Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 53 : Ingin Ketemu


Saat Della sudah mulai merasa tenang, Mereka berdua lalu keluar dari mobil dan langsung di sambut oleh ibu kostnya yang terlihat begitu ramah.


Untuk barang-barang bawaan Della, Daniel sendiri yang membawakannya masuk kedalam kamar bahkan tanpa mengeluh sedikitpun.


Setelah semuanya beres Della merebahkan diri diatas kasurnya, dia melirik Daniel sekilas, "Nill... Gimana kalau kita pergi cari makanan?"


"Oke! Kebetulan ini cacing didalam perutku udah demo dari tadi!"


Mereka lalu pergi berdua, sekalian Della ingin membeli beberapa alat yang akan ia pakai untuk keperluannya esok hari.


Namun Della lupa kalau uangnya tinggal sedikit setelah membayar uang sewa kost, alhasil ia hanya bisa melamun didalam mobil sambil memikirkan bagaimana caranya ia bisa dapat uang dengan cepat.


"Kenapa lagi Dell? Masih mikirin soal tadi?"


"Ha? Eng-enggak kok!" Elaknya.


"Terus apaan?"


"Biasalah Nill... Mikirin uang!"


"Ohh soal itu? Kamu tenang aja kan ada aku? Kalau kamu butuh sesuatu ya kamu tinggal bilang ke aku!"


"Aku nggak enak sama kamu Nill... Aku udah banyak ngerepotin kamu! Terus gimana kalau mama atau papa kamu tau kamu berteman sama orang kayak aku!" Lirihnya


Sambil menyetir Daniel sesekali menatap Della saat bicara, "Kok malah jadi sungkan gini sih Dell? Bukannya kita udah jadi teman ya? Teman itu saling berbagi dan saling membantu, bukan malah datang di saat butuhnya doang!"


Mendengar jawabannya Della merasa itu sedikit menenangkan kegelisahannya.


"Makasih nill... Aku jadi nggak tau mau balas kebaikan kamu tuh kayak gimana!"


"Hm... Gimana ya ngomongnya, nanti dehh aku pasti bakaln minta imbalan yang bisa langsung kamu kasih ke aku!" Katanya.


"Apaan?" Tanya Della penasaran.


"Ya nanti ajalah Dell.... "


Entah apa yang Daniel fikirkan namun sesat ia tersenyum saat mengatakannya.


...***...


Selang 1 minggu kemudian Della tinggal di kost-kosannya, Hari-hari terlewati dengan suasana sepi sendirian di kamar kost.


Dan perasaan tak nyamannya masih terasa, terkadang ia ingin kembali kerumah kakaknya apalagi sudah seminggu ini Mala maupun Raka belum mengunjunginya juga.


Della sampai overthinking, berfikir jikalau kakaknya tidak ingin menemuinya lagi karena masalah sebelumnya.


Della beberapa kali meneteskan air mata saat mengingat hal tersebut.


"Dirumah itu nggak nyaman, pindah kesini juga malah makin nggak nyaman, akutuh gimana sih? " Gerutunya pada diri sendiri.


Della sering kali merasa kesepian, untung saja ada Daniel yang sering menelponnya setiap sebelum tidur dimalam hari.


Mereka berdua seperti orang pacaran namun Daniel belum juga menyatakan perasaannya pada Della.


Dert... Dert... Dert....


Sambil bersandar dikepala ranjang, ponselnya bergetar dan ternyata yang menelfon adalah Raka, jujur saja dia malas untuk menerima panggilan tersebut tapi dia juga penasaran bagaimana kabar kakak iparnya itu.


"Halo kak, kenapa?" Tanyanya datar.


"Akhirnya kamu angkat juga Dell... Kakak fikir kamu nggak bakal angkat panggilan kakak loh... Ohh iya, kakak mau ketempatmu tapi kakak nggak tau alamat kamu! Kamu Sharelock dong!" pinta Raka.


"Buat apa kakak kemari?"


"Lohh kok gitu sih Dell? Emangnya kamu nggak mau kakak sama kakakmu jengukin kamu! Asal kamu tau yah... Kakak kangen berat lohh sama kamu!" ucapnya.


Hanya dengan mendengar kata tersebut jantung Della seketika berdegup kencang.


"Ja-jadi kak Mala udah nggak marah juga sama aku?" Dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


Namun Raka tidak menjawab tapi malah berkata, "Della.... sumpah aku kangen banget sama kamu! Pengen langsung ketemu kamu Dell..."