Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 61


"Arya aku pamit dulu !, sekali lagi aku minta maaf !" ucap Farhan setelah hampir satu jam mereka mengobrol di ruang perawatan Bunga .


"Oh ! apa kamu langsung pulang ke kota M ?" tanya Arya .


"Iya !, aku tidak bisa ninggalin anak dan istriku lama lama ! . Nanti kalau ngadain resepsi jangan lupa undangannya .Semoga kamu dan istrimu cepat dapat momongan !" jawab Farhan.


"Iya ! tapi itu sepertinya masih lama , doakan saja !"balas Arya . mengikuti Farhan berdiri dari sofa berjalan ke arah ketiga gadis yang berada di atas brankar .


"Sayang ! perkenalkan ini temanku ! namanya Farhan !" ucap Arya kepada Bunga .


Ke tiga gadis itu pun menghentikan obrolan mereka , sama sama mengalihkan tatapan mereka kepada Farhan dan Arya .


"Farhan !" ucap Farhan teraenyum , megulurkan tanganya kepada Bunga .


"Bunga !" balas Bunga tidak kalah ramahnya , setelah menerima uluran tangan Farhan .


"Ternyata sekarang kamu tumbuh menjadi gadis yang manis ! , pantas Arya tidak sabar ingin memilikimu !" ucap Farhan lagi .


Bunga menaikkan alisnya , kenapa pria yang baru berkenalan dengannya itu , berbicara seperti itu ?. Bukankah mereka tidak pernah bertemu atau kenal sebelumnya ! .


"Kamu 'kan ! dulu gadis tomboy yang suka balap sepeda itu ?" tanya Farhan lagi.


"Dari mana Pak Farhan tau ?" tanya Bunga .


"Jangankan mengenalmu Farhan !, Aku yang sering ke rumahnya dulu dia gak kenal . Dia hanya sibuk di Dunianya sendiri , tanpa peduli siapa yang datang ke rumahnya"ujar Arya .


"Wah ! ternyata sudah dari dulu kamu memperhatikannya" tuduh Farhan .


"Sepertinya begitu, tapi dulu dia masih sangat kecil , masih SD !" balas Arya tersenyum .


"Nyonya Arya !, saya pamit dulu ! , semoga cepat sembuh !, dan semoga kalian cepat dapat momongan !" pamit Farhan , tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Bunga , entah kenapa ia gemas melihat Bunga .Bunga hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum .


"Dia itu istriku.. woi !" protes Arya , menyingkirkan tangan Farhan .


"Dasar pencemburu !" maki Farhan .


"Terserahku !" balas Arya .


"Hai ciwi ciwi !, apa kalian gak ingin berkenalan denganku ?" goda Farhan mengedipkan matanya kepada Vani dan Tari .


"Kami gak suka kenalan dengan Bapak Bapak !" balas Vani .


"Betul !" sambung Tari .


"Ayo sana cepat pulang ! , anak sudah mau dua juga , masih saja godain cewek !" usir Arya , mendorong tubuh sahabatnya itu .


Farhan mencebikkan bibirnya ," kaya gak suka aja dulu kamu menggoda cewek !" balas Farhan .


"Aku gak sepertimu !" sanggah Arya cepat , ia memang tidak suka menggoda cewek selain dengan cewek yang ia sukai . Arya kemudian mendekati Bunga ." sayang ! aku mengantarnya dulu ke bawah ya !" ucapnya kepada Bunga , kemudian mencium kening Bunga .


"Tari ! Vani kalian belum mau pulang 'kan ! , Bapak titip Bunga dulu !" ucapnya lagi kepasa kedua sahabat istrinya itu .


"Belum Pak ! , tapi Bapak jangan lama lama !" Vani yang menjawab .


"Sebentar aja !" balas Arya . kemudian keluar dari ruang perawatan Bunga bersama Farhan .


"Bukankah kamu sempat berpacaran dengan Rania ?. Kenapa bisa kamu menikah dengan adiknya ?" tanya Farhan , setelah mereka berjalan di lorong rumah sakit menuju lif .


Arya mengangkat bahunya ," mungkin sudah jodoh !" jawab Arya singkat , mereka pun masuk ke dalam untuk turun ke lantai bawah .


"Bubu ! coba telephon Pak Arya , kami sudah mau pulang nih !" ujar Tari , karna hari sudah hampir malam .


"Kalian pulang aja ! , gak apa apa kok ! aku di tinggal sendiri !" ucap Bunga .


"Kami gak tega tau ! ninggalin kamu dalam keadaan sakit seperti ini !" balas Vani .


"Gak apa apa ! , bentar lagi dia pasti datang !" ucap Bunga .


"Benaran gak apa apa ?" jelas Tari .


"Iya ! sana kalian pulang !, aku juga mau istirahat !" ucap Bunga .


