
Malam yang tenang, hanya di lalui dengan beberapa penjaga yang bergiliriran dengan yang lainnya. Tidak ada aktifitas lebih yang dapat di lihat.
Setelah kepergian para pemain yang sebelumnya datang berbondong-bondong, hanya ada prajurit yang menjaga dari keheningan malam dan Togay yang berlatih sendiri di sudut.
Pemain di dalam game tidak membutuhkan tidur, akibatnya, tidak ada kegiatan yang bisa di lakukan dari waktu bebas yang ada.
Akhirnya hari telah berganti. Cahaya ufuk timur telah memperlihatkan ke indahannya. Para prajurit tentara mengemasi barang - barang mereka.
Perjalanan di lanjutkan kembali. Dengan skil [The One Who's See The Truth] milik-nya, Impian selalu mengamati lingkungan sekeliling. Tidak ingin kecolongan lagi atas kejadian yang menimpa sebelumnya.
Hanya ada sesekali monster yang terlihat menghalangi rombongan. Monster - monster itu adalah buruan dari para pemain yang telah terpancing hingga jalan raya.
"sial!"
"ugh... mereka para prajurit kerajaan suci Lorena"
"apakah mereka rombongan Saintess? kabarnya Saintess datang sendiri"
"kemungkinan besar... ayo cari tempat berburu lain"
"kamu duluan, aku ingin melihat rombongan ini dulu"
Seberapa buruk nasib mereka, buruan yang telah susah payah mereka buru, di kalahkan oleh para prajurit di depan rombongan.
Dengan banyaknya tentara prajurit yang mengawal Saintess, para pemain ini hanya bisa terdiam dan melihat rombongan pergi dengan santai. Akan sangat bodoh bagi pemain jika ingin memprotes pada prajurit - prajurit ini.
Setelah sekian waktu berlalu, rombongan telah menempuh jarak yang cukup jauh. Melewati pos perbatasan dan memasuki wilayah kerajaan Moscard.
Mengetahui bahwa rombongan yang melewati merupakan rombongan dari Saintess. Pos pemeriksa perbatasan membiarkan rombongan melewati begitu saja.
"semoga alam menyertai perjalanan kalian"
Anehnya, para penjaga perbatasan merupakan ras elf. Tidak ada satu-pun manusia yang ada.
Kerajaan Moscard, merupakan wilayah kekuasaan manusia. Dari perang yang tengah berlangsung, tidak ada satu-pun elf yang berkeliaran di daerah kekuasaan kerajaan Moscard.
Kemungkinan yang ada, di karenakan kota H'rden telah di duduki oleh aliansi elf. Sehingga, perbatasan yang menghubungkan wilayah Moscard dan Lorena, di tempati oleh tentara elf.
Melewati pos penjagaan, suasana yang ada telah berubah. Setiap prajurit pengawal, begitu tegang, terlihat dari mata Impian.
Kali ini, mereka telah berada di wilayah lain, tidak lagi wilayah kekuasaan kerajaan mereka. Akibatnya, mereka sudah tidak memiliki kekuasaan apapun atas wilayah ini.
Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, hampir tidak ada sama sekali monster yang dapat di temukan di sekitar jalan raya. Impian melihat banyaknya pemain yang 'farming' monster jauh dari jalan raya.
Kemungkinan monster yang bebas dan memasuki jalan raya, telah di kalahkan oleh banyaknya para pemain ini.
Wilayah ini merupakan wilayah perang. Banyaknya pemain yang berkeliaran di dekat sini dapat di lihat oleh Impian. Rombongan tetap melaju menyusuri jalan raya hingga mencapai kota H'rden.
Terlihat banyaknya orang yang berkumpul dari jauh. Tenda - tenda dan barak yang berdiri kokoh, terlihat di sekeliling orang yang berkumpul.
Di dominasi oleh ras elf, beasman, dan dwarf. Tenda - tenda dan barak yang berdiri di sekitar, kemungkinan pemiliknya adalah aliansi elf. Tentu saja, ada beberapa ras manusia dapat di lihat, tetapi kebanyakan dari mereka semua adalah para pemain.
