
Maria masih tertawa keras mendengar cerita yang disampaikan Gizhi karena selama ini alvan yang dia kenal tidak seperti itu. Dia dingin di depan umum tapi hangat dan lembut kalau sudah kenal dekat padanya. Namun alvan tetap menjaga Gizhi dengan cara tidak menyentuhnya atau seperti berciuman.
Selama lima tahun berpacaran Alvan tidak pernah mencium bibir Gizhi paling cium pipi dan itu juga karena terpaksa, saat acara ulang tahun gizhi dan wanita itu meminta alvan menciumnya.
“kasian banget nasib lo, meninggalkan alvan yang dingin dan cuek demi bersama brandon yang kata elo lembut dan romantic, ehh sekarang malah kebalikannya alvan yang lebih romantic dan lembut” ledek maria.
“berhenti mengejek gue, gue kan gak tau kalau alvan bisa seromantis itu setelah menikah, waktu pacaran berbeda dia gak seperti itu” elak Gizhi.
“Cowok baik ya seperti alvan, menjaga wanita tidak menyentuhnya duluan, lo masih pacaran neng, gimana alvan mau peluk dan cium lo, yang ada dia berdosa, nah kalau udah nikah mah bebas bisa peluk dan cium kapan aja” ledek Maria sekali lagi.
“kan alvan itu adalah target balas dendamnya di brandon, gue mana tau dia bisa berubah seperti itu, tambah ganteng dan romantis”.
Maria geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan keinginan ngidam Gizhi, “emang lo gak minta tolong gitu, biasanya sesame manusia membantu yang kesusahan, bilang dong lo ngidam masakan dia, siapa tau aja dia mau masakkin”.
“udah, tapi dianya cuek, liat istrinya yang berwajah sedih makin segan gue minta sama dia” balas Gizhi kesal.
“ngapa gak coba aja sih? Siapa tau berhasil” kekeh maria.
“Gue segan sama mertuanya alvan” balas gizhi jujur.
“Kok segan sama mertua alvan?” Maria tampak tidak mengerti dengan pernyataan Gizhi.
“Iya, gue pernah bilang bakal ketemu sama istri alvan kan, terus yang datang bukan istrinya, malah mama alvan sama mertuanya, sumpah mertuanya lembut banget, gue yakin anaknya selembut mertuanya, makanya gue yakin alvan langsung luluh sama dia, gue aja jadi insyaf gara gara mertuanya” jelas gizhi.
“hahahha hebat hebat, salut gue sama elo sekarang” puji Maria sambil bertepuk tangan.
...🌯🌯🌯🌯🌯...
Di sebuah Club Malam,
Brandon tampak sedang menuangkan minuman berakohol ke dalam gelasnya, sisi kiri dan kanannya ada wanita yang sudah setengah tel*njang kedua wanita itu hanya menyisakan pakaian dalam mereka saja.
“Shiitt!” umpat Brandon kesal, hal itu terjadi karena salah satu wanita berusaha memasukkan tangannya ke dalam celana Brandon untuk menyentuh adik kecil brandon untuk merangsangnya. “Lepaskan tanganmu sekarang juga!” bentak Brandon sambil menatap sinis wanita yang sedang menyentuh adik kecil Brandon. Dengan ketakutan wanita itu beringsut mundur.
“Kenapa sih, kamu kan mau bersenang senang bareng kita kita” bisik wanita satunya yang masih asih mencium dada Brandon yang terbuka.
“Shit! Menyingkir kalian!” bentak Brandon, dia melempar botol alcohol kea rah dinding hingga terdengar bunyi pecahan kaca, ruangan itu tampak berantakan dan dua wanita tadi yang ada di dekat brandon sudah lari dari ruangan itu, hingga kini tinggal brandon sendiri yang ada di dalam ruangan VIP itu.
