
Hari ini mika sudah bangun terlebih dahulu dan dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya, hari ini dia berencana untuk mengunjungi perusahaan nya bersama dengan pak Mario yang dia tunjuk sebagai asisten dan sekertaris nya karena mika sama sekali tidak mengerti akan perusahaan.
"Ayo aku antar," tawar melvin setelah mereka sarapan.
"Iya." jawab mika.
Mereka pun berangkat ke inters company terlebih dahulu, Melvin sudah memarkirkan mobilnya di depan lobi perusahaan.
"Aku turun dulu ya," pamit mika yang akan beranjak dari kursinya namun di tahan oleh melvin.
Tanpa aba-aba Melvin langsung mencium bibir tipis sang istri yang sudah rapi dengan lipsglose nya berasa stroberi membuat melvin ketagihan rasanya.
"Oh kamu ya, aku mau kerja lihat kan jadi berantakan lipsglose nya," tutur mika setelah melepaskan ciuman nya dari sang suami.
"Salah sendiri pakai kayak gitu buat aku pingin kurung kamu aja di kamar seharian," goda Melvin namun mika hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"Udah ih aku masuk dulu," pamit mika kemudian keluar dari mobil.
Melvin pun segera melajukan mobilnya ke kantornya juga pastinya, sebenarnya kantor inters company akan menjadi anak cabang dari Wijaya Grup karena mika sendiri yang meminta hal tersebut dan Melvin hanya menurutinya saja.
Mika masuk ke dalam kantor, semua karyawan menyapanya dengan hormat dan sopan seperti sangat segan sekali dengan mika mungkin karena mika adalah anak dari Alan Budiman sang direktur lama mereka atau karena berita tentang pernikahan mika yang menggemparkan semua orang dan juga kerja sama dengan Wijaya Grup yang membuat mereka semuanya hormat entahlah mika sendiri tidak tahu.
"Bu mika," sapa pak Mario saat melihat mika berjalan menuju ke ruang direktur.
"Panggil mika saja pak," jawab mika.
"Maaf bu tapi sepertinya tidak sopan."
Mika pun tidak bisa melarang pak Mario karena pasti saat mika menyuruh nya lagi pasti akan memanggilnya seperti itu lagi.
"Ya sudah terserah bapak, sebentar lagi kita ke ruang meeting." ucap mika berlalu menuju ke ruangannya.
Hari ini akan ada pertemuan dengan para direksi dan juga manajer dengan direktur baru mereka yaitu siapa lagi kalau bukan mika.
Tak lama setelah meletakkan barangnya mika bersiap untuk ke ruang meeting di mana semua orang sudah menunggunya.
"Pagi semuanya," sapa mika dengan berkarisma nya membuat semua orang yang memang jarang melihat mika langsung terkesima karena aura direktur baru nya itu sama persis seperti aura dari mendiang direktur lama mereka yaitu mama mika.
"Pagi, Bu." balas mereka bersamaan.
Penyambutan pun berlangsung dengan tenang dan santai karena mika tidak suka jika terlalu tegang, setelah acara penyambutan mika mengadakan meeting singkat karena dia ingin tahu kemajuan dari perusahaan dan sistem perusahaan dari para manajer ya walau pun dia sudah belajar sedikit dari sang suami.
Setelah itu tak sampai dua jam meeting selesai mika kembali ke ruangannya dan mengerjakan tugas pertamanya yaitu memeriksa beberapa berkas sebelum dia setujui.
Jam makan siang mika memutuskan untuk makan makanan di kantin kantor saja sekalian untuk mengakrabkan diri dengan para karyawan nya.
Saat mika ke kantin banyak karyawan yang melihatnya namun mika berusaha tenang dan biasa saja ya walau pun dia merasa malu karena di lihatin terus.
"Bu mika," sapa beberapa karyawan membuat mika mau tidak mau harus ramah bukan, dnegan sopan pula mika membalas sapaan tersebut.
"Bu direktur!" pekik seseorang dari jauh membuat mika terkejut dan menoleh ke arah sumber suara begitu pun dengan beberapa pegawai yang menganggap bahwa karyawan tersebut sudah gila karena memanggil direktur baru mereka seperti itu.
Namun bagi mika suara itu sangat identik dengan seseorang yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Kayla sahabat mika.
"Kayla," ucap mika saat Kayla sudah berada di depannya.
"Astaga Bu direktur sendirian aja sih, sini aku temenin." ucap Kayla mengambil lauk yang sudah di siapkan di sana.
"Ih jangan panggil kayak gitu dong, panggil biasa aja." seru mika merasa tidak nyaman jika sahabatnya sendiri yang mengatakan hal tersebut.