Tidak hanya itu, terdapat orang - orang yang berkumpul di depan dengan kuda mereka. Ada tiga NPC manusia dengan peralatan lengkap prajurit kerajaan suci Lorena yang berdiri paling depan dari rombongan itu.
Akhirnya, sedikit demi sedikit, siluet dari orang - orang yang di lihat Impian lebih dulu mulai menampakkan diri. Tiga NPC manusia yang duduk di atas kudanya dan memakai perlengkapan kerajaan suci Lorena, mulai menghampiri rombongan Saintess bersama dengan dua elf lainnya.
"tuan Saron"
Saron hanya menganggukan kepalanya menjawab sapaan salah satu prajurit yang mendekat.
"mereka telah mempersiapkan beberapa orang untuk melakukan pengawalan menuju kota H'rden"
Prajurit yang memakai perlengkapan kerajaan suci Lorena itu menjelaskan.
"Saya Arandel, kapten ke-3 hutan Kenderil, menyapa tuan ksatria suci dan rombongan yang terhormat"
"Saya Derandal, kapten ke-4 hutan Kenderil, menyapa tuan ksatria suci dan rombongan yang terhormat"
"salam kapten Arandel, kapten Derandal"
Kedua elf tersebut memperkenalkan diri mereka pada Saron dan rombongan.
Kerajaan Onteral yang merupaka daerah kekuasaan para elf, terkenal atas pembagian pasukan mereka dimana pemmberian nama dari anggota dan pemimpin pasukan, sesuai dengan wilayah penempatan mereka.
Ada sebanyak empat wilayah yang terkenal dengan pasukan mereka yang kuat. Salah satunya adalah hutan besar Kenderil. Dua dari elf yang menyapa Saron, merupakan kapten dari wilayah itu.
Yang artinya, bahwa orang - orang ini tidak dapat di remehkan begitu saja. Meski penampilan mereka yang terkenal akan keanggunan ras mereka, tetapi dua prajurit elf ini tidak bisa di anggap remeh dari gelar kapten wilayah mereka yang melekat.
Prajurit - prajurit yang mendekat dan berbicara beberapa patah kata dengan Saron, sayangnya, apa yang mereka katakan, tidak dapat di dengar langsung oleh Impian.
Setelah percakapan mereka selesai, mereka berbaur dengan prajurit rombong yang ada di depan. Mengikuti dengan bersama - sama menuju kota H'rden.
Setibanya di tempat tenda - tenda dan barak, orang - orang elf dan beastman menyatu dengan rombongan. Mereka terlihat seperti mengawal rombongan Saintess menuju kota H'rden langsung.
Tidak hanya itu, Impian melihat dua pemain dari orang - orang ini. Kedua-nya memiliki ras elf dan lvl 115. Saat pandangan Impian terarah pada mereka, mereka berdua tampak terkejut melihat Impian dan Togay yang mengendarai kuda sejajar dan berdampingan dengan rombongan Saintess.
Impian yang melihat tatapan mereka tertuju padanya, membalas mereka dengan hanya menganggukan kepalanya saja. Perjalanan rombongan kembali di lanjutkan.
Tembok - tembok besar telah terlihat di kejauhan. Semakin mereka mendekat, semakin terlihat beberapa kerusakan dari tembok - tembok itu. Yang awalnya sebagai pelindung kota, Impian dapat membayangkan, seberapa besar pertarungan yang telah berlangsung.
Banyak kehancuran di sana - sini dari tembok besar itu. Tidak hanya itu, pintu gerbang terlihat tidak berdiri semestinya. Terlihat setelah rombongan benar - benar memasuki kota. Beberapa penyok dapat terlihat dari pintu gerbang yang didirikan di sampin gerbang masuk kota.
Terlihat beberapa bangunan yang hancur telah di rapikan. Bekas dari pondasi bangunan - bangunan yang sebelumnya berdiri di sana masih terlihat.
Tidak hanya itu, beberapa prajurit dan stand - stand yang didirikan juga menghiasi kota. Mereka dan para pemain yang melihat, menghentikan aktifitas mereka sementara.
