jauh.
Batin nya pelan.
Dia tahu Theodore mengirim pasukan nya untuk mengejar keberadaan Arane saat ini, dan sang kegelapan ikut berpacu menunggu kedatangan nya membawa Arane.
Laki-laki tersebut sejenak melirik kearah kereta kuda yang ada di sisi kirinya, dia menatap pintu jendela yang tepat menghadap kearah dirinya dimana didalam nya jelas Arane tengah berbaring di dalam nya.
Beberapa kali Leandre mengerat kan rahang nya, entahlah tapi dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang menjadi beban nya saat ini.
Laki-laki tersebut membuang pandangannya, kembali memacu kecepatan kereta nya dengan sangat cepat, dia berpacu waktu agar segera tiba ke Victoria sesuai dengan waktu nya.
Ditengah pergerakan cepat nya disisi kanan nya seseorang menyusul gerakan nya dengan cepat.
Leandre melirik ke sisi kanan nya itu sembari mengerutkan keningnya.
"Ada apa?"
"Black shadow menunggu kedatangan mu"
Ucap laki-laki tersebut cepat.
"Aku sudah tahu itu"
Jawab leandre cepat.
Sejenak laki-laki tersebut menghentikan gerakan kudanya dengan Cepat begitu dia merasa sesuatu yang aneh seolah-olah terjadi saat ini.
Nggiiikkkkkkkk
Platakkk
Platakkk
Kuda yang dia naiki berhenti dengan cepat diiringi suara tapak sepatu kuda nya yang menapak ke lantai.
Kereta kuda di sisi Leandre secara spontan ikut berhenti secara mendadak, membuat sang pengendara ikut menyamakan posisi tepat di samping Leandre.
Bisa dilihat bagaimana Leandre seolah-olah sedang memasang pendengaran nya dengan begitu sangat baik, bola mata laki-laki tersebut begitu fokus menatap ke arah sekeliling nya untuk beberapa waktu.
"Ada apa?"
Sang pengendara kereta bertanya bingung.
Leandre tidak menjawab, laki-laki tersebut masih fokus menatap ke sekitar nya untuk beberapa waktu.
Bola mata nya terlihat menatap tajam ke arah sembari dia semakin memperpanjang pendengaran nya.
Laki-laki tersebut diam seribu bahasa, kini bola mata nya melirik kearah sang pengendara kereta untuk beberapa waktu.
Tiba-tiba Leandre berkata.
"Berikan dia pada ku"