
Kai mengantarkan istrinya ke Bandara setempat pada pagi itu. Ia menatap wanita yang di cintainya itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Helaan nafas kasar berulang kali keluar dari bibir dan hidungnya, bertanda kalau ia sedikit tak rela di tinggal pergi anak dan istri.
"Daddy, aku pasti akan merindukanmu." Honey memeluk ayahnya dengan erat, raut wajah anak perempuan itu begitu sedih, seolah enggan berpisah dengan ayahnya.
Bibir Honey mberengut, kedua matanya...