"itu rombongan dari kerajaan suci Lorena"
"mereka telah datang"
"bukankah pertemuan antar pemimpin kerajaan telah di mulai hari ini?"
"kurasa mereka terlambat"
"yah, mungkin tidak apa - apa karena yang di bawa Saintess"
Beberapa diskusi terjadi antar pemain yang melihat rombongan masuk. Mereka membicarakan tentang pertemuan ketiga pemimpin kerajaan yang telah beredar.
Informasi itu, telah di ketahui publik dan menjadi topik perbincangan antar pemain.
Tidak hanya itu, beberapa pemain yang melihat pemain lainnya di dalam rombongan, mendiskusikan tentang itu.
"lihat, itu Oliver dan Janeth!"
"kedua pemain terkenal dari ras elf"
"woah... mereka gagah sekali, bisa mengikuti iring - iringan"
"ya, mereka sudah terkenal di kerajaan Onteral"
Dua pemain elf yang menyambut rombongan Saintess sebelumnya, terlihat oleh para pemain. Kehebatan dan ketenaran mereka telah tersebar luas di kerajaan Onteral.
Maka hal itu, kedua pemain elf ini, sangat di idolakan oleh para pemain, khususnya dari kerajaan Onteral. Berbeda dengan mereka berdua, dua pemain lagi, dimana berada sejajar dengan kereta kuda mewah yang di tumpangi Saintess, membuat para pemain kaget.
"lihat! ada dua pemain lagi yang berada di dalam rombongan!"
"ah, kamu benar!"
"hey, apa kamu tidak melihat beritanya? itu dua pemain yang di rumorkan"
"ah! kedua pemain yang ikut dalam pengawalan Saintess langsung"
"mereka berada di sebelah kereta kuda Saintess"
"wow... mereka dapat sejajar dengan kepala kerajaan..."
"pemain lainnya yang memiliki posisi tinggi dalam suatu kerajaan... membuatku iri..."
"huh! jangan begitu iri, kedepannya aku akan memiliki posisi sama dengan mereka!"
"ya, ya, berjuanglah bung"
Rumor yang telah tersebar, memberitakan dua pemain yang ikut dalam pengawalan Saintess menuju kota H'rden. Akibat hal itu, melihat Impian dan Togay di dalam rombongan, sudah tidak membuat mereka begitu kaget lagi.
Banyak pemain yang mengantisipasi pergerakan Impian dan Togay. Pemain seperti kedua elf yang ikut dalam rombongan memiliki posisi tidak begitu tinggi. Akibatnya, mereka hanya bisa ikut serta dalam pasukan yang tidak begitu besar, dan sedikit beruntung untuk ikut serta dalam penyambutan tamu kerajaan.
Berbeda dengan Impian dan Togay, mereka berdua ikut serta langsung dalam pengawalan Saintess, orang nomer satu dari kerajaan suci Lorena. Posisi jabatan yang di miliki harus tinggi, apalagi, mereka berdua berada sejajar dengan kereta kuda yang di tumpangi Saintess.
Posisi yang mereka miliki pastinya begitu tinggi. Bisa memiliki posisi itu, seberapa hebat mereka dalam permainan?
"lihat! bukankah itu Impian?"
Salah satu pemain elf yang berkumpul dengan pemain dengan ras lainnya berteriak setelah melihat Impian berada di salah satu rombongan. Dia adalah IKILUA, salah satu teman Impian.
"ah, kamu benar. Kirim pesan padanya!"
Pemain lainnya yang terlihat menggunakan jubah dan menutupi seluruh tubuhnya membalas IKILUA. Ya, dia adalah Alice, salah satu teman lainnya Impian.
"kenapa harus aku?"
"apa!? kamu tidak mau?"
"kamu hanya memerintah saja... lagi pula, aku sudah mengiriminya pesan"
"apa katanya?"
"dia sedang melakukan quest pengawalan, mungkin jika waktu luang telah di berikan, dia akan menemui kita"
"oh... dia terlihat seperti orang sibuk sekarang huh?"
"apa dia yang bernama Impian?"
Salah seorang lagi yang bernama Jackfruit, bertanya pada IKILUA dan Alice.