"Iya iya."
Mereka pun duduk di kursi pojok yang kebetulan sekali kosong, sedangkan banyak kursi yang sudah penuh.
"Aku tadi syok loh mik waktu denger kalau kamu mulai masuk kerja hari ini," ucap Kayla sambil memakan makanan nya begitu pun dengan mika namun mika hanya diam tidak menangapi ucapan Kayla.
"Eh mik, gimana rasanya dikenal banyak orang sebagai istri dari pebisnis muda dan tampan itu?" tanya Kayla yang memiliki mulut kepo dan tidak di kontrol terlebih dahulu.
"Udah makan aja keburu dingin nanti." seru mika mau tak mau Kayla pun menyerah dan kembali makan makan siang nya.
Setelah selesai mereka duduk santai terlebih dahulu di kantin sambil menunggu jam istirahat yang sebentar lagi akan selesai.
"Eh Kay, kamu masih tinggal di apartemen itu kan?" tanya mika penasaran karena setelah terakhir kali kunjungannya dia tidak mendapatkan kabar apapun dari sahabatnya itu.
"Eeemmmm.... I...iya masih kok," ucap Kayla dengan terbata-bata karena pertanyaan mika tadi.
"Kenapa kok kamu gugup gitu kay?" tanya mika yang sangat mengenal sahabatnya satu ini.
"Enggak, aku gak apa kok. Eh udah mau habis jam kerjanya, yuk lah kita pergi." ajak Kayla seperti mengalihkan pembicaraan mika.
Namun mika tak membahas hal tersebut lebih jauh lagi dia membiarkan Kayla untuk mengatakannya sendiri saja, namun entah mengapa firasat mika bahwa kegugupan sahabatnya ini pasti karena Angga tetangga apartemen nya itu.
š„š„š„
Di sisi lain kantor Wijaya Grup Angga sedang memberikan laporan tentang keberadaan jenny ibu tiri sang istri, setelah pergi dari rumah Melvin tidak menjamin bahwa jenny dan Amel tidak akan menyakiti sang istri sehingga dia menugaskan beberapa orang untuk mengikuti kemana perginya orang orang licik tersebut.
"Tuan, dari yang saya dapatkan bahwa jenny sekarang tinggal di rumah sang anak dan menantunya. Hingga saat ini tidak ada pergerakan dari mereka berdua namun tim masih terus mengawasi," ucap Angga.
"Bagus lanjutkan untuk terus mengawasi dua orang gila tersebut, sebentar lagi jam pulang kerja istri saya jadi saya harus pulang juga karena saya ingin menjemput mika." ucap melvin membereskan berkas berkasnya.
Karena waktu sudah sore menandakan bahwa mika akan pulang kerja, Melvin yang biasanya akan pulang di jam jam malam namun sekarang dia malah pulang terlebih dahulu dari pada yang lain.
"Dasar emang orang sedang di mabuk cinta ya gitu," ucap Angga menggelengkan kepalanya heran kepada tuan nya itu yang sikapnya sangat berbeda sekali dari biasanya.
Melvin melajukan mobilnya menuju ke kantor sang istri, Melvin sendiri sudah mengabari mika kalau dia akan menjemput mika sehingga tidak perlu di jemput oleh pak Ilham.
Sampai di kantor tersebut mika sudah menunggu kedatangan Melvin di depan lobi, banyak karyawan yang juga pulang kerja menyapa nya satu persatu.
Tak lama mobil yang sangat tidak asing baginya pun masuk ke area depan lobi siapa lagi kalau bukan Melvin.
"Mik, tuh suami kamu." ucap Kayla yang memang dari tadi berada di samping mika.
Setelah berada di depan sang istri Melvin keluar dari mobil dan memutari mobil untuk membukakan mobil tersebut.
"Kayla aku pergi dulu ya," pamit mika.
"Hati-hati mik!" tutur Kayla setelah mika masuk ke dalam mobil.
"Kay, kami pergi dulu." ucap melvin setelah menutup pintu sang istri.
"Iya, hati-hati ya bawanya inget sahabat aku ada di sana." ucap Kayla memerintahkan Melvin untuk menjaga mika dan di angguki oleh Melvin.
"Pasti,"
Setelah itu dia pun memutari mobil dan menyalakan mobil tersebut kemudian meninggalkan depan lobi kantor inters company dimana banyak karyawan yang dibuat meleyot oleh sikap Melvin.
Mereka menganggap pasangan melvin dan mika berlanjut hingga kakek nenek dan hingga ajal menjemput karena ketampanan dan juga kecantikan yang di pancarkan membuat aura mereka sangat cocok sekali.
.
.
TBC