GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 246


Dimansionnya Alex, semua keluarganya yang sudah merasa cukup lama main dimansionnya Alex, dan baru saja selesai makan bersama juga setelah olahraga tadi, para Keluarga William akhirnya pada memutuskan untuk kembali pulang kemansion mereka sendiri.


"*Yang sabar ya adik iparku*",, kata Tara berpamitan pulang kepada Alex sambil menggodanya juga.


Sebab Tara sangat tahu, jika senam mereka tadi pagi masih ramai diperbincangkan oleh semua orang.


"*Si4l4n kamu Tara*",, kata Alex kepada Tara dengan sambil melototkan matanya.


Namun Tara malah menanggapinya dengan tertawa cukup keras sekali.


Begitupun dengan keluarga yang lain, mereka juga hanya tertawa saja melihat wajah kesalnya Alex seperti itu.


Dan setelah berpamitan semuanya, akhirnya Keluarga William meninggalkan istananya Alex, begitupun juga Tuan Gavi yang ikut-ikutan pulang juga kemansionnya sendiri.


Tinggallah Ana dan juga Alex berdua saja diruang tamu tersebut.


"Aku lapar sayang*",, kata Alex kepada Ana.


"Kan kita juga baru saja selesai makan bersama keluarga semuanya tadi Papah", jawab Ana kepada Alex dengan wajah lucunya.


"Bukan lapar yang itu, tapi yang ini", kata Alex kepada Ana sambil menunjuk keular anacondanya.


Membuat Ana menjadi ikut-ikutan mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk oleh Alex.


"No, ini masih siang, Ana capek mau istirahat Kakak", kata Ana kepada Alex.


"Kan bisa beristirahatnya nanti setelah kita melakukan itu sayang", kata Alex kepada Ana dengan nada manjanya.


"Tidak mau", jawab Ana kepada Alex dan dia langsung saja beranjak berdiri dari shofa yang didudukinya itu.


Alex yang melihat Ana mencuekinnya, dia lalu ikut-ikutan berdiri dari duduknya dan langsung saja menggendong Ana dengan gaya bridal style.


Ana dia langsung saja berteriak ketika Alex tiba-tiba menggendongnya seperti itu.


"Papah Xander membuat Ana terkejut", kata Ana kepada Alex sambil memukul kecil dadanya Alex.


Namun Alex hanya tersenyum manis saja kepada Ana.


Alex langsung saja membawa Ana kedalam kamar pribadi mereka.


Dan ketika sudah sampai, Alex lalu menurunkan Ana keatas ranjang dengan sangat hati-hati sekali.


Setelah itu, Alex langsung saja ikut merebahkan badannya disebelahnya Ana dan juga langsung mencium Ana tepat dibibirnya.


Jika Alex merasa geram dan gemas dengan Ana, hanya seperti itulah yang bisa dia lampiaskan kepada Ana.


Sebab Alex rasanya sangat susah sekali untuk marah kepada Ana yang selalu menampilkan wajah lucu dan menggemaskannya.


Ana juga langsung juga membalas ciuman dari Alex tadi.


Mereka berciuman dengan sangat lembut dan intens sekali.


Hingga tangannya Alex juga sudah tidak bisa tinggal diam saja.


Tangannya sudah menjam4h dan mer4mbah kebukit squishynya Ana dengan sambil merem45nya dengan lembut dari luar baju olahraga yang dipakai oleh Ana.


Alex pun tidak sampai disitu saja, tangannya lalu dia telusupkan kebaju olahraganya Ana dengan perlahan-lahan.


Dan ketika sudah sampai dibukit squishynya Ana, Alex langsung saja merem45 pelan pucuk bukit squishynya Ana dengan sangat lembut sekali.


Hingga membuat Ana langsung saja mende***h dengan tertahan, karena bibirnya masih berciuman dengan Alex.


Dengan tangan yang masih bermain dibukit squishynya Ana, Alex lalu melepaskan ciuman bibirnya dan bepindah keleher putihnya Ana dengan gerakan lembut sekali.


"Aaaaaahhhh", d***h Ana ketika Alex memberikan tanda cinta dilehernya.


Alex juga lalu membuka baju olahraganya Ana hingga keatas d4d4nya Ana, dan terlihatlah bukit squishynya Ana yang sangat ranum sekali itu sebab Ana sedang hamil lagi.


Alex langsung saja memberikan ciuman dan banyak tanda cinta kebukit squishynya Ana dengan lembut dan penuh dengan perasaan.