Melihat Impian yang berada di dalam rombongan dalam kota H'rden, mereka mendiskusikan tentang teman mereka yang memiliki nickname Impian.
Dengan banyaknya perbincangan antar pemain dan pemandangan kota H'rden yang terlihat, Impian dan Togay telah tiba dan mengantar Saintess dengan selamat sampai tujuan. Rombongan akhirnya tiba di depan bangunan megah yang berada di kota.
Prajurit elf yang mengawal rombongan Saintess berpisah di sini. Mereka tidak di ijinkan memasuki bangunan. Hanya pasukan khusus dan tamu kerajaan yang bisa memasukinya.
Kedua pemain elf yang melihat Impian dan Togay memasuki gedung sekali lagi tercengang akan hal itu. Hanya Saron, beberapa kesatria barisan depan, calon ksatria suci, kereta kuda sanintess dan kereta kuda yang membawa tawanan yang memasuki wilayah bangunan.
Sisa dari para prajurit, di arahkan ke tempat lain oleh para pengawal elf. Jika Impian dan Togay ikut memasuki wilayah gedung, itu berarti, mereka merupakan orang pentung dalam kerajaan suci Lorena.
Berbeda dengan mereka berdua sendiri yang tidak dapat memasuki wilayah gedung itu. Mereka masih bukan apa - apa jika di bandingkan dengan Impian dan Togay.
Setelah memasuki pintu gerbang bangunan, terlihat luasnya taman yang membentang menghiasi bangunan itu sendiri. Taman yang ada, juga masih dapat terlihat beberapa lobang akibat peperangan yang berlangsung.
Sudah ada beberapa tempat yang telah di jadikan dengan fungsi lain. Di tempat ini, terlihat beberapa manusia yang sebelumnya tidak terlihat satu-pun kecuali pemain di dalam kota.
Melihat itu, mereka adalah pasukan pengawalan dari kerajaan Moscard. Mereka sedang beristirahat di tempat yang sudah di persiapkan.
Setibanya rombongan Saintess dan telah memasuki bangunan, Saintess turun dari kereta kudanya dan beberapa prajurit mengarah ke kereta kuda tawanan untuk mengeluarkan mereka serta membawa mereka bersama Saintess.
"Salam Yang Mulia Saintess"
"Yang Mulia, kami telah menunggu anda"
Salah satu elf dengan pakaian sangat formal menyapa kehadiran Sang Saintess. Disebelahnya ada seorang manusia, dia adalah Harnm Joredal yang merupakan ksatria suci lainnya dan telah berada di tempat ini lebih dulu menyambut Saintess yang telah turun dari kereta kuda.
"sudahi basa - basinya, kami telah telat. bawa kami kedalam langsung"
"baik Yang Mulia"
Disisi lain, Saron sedang memberikan arahan pada prajurit dan calon ksatria suci lainnya.
"biar kami yang menemani Yang Mulia ke dalam, kalian di bebas tugaskan hingga Yang Mulia selesai dalam pertemuan"
Saron berbicara pada ke empat calon ksatria suci, kemudian melihat ke arah prajurit lain yang membawa tawanan.
"bawa mereka dan ikuti kami ke dalam"
""baik tuan!""
Setelah di beri perintah, Impian, Togay, dan calon ksatria suci lainnya mengarah ke tempat peristirahatan yang telah di persiapkan di taman bangunan.
[Quest Kerajaan telah di selesaikan]
[Jumlah orang yang meninggal : 0]
[kepercayaan Saintess padamu telah bertambah besar]
[Kepercayaan Saron padamu telah meningkat tinggi]
[Tiga calon ksatria suci telah mempercayaimu]
[setiap prajurit dari kerajaan suci Lorena merasa kagum terhadapmu]
[mendapatkan 1000 coin kerajaan suci Lorena]
[mendapatkan 2000000 exp]
[mendapatkan 2 kotak random skill]
[mendapatkan 1 kotak random magic]
[mendapatkan 10000 ketenaran kerajaan]
Begitu pula Quest yang di miliki Impian, prom sistem bermunculan dan memberi hadiah atas keberhasilan quest yang di jalankan.