
πKebencian juga kadang dilemparkan lewat candaanπ
.
.
.
.
Valeria ingin segera naik ke atas akuarium tapi di hadang oleh suaminya. Ia tahu jika saat ini putranya sedang dalam keadaan tidak stabil, apa lagi auranya yang menguar di seluruh pulau.
"Lepaskan aku honey! Lepas!" bentak Valeria dengan suara menggelegar.
"No honey" balas Thomas dengan suara tegas.
Thomas memeluk istrinya dengan erat tidak melepaskannya sedikit pun. Xander, David, dan kedua daddy mereka hanya menatap mereka dengan datar dan dingin tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Mereka semua lalu menatap ke arah akuarium dimana ada beberapa ikan yang mengarah ke arah mereka. Thomas dan Valeria yang tahu jenis peliharaan sang anak hanya bisa berharap semoga anak mereka tidak kenapa-napa didalam sana.
Sedangkan yang lainnya sangat penasaran ingin melihat jenis ikan apa yang dipelihara Mikhail dengan akuarium sebesar ini.
Brak...............
Aaarrgghh.............
Teriak mereka semua dengan kaget saat tiba-tiba tangan Mikhail membentur akuarium dari arah bawah. Didalam akuarium Mikhail tiba-tiba membuka matanya sehingga mata merahnya terlihat dengan jelas.
"Son" pekik Valeria dengan panik berjalan menghampiri akuarium.
Deg................
Jantung yang lainnya berdetak dengan cepat melihat mata Mikhail yang sudah berwarna merah sepenuhnya menandakan jiwa psycopathnya sudah tidak bisa dikontrol.
Thomas menutup mata tak tahu harus berbuat apa untuk meredakan jiwa psycopath sang anak. Ia akhirnya paham apa maksud sang anak masuk ke dalam akuarium karena tidak ingin membunuh anak buah mereka di luar.
"Apa King tidak kehabisan napas didalam sana Thomas?" tanya Albert dengan penasaran.
"Tidak akan. Jika jiwa psycopathnya muncul seperti ini berarti saat ini ia sangat ini membunuh" jawab Thomas.
"Lalu apa hubungannya dia harus masuk ke dalam akuarium uncle?" tanya Xander dengan penasaran.
"Karena jika di berada di luar maka akan ada yang mati" jawab Thomas sambil menatap Xander dengan tajam.
"Damon beritahu Teivel untuk menyuruh seluruh keluargaku masuk ke kamar mereka sekarang" titah Thomas saat melihat Damon berjalan ke arah mereka.
"Baik tuan besar" jawab Damon dengan singkat.
"Apa itu?" tanya Xander sambil menunjuk ada sekumpulan warna hitam menuju ke arah Mikhail.
"Persiapkan diri kalian semua" balas Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Keempatnya dengan sabar menunggu sekumpulan besar warna hitam yang semakin mendekat ke arah Mikhail.
Duar................
Bagai disambar petir tubuh mereka menegang melihat sekumpulan hitam tadi yang ternyata adalah ikan piranha yang sangat banyak dengan ukuran yang sangat besar.
"Piranha" ucap Xander dan David dengan serentak.
"Ini adalah ikan peliharaan putraku yang sangat ia sayangi" ucap Thomas.
Hah............
Semua dibuat tercengang tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan Thomas tenang ikan peliharaan milik Mikhail. Hanya orang gila saja yang memelihara ikan piranha sebagai hewan peliharaannya.
"Apa King tidak takut di makan mereka?" tanya Xavier dengan penasaran.
"Ya benar uncle. Bukannya ikan piranha itu pemakan daging dan sangat ganas" tambah Xander dengan penasaran.
"Tidak bos. Ikan-ikan itu hanya patuh kepada Mikhail saja dan mereka sangat mengerti dengan ucapan putraku begitu juga dengan Mikhail" jawab Thomas dengan jujur.
...π π π π π...
Semuanya diam tidak berbicara apa-apa lagi dan fokus melihat Mikhail yang sedang berenang bermain bersama ikan-ikan tersebut tak kenal takut.
Gila! Apa dia itu manusia atau bukan sih, batin David dengan penuh tanda tanya.
Aku yakin di pulau ini banyak sekali hewan peliharaan yang tidak masuk akal, batin Xander dengan yakin.
1 Jam kemudian
Selang 1 jam kemudian, Mikhail sudah berenang menuju ke atas untuk keluar. Sebelum turun ke bawah Damon turun terlebih dahulu menemui mereka berenam yang menonton Mikhail sedari tadi.
"Bagaimana keadaan putraku?" tanya Valeria dengan cepat.
"King menyuruh nyonya dan semua untuk pergi dari sini dan masuk ke kamar masing-masing" jawab Damon dengan suara dingin.
"Apa keadaan putraku semakin parah?" tanya Valeria dengan khawatir.
"Nanti malam King akan menemui nyonya" ucap Damon tak menjawab pertanyaan Valeria.
"Baiklah"
Mereka semua lalu pergi dari sana menuju kamar yang sudah disiapkan untuk mereka semua. Sedangkan dari atas sana Mikhail melirik mereka sepintas, pikirannya saat ini hanya tertuju kepada sang istri.
Entah kenapa ia yakin istrinya sedang tidak baik-baik saja karena batin keduanya saling terikat satu sama lain.
Tunggu aku baby, batin Mikhail dengan cemas.
Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan hari sudah malam. Saat ini Mikhail sedang berbicara dengan Damon dan Teivel mengenai penyerangan yang akan mereka lakukan nanti besok malam.
"Apa semuanya sudah mendapat vaksin racun di tubuh mereka?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Sudah King" jawab Damon.