Setelahnya Alex langsung saja melahap bak makan mochi dengan begitu lahapnya.


Alex memainkan lidahnya diatas bukit squishynya Ana dengan gerakan yang sangat-sangat sen***l sekali.


"Aaaah Kak Xander", kata Ana mende***h memanggil namanya Alex.


Alex semakin menggebu saja memainkan bukit squishynya Ana ketika melihat Ana sangat menikmati permainannya.


Alex yang sudah On dan siap memangsa mangsanya, dia langsung saja menghentikan aksinya kebukit squishynya Ana.


Dan Alex langsung saja menarik dengan perlahan celana training yang sedang dipakai oleh Ana.


Tinggallah segitiga bermudanya Ana yang masih menempel dikakinya Ana.


Ana hanya pasrah saja dengan apa yang akan dilakukan oleh Alex kepadanya.


Alex yang sudah tidak sabar, dia langsung saja merobek segitiga bermudanya Ana dengan sekali tarikan saja.


Dan akhirnya terpampanglah liang surgawinya Ana dihadapannya Alex.


Ana yang sudah tahu akan apa yang harus dilakukannya, dia langsung saja mengangkat tinggi kedua kakinya dan juga membukanya.


Sedangkan Alex dia langsung saja membenamkan wajahnya keliang surgawinya Ana dengan segera yang sudah siap dij4m4hnya itu.


Alex membuka liang surgawinya Ana menggunakan kedua jarinya supaya dia semakin bisa mengeskplornya dengan bebas.


"Aaaaaaahh", d***h Ana ketika Alex sudah mulai memainkan lidahnya diliang surgawinya itu.


Alex semakin dalam saja membenamkan lidahnya keliang surgawinya Ana, membuat Ana semakin tidak karuan sekali.


"Aaahhh Kak Xander",, d***h Ana lagi kepada Alex.


Alex juga mengh1s4p kulit kecil yang ada ditengah diantara bibir bawahnya Ana dengan h1s4pan yang sungguh membuat Ana sangat melayang sekali.


Dan tidak menunggu waktu lama, akhirnya Ana sampai juga kepuncak kenikmatannya yang pertama sambil mende***h cukup panjang sekali.


Sudah tahu Ana sudah merasakan pelepasannya yang pertama, Alex bukannya melepaskan liang surgawinya Ana, dia malah masih mengh2s4p-h1s4p kulit kecilnya Ana itu dengan menggebu sekali.


"Aaaaaaah, aaaaaahhh, aaaaaahhhh", Ana dibuat mend***h oleh Alex dengan apa yang dilakukan oleh Alex kepadanya.


Dan setelah puas, Alex langsung melepaskannya dan melepaskan juga semua yang melekat ditubuhnya.


Tidak mau menunggu terlalu lama lagi, Alex langsung saja memposisikan anacondanya kedalam sarang lembabnya Ana itu.


Dan akhirnya masuk juga semuanya, anaconda peliharaannya kedalam sarang miliknya Ana yang siap dia singgahi.


"Aaaaaahhhh", d***h Alex juga ketika dia sudah bisa memasukkan miliknya semuanya kedalam liang surgawinya Ana.


Alex langsung saja menggerakkan anacondanya keluar masuk dari dalam sarang dengan gerakan yang perlahan tapi pasti.


"Aaah, aaah, aaah, aaahh", d***h Ana dan Alex secara bersamaan ketika mereka merasakan enak akan gesekan dua alat ke***in itu.


Alex menggoyangkan pa***tnya sambil memejamkan matanya, begitu juga dengan Ana yang sama memejamkan matanya, untu menikmati milik mereka yang sedang mengadakan pertemuan rahasia itu.


Ketika Alex merasakan jika dia ingin segera mengluarkan lendir ajaibnya itu, dia semakin cepat saja menggerakkan anacondanya didalam liang surgawinya Ana.


Dan akhirnya keluar juga lendir dari sang anaconda miliknya Alex kedalam miliknya Ana lagi.


"Aaaaaaaaaaaaaahhhhh", d***h Ana dan Alex dengan sangat panjang ketika mereka merasakan puas secara bersama-sama.


Setelah bisa menuntaskan h4sratnya itu, Alex langsung saja merebahkan badannya disampingnya Ana, karena dia takut jika dia akan menindih perutnya Ana yang sudah terlihat sangat buncit sekali itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...