Sebenarnya pria itu kesal bukan karena servis dua wanita itu tidak memuaskan, tapi lebih kepada adik kecilnya sama sekali tidak terangsang, beberapa hari ini adik kecil brandon mengalami disfungsi, dia seperti pria impoten sekarang, dia sendiri tidak tau apa alasannya, sudah pergi ke dokter tapi dokter bilang mungkin karena masalah psikologis nya, karena tidak ada keanehan pada adik kecil Brandon.
Pria itu marah karena dua wanita tadi masih tidak mampu membangunkan adik kecilnya, di tambah tangan salah satu wanita mencoba menyentuh adiknya, dia tidak mau sampai ketahuan jika dia tidak bernafsu lagi pada perempuan.
‘tok tok tok’ setelah bunyi ketukan seorang pria masuk membuka pintu ruangan brandon.
“halo tuan brandon” sapa pria itu.
“Hmmm” deham brandon tanpa melihat dan menolehkan kepalanya, dia hanya memejamkan matanya dan bersandar pada sofa.
Otak brandon sedang sibuk memikirkan wanita yang dia inginkan, entah kenapa terbayang sosok Gizhi di dalam kepalanya, pria itu langsung menggelengkan kepalanya menghapus jejak Gizhi di dalam kepalanya, “Terserah asal jangan yang tadi” kata brandon.
“Maaf sebelumnya, apa anda pacar Gizhi?” pertanyaan si pemilik club membuat brandon berhasil membuka mata dan menatap orang yang berbicara padanya.
“Siapa kamu?” tanya brandon dingin.
“Saya Candra, temannya Gizhi lebih tepatnya sahabat dari mantan pacar gizhi” Candra duduk di sofa depan Brandon dengan senyum liciknya.
“Alvan? Temannya alvan?” tebak Brandon.
“Benar sekali, tapi itu dulu, sebelum dia menikah, sekarang kami sudah tidak pernah bertemu lagi” jelas Brandon.
Brandon tidak mengeluarkan suara dia hanya mengangkat sebelah alisnya seolah olah sedang bertanya ‘kenapa’.
“Aku naksir dengan istrinya alvan, dan pria itu tidak mau melepaskan istrinya, apa gizhi sudah kembali ke Indonesia?” tanya Candra.
“Sudah, tapi dia juga tidak bisa mendapatkan alvan” balas Brandon.
“Wajar, karena istri alvan sangat cantik dibanding dengan gizhi” kekeh Candra sambil membayangkan Aiyana di dalam kepalanya.
“Goda saja istrinya” celetuk Brandon.
Candra tertawa sinis, “Tidak bisa, aku tidak bisa mendekat ke arahnya, bahkan aku sudah membuat rencana untuk menculik istri alvan, tapi tidak jadi” jelas candra.
“kenapa?”
“Aku ingin memakainya terus, kalau aku culik aku hanya bisa memakainya sekali, dan lagi menculik itu sangat sulit” keluh candra.
Brandon kini tersenyum, “Aku bisa membantumu menculik istrinya” kata brandon.
“benarkah? Apa balasan yang kau inginkan?” tawar Candra.
“Buat alvan tersiksa hingga dia ingin mati” tekan brandon dengan sorot mata yang memancarkan amarah.
Candra mulai tertawa keras, “itu masalah mudah, tinggal aku kirimkan saja video aku sedang bercinta dengan istrinya, maka dia akan tersiksa”.
“Ide bagus, aku akan siapkan semua rencananya dan jika sudah siap aku akan langsung memanggilmu” seru Brandon.
“bagus, kalau kau mau kau juga bisa bergabung bersamaku bermain dengan istrinya ajak juga Gizhi, alvan akan menangis darah melihat dua wanita yang pernah bersamanya berada di bawah kendali kita” ujar candra sambil tertawa keras.
“kau memang pria licik, aku setuju dengan ide mu” brandon ikutan tertawa bersama candra.
Dua orang yang sama sama membenci alvan itu saling membentuk rencana untuk menculik Aiyana dan membawa Gizhi bersama mereka, tanpa brandon ketahui pria yang sudah menyakiti adiknya adalah pria yang sedang tertawa bersamanya, pria malang yang telah salah menyimpan dendam.
...🌮🌮🌮🌮🌮...