Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
boleh mencobanya


Alexa dan Bryan duduk di ruang tamu di mana disana ada Toni, Grace dan Lisa. Alexa menatap malas ke semua orang yang tengah menatapnya heran kecuali Bryan. bagaimana tidak kesal dari tadi mereka tidak ada yang berbicara padanya seolah dirinya adalah orang asing yang tidak di anggap. Alexa benar-benar tidak nyaman berada di tengah-tengah mereka. apa lagi Bryan juga dari tadi hanya diam dan sibuk dengan ponselnya benar-benar menyebalkan.


" Bryan bagaimana dengan bisnis keluarga mu?" tanya Grace


Bryan mendongakkan kepalanya menoleh ke arah Grace dengan pandangan dingin. " bisnis kami baik-baik saja dan semakin meningkat,, bahkan sekarang perusahaan Daddy juga bekerja sama dengan perusahaan keluarga dari Alexa, " jawab Bryan sambil tersenyum tipis.


Grace menganggukan kepalanya sambil melirik ke arah Alexa dengan pandangan tidak suka. " jadi keluarga mas Ferdian hanya memanfaatkan ketenaran keluarga Alexa. " ujar Grace sambil tersenyum miring.


semua orang menatap ke arah Grace karena mendengar ucapannya yang terkesan menyindir.


" maksud bibi apa ya.?" tanya Alexa dengan tatapan yang tajam ke arah Grace.


" kenapa?,,, apa ada yang salah? ,,, bukankah semua yang aku ucapkan barusan benar. lagi pula memangnya kamu tidak tau kalau perusahaan mas Ferdi itu pernah hampir saja bangkrut,, mungkin mereka tidak mau miskin makanya mereka menjodohkan kalian dengan harapan keluarga kamu bisa membantu perusahaan keluarga Bagaskara. " jawab Grace sambil mengambil minumannya di meja.


Alexa hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Grace yang menurutnya tidak masuk akal." setahu saya,, Daddy bukanlah orang yang bodoh,,, saya yakin Daddy menjodohkan kami dengan alasan yang kuat dan baik,, itu pun setelah mempertimbangkan semuanya dengan matang,. dan saya juga tahu bagaimana pesatnya perusahaan keluarga mas Bryan. jadi jangan menjadi kompor yang tidak berguna." ucap Alexa dengan pandangan sinis ke arah Grace.


sementara Bryan tersenyum mendengar jawaban Alexa yang membuat tantenya itu mati kutu dan tidak bisa membalas ucapan Alexa. sebenarnya Bryan juga sangat malas berada di sana, apa lagi jauh-jauh dari Jakarta ke Surabaya hanya untuk memperkenalkan Alexa pada neneknya. karena Bryan sangat tahu watak dari istri adiknya Ferdian itu yang tidak suka dengan keberhasilan keluarganya,, jadi sudah pasti Grace akan mencari celah untuk menjatuhkannya.


" jangan terlalu percaya dulu dengan semua hal yang belum kamu mengerti,,, saya hanya memperingatkan untuk berhati-hati saja,, dan bukan maksud lain." jawab Grace


Alexa terkekeh mendengar ucapan wanita paruh baya di depannya itu. " sebaiknya Tante yang berhati-hati setelah berani membicarakan hal buruk seperti tadi,,, karena saya juga tidak mau tanggung jawab apa bila nanti setelah saya pulang ke Jakarta justru perusahaan suami Tante yang akan bangkrut bahkan bisa saja hancur di tangan wijaya." ucap Alexa dengan percaya diri.


Grace mengepalkan tangannya sambil menatap ke arah Alexa. " kamu anak kemarin sore berani sekali mengancam saya, dan sehebat apa keluarga kamu hingga bisa menghancurkan bisnis keluarga kami,,! " geram Grace.


Grace mendengus jengkel tanpa ingin menjawab ucapan Alexa karena melihat ibu mertuanya dan juga Toni menggelengkan kepalanya pelan, meminta dirinya untuk diam. walaupun dalam hatinya Grace ingin sekali mencaci maki Alexa karena berani bersikap kurang ajar padanya.


" ayo kita pulang Bryan,,, ternyata rumah nenek mu tidak seindah tampilannya,, di sini sangat panas dan membosankan." ucap Alexa sambil berdiri.


Bryan menganggukkan kepalanya pada Alexa lalu menatap ke arah Lisa yang dari tadi hanya diam. " kami pulang dulu Nek,, tugas Bryan sudah selesai karena sudah mengenalkan calon istri ku pada kalian." ucap Bryan


Lisa mengangguk,, sementara Toni dan Grace hanya diam menatap ke arah Bryan


Alexa menggandeng tangan Bryan sambil berjalan melangkah menjauhi ruang tamu,, namun saat sampai di pintu Alexa menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dimana Grace masih menatap ke arahnya.


" kalau Tante sangat penasaran bagaimana kekuatan dan kekuasaan keluarga Wijaya,, Tante bisa mencobanya." ucap Alexa sambil mengangkat sudut bibirnya.


" sudah lah,, ayo kita pergi." ujar Bryan sambil menarik tangan Alexa pelan.


Alexa menoleh ke arah Bryan sambil tersenyum . " maaf sayang, tapi aku hanya bercanda dengan Tante mu." jawab Alexa sambil mengikuti langkah Bryan.


Bryan hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa menjawab Alexa. sementara Grace sudah mengepalkan tangannya mendengar ucapan Alexa.


" baiklah