
Api yang berkobar membakar lebih panas dari matahari ketika dilepaskan dari mulut naga dan muncul dari tanah yang terbakar. Kemudian, nafas sang naga mulai mengecil, terfokus pada satu titik hingga menjadi bola kecil cahaya cemerlang yang melayang di mulut makhluk itu. Itu bersinar menakutkan, merah seperti darah segar yang menutupi medan perang atau magma yang mengalir.
Tapi mata Kaleesh tertuju pada satu orang dan satu orang saja—seseorang yang gemetar ketakutan, air mata siap mengalir di pipinya. Pemandangan itu membuat Kaleesh marah besar. Darahnya semakin panas dan panas, seperti seluruh ...