HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Empat puluh. HTG


David mengetuk pintu kost Mia. Beberapa kali mengetuk, tidak juga ada sahutan. David pergi ke kamar sebelah. Kebetulan pemghuninya keluar.


"Mia kemana, Wi. Dari tadi aku mengetuk kok nggak ada jawaban?" tanya David dengan Dewi, teman sebelah kost Mia.


"Mia kemarin pulang ke kampung. Emang nggak ada kabari kamu?"


"Ke kampung?"


"Ya. Kamu dan Mia bertengkar. Aku jarang melihat kamu di sini. Biasanya setiap saat pasti kamu ada."


"Aku sibuk kerja. Aku harus mencari uang buat biaya kuliah."


"Oh, aku kira kalian putus. Karena aku sering melihat Mia termenung. Nggak seceria dulu lagi."


"Mungkin lagi banyak tugas di kampus. Aku pamit dulu ya. Pasti Mia lupa kabari."


David pamit. Ia terpaksa berbohong agar tidak banyak pertanyaan dan gosip tentang dia dan Mia.


David naik angkot menuju terminal. Dalam. perjalanan pikirannya masih saja pada Mia.


Kenapa Mia nggak menunggu aku buat pulang bareng. Apa Mia ada masalah sehingga memutuskan pulang ke kampung duluan?


Di kampung halamannya, Mia baru saja selesai sarapan. Ia pamit pada kedua orang tuanya untuk mengunjungi ibu David.


"Ibu, aku mau ke rumah David dulu."


"Bawakan sarapan buat ibu David. Udah dua hari dia nggak jualan, kurang enak badan."


"Baiklah, Bu. Aku siapin dulu."


Mia memasukan mie goreng buatan ibunya ke dalam tantang. David anak bungsu dari tiga saudara. Kedua orang kakaknya telah menikah dan tinggal di Malaysia.


Dulu kedua kakaknya bekerja di sana dan berjodoh dengan sesama pekerja dati Indonesia.


Sekarang keduanya masih bekerja di malaysia. Yang pertama memiliki putra satu yang saat ini tinggal bersama ibu David. Yang kedua belum memiliki keturunan. Mungkin karena saling sibuk.


Mia mengambil sepedanya. Dengan perlahan menuju rumah David yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.


Sampai di rumah David, Mia melihat Arya ponakannya David sedang bermain di halaman.


"Arya, apa kabar?"


"Tante Mia."


"Kamu tambah ganteng aja." Mia mencubit pipi gembul Arya.


"Ada di dalam," ucap Arya.


"Kalau gitu tante Mia masuk dulu. Mainnya jangan jauh-jauh."


Mia masuk ke rumah setelah mengetuknya terlebih dahulu. Mia melihat ibu David yang sedang minum teh.


"Mia, kapan kamu datang? Davidnya mana?"


"Kemarin, Bu. David nanti baru datang."


"Kenapa bisa beda?"


"Nanti aja aku ceritakan, sekarang ibu sarapan dulu. Ibu pasti belum sarapan. Oh, ya Arya juga pasti belum sarapan. Aku panggilan Arya dulu."


Mia ke halaman dan memanggil Arya. Ia mengambil dua piring dan menyiapkan buat Ibu David dan Arya.


"Kalian ada masalah, kenapa nggak pulang bersama? Apa David menyakiti kamu lagi?"


"Ibu habiskan dulu sarapannya, nanti aku pasti akan cerita."


"Jangan bilang, David ingin memutuskan hubungan kalian lagi," ucap Ibu David.


"Ibu, benar. David ingin memutuskan pertunangan kami. Kali ini mungkin David nggak main-main."


Ibu memegang dadanya. Sudah kedua kalinya David meminta hubungan pertunangannya dengan Mia berakhir.


David selalu beralasan jika ia dan Mia lebih cocok sebagai saudara. Ia menyayangi Mia seperti adiknya.


Namun ibu David selalu saja menasihati jika Mia adalah wanita baik yang pantas David jadikan istri. Ibu mengenal siapa Mia.


"Maksud kamu apa, Mia."


"David ingin memutuskan pertunangan kami karena ia telah mencintai wanita lain."


Ibu David kaget mendengar perkataan Mia. Ia menghentikan suapannya.


*


*


*


Bersambung