"Ya udah ! kalau begitu kami pulang dulu , besok kami kesini lagi !" ujar Vani . Bunga menganggukkan kepalanya . Vani Tari dan Gandi pun meninggalkan ruangan perawatan Bunga .


Di kanti rumah sakit , ternyata Arya bertemu dengan keliama orang tua yang menyeret Bunga dari dalam toilet sekolah waktu itu , beserta orang tua Leo dan Zoya . Mereka sengaja datang untuk meminta maaf kepada Arya langsung dan ingin menjenguk Bunga untuk melihat keadaannya . Karna Arya tidak ingin membuat emosi Bunga terpancing lagi , dengan kedatangan para orang tua dari orang orang yang menzholiminya . Arya pun tidak memperbolehkan mereka langsung menemui Bunga , sehingga mereka berkumpul di kantin Rumah Sakit .


"Sekali lagi , kami minta maaf atas perbuatan anak anak kami Pak Arya !. Jujur kami juga sangat menyesalkan perbuatan mereka . Dan ijinkan kami menanggung biaya pengobatan istri Bapak sampai sembuh !" ujar Pak Sanjaya .


"Saya sudah memaafkanya Pak !, untuk biaya pengobatan istri saya..saya masih sanggup membayarnya Pak ! . Saya rasa itu tidak perlu !" balas Arya .


"Kami tau Pak Arya !, bukan maksud kami untuk mengukur kemampuan Pak Arya . Anggap saja ini bentuk pertanggung jawaban kami atas perbuatan anak anak kami" ujar Pak Sanjaya lagi .


"Iya Pak Arya !" sambung salah satu orang tua yang menyeret Bunga .


"Baiklah ! terserah kalian saja ! , saya sudah terlalu lama meninggalkan istri saya , kalau begitu..saya permisi duluan !" pamit Arya , berdiri dari tempat duduknya , di ikuti para orang tua murid itu .


"Sakali lagi kami minta maaf Pak Arya !" ucap Pak sanjaya lagi , menyalam tangan Arya , di ikuti yang lainya , melakukan hak yang sama . Arya pun segera kembali ke kamar perawatan Bunga .


Arya membuka perlahan pintu kamar perawatan Bunga . Ia sudah tau kalau ketiga sahabat istrinya itu sudah pulang , karna Bunga sudah mengirim pesan kepadanya , di lihatnya Bunga sudah tertidur . Arya pun melangkahkan kakinya ke arah brankar Bunga . Membuka sendalnya , kemudian naik ke atas brankar , membaringkan tubuhnya di samping Bunga , menarik Bunga ke dalam pelukannya .


"Aaryan..!" gumam Bunga , merasakan kehadiran Arya di sampingnya .


"Apa sayang ? Hm..! , aku pikir tidurmu sudah nyenyak !" tanya Arya , mengcup pelipis Bunga .


"Kenapa lama ?" tanya balik Bunga .


"Tadi jumpa teman lama di bawah , dia mengajak ngopi sebentar . Gak enak menolaknya , karna kami sudah sangat lama gak bertemu" bohong Arya . Bunga pun mengangguk pelan saja , karna ia mengantuk .


"Tidurlah sayang !, biar kamu cepat sembuh ! , biar kita cepat bisa mencapai surga bersama" ucap Arya menggoda Bunga .


"Dasar guru mesum ! , sama muridnya lagi !, gak ada malunya !" maki Bunga tanpa membuka matanya.


Arya malah tertawa cekikikan , lalu merapatkan tubuhnya ke tubuh Bunga ."Bukan aku yang mesum sayang ! , tapi juniorku !" bisik Arya ketelinga Bunga . menggesek gesekkan juniornya ke pinggang Bunga yang sudah menjadi angka satu tegak lurus ."Apa kamu bisa merasakannya sayang ?, cepatlah sembuh , dia sudah sangat merindukanmu !" bisik Arya lagi , napas hangatnya menyapu daun telinga Bunga , sehingga membuat Bunga merinding ,Bunga mengalihkan tatapanya ke arah lain , menyembunyikan wajahnya yang merah merona . Kan ! pikiran kotor Bunga jadi melanglang buana ke hukuman di atas kasur .


"Aku tau kamu juga merindukannya sayang !, tidurlah ! biar kamu cepat sembuh" ucap Arya lagi , ia sangat senang menggoda bunga dengan kalimat kalimat mesumnya . melihat wajah Bunga yang merona , menurutnya Bunga terlihat cantik dan menggemaskan . Arya mengembangkan senyumnya sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi , melihat Bunga yang malu .


Cup !


Satu kecupan Arya daratkan di pipi Bunga ."Kenapa masih malu sayang !, kita sudah saling mengenal luar dan dalam !."


"Aaryan...!" rengek Bunga manja , menarik selimut menutup wajahnya . Arya benar benar keterlaluan , selalu saja menggodanya .


.


.