"Heemmm"
"Ya. Tapi ingat jangan beritahu tentang istriku!" ucap Mikhail memperingati.
"Baik King" jawab keduanya dengan serentak.
Mikhail menonton keluarga besarnya yang sedang makan malam diruang makan. Ia lalu menutup matanya mengontrol jiwa psycopathnya dengan mengingat senyuman sang istri dan hal itu berhasil.
Meski matanya masih berwarna merah di irisnya tapi itu jauh lebih baik dari pada merah semuanya.
Di lantai satu tepatnya di ruang makan yang menyatu dengan taman kaca, saat ini seluruh keluarga besar Wesly sedang makan malam dengan hening.
Selesai makan malam mereka semua beranjak duduk di taman samping yang ada kolam berenang sekaligus air terjun buatan yang sangat indah.
"Ini indah sekali" ucap Lili dan Devina dengan serentak.
Ehhh.............
Keduanya tertawa sambil saling menatap karena mengucapkan kata yang sama karena menikmati keindahan didepan mata mereka.
Bagaimana tidak disana hanya ada lampu di tiap sudut taman, karena secara keseluruhan penerangannya berasal dari langit yang berkilau dari dalam air terjun yang sangat indah.
"Uncle apa ini semua King yang membuatnya?" tanya Victor dengan cepat.
"Ya. Awalnya ini hanya ada kolam renang saja tapi Mikhail merenovasi semuanya setelah ia menjadi King Black Shadow saat berumur 17 tahun" jawab Thomas dengan bangga.
"Woah! Aku tidak menyangka King sudah mengambil alih ketua Black Shadow diumur semuda itu" decak Henry dengan kagum.
"Itu karena King pintar dan tidak malas seperti kamu" sarkas Kevin dengan kesal menatap putra nakalnya itu.
"Mommy lihat daddy mengejek aku" adu Henry sambil bergelayut manja di tangan Rahel.
"Sayang" ucap Rahel sambil melotot kepada suaminya dengan tajam.
"Ya ya ya bela terus anak nakal itu" ucap Kevin mengalah.
...π π π π π...
Henry menatap daddynya sambil tersenyum lebar seakan mengejeknya emang enak dimarahin mommy. Kevin hanya bisa mengumpat dalam hati melihat kelakuan putranya itu.
"Mikhail" ucap Valeria dengan senang mengagetkan mereka semua disana.
Valeria menghampiri putranya dan memeluknya dengan erat. Melihat istrinya yang memeluk sang anak, tak mau kalah Thomas juga memeluknya.
"Semua akan baik-baik saja son" ucap Thomas sambil menepuk pundaknya.
"Heemmm"
Mikhail lalu duduk di sofa sambil berpangku kaki menatap semuanya dengan tatapan dingin dan datar. Sedangkan yang ditatap kebanyakan menunduk tak berani melihat mata merah Mikhail.
"Siapa dia?" tanya Xander dengan suara dingin membuat semuanya langsung menatap ke arahnya.
"Cih! Apa hackermu itu sangat bodoh sehingga belum menemukan siapa dibalik ini semua" cibir Mikhail dengan senyum mengejek.
"Fu*k you King" maki Xander dengan suara tinggi merasa emosi.
"Xander Leonart Wesly" ucap Chloe dengan suara tegas memperingati sang putra untuk tidak berbicara kasar.
Phew..............
Xander membuang napasnya dengan kasar sambil menutup mata mengontrol emosinya. Beruntung ada Devina di sampingnya yang bisa meredakan emosi sang kekasih.
"Berarti kamu mengatai daddymu sendiri karena uncle Thomas adalah orang yang bertanggung jawab dengan keamanan perusahaan dan markas aku" balas Xander sambil tersenyum menyeringai.
"Tepat sekali ucapan kamu. Karena kenyataannya daddy aku memang sangat bodoh" ucap Mikhail dengan santai.
"Raja setan sialan!" hardik Thomas dengan suara tinggi.
"Son" ucap Valeria sambil menggelengkan kepalanya untuk tidak membuat daddynya kesal.
"Aku berkata jujur mom" ucap Mikhail dengan santai.
Thomas bangun ingin menghajar putranya tapi ditahan oleh sang istri, karena itu percuma saja. Melihat hal itu Mikhail tersenyum mengejek menatap daddynya yang membuat emosi Thomas semakin menjadi.
"Siapa dia Mikhail?" tanya uncle Xavier dengan suara dingin dan tegas.
"Damon" panggil Mikhail dengan suara tak kalah dingin.
Damon lalu menaruh kotak segi empat kecil di atas meja dan tiba-tiba muncul informasi mengenai siapa orang di balik ini semua.
"Siapa dia?" tanya Xander dengan penasaran.
"Apa dia orang yang kita kenal?" tanya David dengan suara dingin.
"Wajahnya tidak asing" ucap Xavier seperti mengenali orang tersebut.
"Erich" ucap Xavier lagi setelah berhasil mengingat siapa orang itu.
"Siapa Erich uncle?" tanya David dan Henry dengan serentak.
"Daddy mengenalnya?" tanya Xander.
"Bos apa dia Erich yang itu?" tanya Albert dengan Thomas dengan serentak.
Xavier tak menjawab semua pertanyaan mereka dan malah menatap Mikhail dengan tatapan sulit diartikan. Mikhail tersenyum menyeringai membalas tatapan uncle Xavier seakan mengatakan jika apa yang sedang ia pikirkan saat ini benar.
"Seperti yang uncle pikirkan" ucap Mikhail dengan suara dingin dan tegas.
...π π π π π...
To be continue..............