
Ketika mereka sibuk Saling menggoda antara satu dengan yang lainnya, Elvitania mencoba untuk menghabiskan minuman nya dengan cepat.
"Untie apakah Hasna malam ini boleh tidur di tempat Untie?"
Hasna bertanya sambil menatap dalam bola mata Elvitania.
Sejenak Elvitania diam, kemudian perempuan itu menoleh kearah Sherkan.
Laki-laki itu terlihat mengembangkan senyuman.
"Aku fikir kita bisa tidur satu ranjang lagi seperti biasanya"
Sherkan bicara cepat sambil menyentuh lembut kepala Hasna.
"Apa itu tidak mengganggu kamu lagi?"
Belakangan laki-laki itu terus-menerus menggoda nya, bicara sambil mengulumkan senyuman nya.
Alih-alih menjawab ucapan Sherkan, perempuan itu membuang pandangannya, kembali menatap Hasna untuk beberapa waktu.
Belum juga Elvitania menjawab, Hasna tiba-tiba berteriak girang.
"Mama Hasna malam ini tidur di mansion Untie dan Uncle"
Gadis kecil itu secepat kilat berbalik, mencoba turun dari pangkuan Elvitania, dia pergi melesat mendekati Rubi.
"Hasna akan bertemu Sua, sudah lama sekali tidak melihat Sua"
Ucap nya lagi.
"Bukan masalah, tapi jangan nakal dan dengarkan ucapan untie Elv, ok sayang?"
Xena bicara cepat mengingatkan, Hasna jelas menganggukan kepalanya tanda senang.
Kemudian Xena kembali bicara dengan bibi kedua.
Elvitania terlihat diam, tidak menyahut sama sekali.
Sherkan terlihat ingin bicara, tapi tiba-tiba Papa nya berkata.
"Sherkan.."
"Ya Pa?"
"Papa dengar kamu mendapatkan proyek kerjasama di uni emirat Arab?"
Laki-laki itu bertanya sambil menatap Sherkan untuk beberapa waktu.
Mendengar Papa mertua nya berkata soal proyek uni emirat Arab seketika Elvitania menoleh ke arah Papa mertua nya.
"Iya, aku fikir akan pergi Minggu depan untuk mengurus proyek kerjasama nya"
Jawab Sherkan cepat.
Elvitania kemudian menatap ke arah Sherkan sejenak, perempuan itu kemudian menunduk kan kepalanya, dia terlihat meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu.
"Pergi dengan siapa?"
Papa nya bertanya kembali.
"Merlin yang akan mendampingi aku seperti biasa, kemungkinan besar akan ada satu orang lagi yang ikut"
Elvitania Fikir nama perempuan itu belakangan cukup mengganggu nya.
"Tidak berfikir membawa Elvitania dalam perjalanan bisnis mu? Papa fikir kalian belum pernah mengambil liburan bulan madu atau cuti bersama!"
Mendengar ucapan sang Papa Sherkan tampak diam, kemudian dia menoleh ke arah Elvitania.
Ucap Sherkan pelan.
"Belakangan aku sering pulang terlambat karena proyek Tersebut"
Setelah berkata begitu Sherkan secara perlahan menggenggam erat telapak tangan Elvitania.
Sejenak perempuan itu terlihat diam.
"Jangan mengabaikan pasangan karena kesibukan, kau tahu nak? itu akan memperburuk keadaan dalam berumah tangga"
Ucap Papa nya pelan.
Sherkan hanya diam, tangan nya terus menggenggam erat telapak tangan Elvitania.
"Adil lah membagi giliran ”Kita harus adil membagi waktu antara pekerjaan dan perhatian dengan pasangan,” . Bagi perempuan wlaupun pasangan kita pria yang superpengertian, jika pekerjaan dinomorsatukan terus-menerus, tentu hal ini bisa jadi masalah"
"Kadang mereka ingin hal-hal spesial dari pasangan nya nak, sedikit bisa membuat mereka berbunga-bunga"
"Papa lihat bahkan kamu tidak pernah membawa Elvitania pergi kemanapun, perkembangan hubungan kalian sangat Pasif, cukup tertinggal jauh dengan pasangan lainnya"
Setelah berkata begitu sang Papa Langsung menoleh ke arah Elvitania.
"Elvitania"
Sang Papa mertua bicara sambil terus menatap ke arah Elvitania.
"Ya Pa"
Suara Elvitania nyaris tidak terdengar, dia menatap wajah Papa mertua nya untuk beberapa waktu.
"Jangan begitu kaku dan perbanyak komunikasi, kau tahu laki-laki memiliki godaan diluaran sana, jangan membuat hubungan yang terlalu pasif juga, sebab terkadang perempuan lain sering merasa tertarik dengan barang milik perempuan lainnya"
Ucap Papa mertua nya tiba-tiba.
Mendengar ucapan laki-laki itu tiba-tiba ingatan Elvitania soal Merlin kembali mengganggu dirinya.
"Terdengar kejam tapi jangan lupa, Barang bagus banyak peminatnya"
Elvitania terlihat menelan salivanya.
"Persiapkan diri untuk ikut pergi dengan Sherkan ke uni emirat Arab, gunakan waktu dengan baik untuk mengambil liburan bulan madu setelah proyek nya selesai, tidak harus menunggu akhir tahun untuk melakukan program memiliki anak, Kalau Allah sudah memberikan rejeki nya, kapan pun itu adalah anugrah"
Mendengar ucapan sang Papa mertua sejenak Elvitania terlihat sedikit bingung.
"Nikmati kebersamaan kalian dengan baik"
Setelah berkata begitu, Papa mertua nya langsung membuang pandangannya.
Sejenak Elvitania diam, membiarkan Sherkan terus menggenggam erat telapak tangannya.
"Jika belum siap, jangan memaksakan diri hmm, kita bisa Mendapatkan liburan saja, jangan fikirkan hal lainnya"
Ucap Sherkan pelan sambil menatap dalam wajah Elvitania.
Kemudian secara perlahan dia melepas genggaman tangannya, laki-laki itu kemudian berdiri, lantas mencium lembut puncak kepala Elvitania.
"Kakak ipar"
Tiba-tiba Sherkan bicara pada suami Xena.
"Ya?"
Begitu Sherkan berjalan menjauhi dirinya, Elvitania terlihat menatap punggung laki-laki itu untuk beberapa waktu.