
Sampai diperusahaannya Demon keluar dari mobil setelah asistennya membukakkan pintunya, kembali masuk kedalam dengan disuguhi pemandangan karyawan yang terlihat sibuk bekerja, tidak sedikit pula karyawan wanita yang memandangnya dengan tatapan memuja
Sang asisten Deon juga tidak kalah dengan wajah tampan dan mempesona, tapi pesonanya masih kalah jauh dari bosnya itu, mereka berdua berjalan menelusuri lorong menuju tempat lift berada, Demon menggunakan lift khusus ceonya. Ting bunyi lift berhenti dilantai 20 dimana ruangan Demon dan Deon berada, tidak boleh ada yang menginjak lantai 20 miliknya kecuali bagi karyawan yang memang dipercayainya. Dan dapat persetujuan dari Demon tentunya
Jika ada yang berani siapapun lancang menginjakkan kakinya di lantai 20 siap - siap saja akan terkena hukuman oleh Demon. Demon juga termasuk pria gila kerja , jika sudah bekerja dia selalu lupa waktu dan dirinya jika sudah fokus bekerja itu tidak suka diganggu
Sampai diruangannya Demon melepaskan jasnya dan disampirkan dikursi kebesarannya, dengan baju kemeja itu otomatis otot kekarnya akan tercetak jelas hmmmm sungguh membuat kaum hawa ngeces alias ngiler
Demon kembali fokus memeriksa setiap berkas yang menggunung dimejanya itu, tidak lama Demon berhenti sejenak dari aktifitas memeriksa berkas ditangannya
Demon meraih gagang telponnya dan memencet tombol angka 2 , dan gagang telpon itu didekatkan ditelinganya. Terlihat telpon itu tersambung
"Deon keruangan saya sekarang juga" setelah berbicara beberapa kata tanpa menunggu jawaban diseberang sana, Demon menutup sambungan telponnya
Di ruangan Deon
Setelah mendengar permintaan bosnya, Deon segera menjawabnya sebelum menjawab tampak sambungan telpon ditutup diseberang sana
"Halo halo bos" ucap Deon yang merasa tidak dijawab dari Deon
" Oh shitttt, selalu saja begini jika aku tidak berani dengan moster itu sungguh aku ingin menggeplak kepalanya biar sadar" gerutu Deon
" Arghhhh aku keruangan bos saja sebelum keluar tanduk dikepalanya itu keluar" ucap Deon lalu melangkahkan kaki keluar dari ruangan dan berjalan kearah ruangan bosnya yang terlihat dekat dengan ruangan miliknya
Kembali diruangan Demon
Setelah menelpon asistennya Demon kembali fokus memerika berkas yang berada dihadapannya, tidak lama kemudian
"Hatchuhhh....ada yang membicarakan aku. Hahh pasti asisten laknat itu yang berani denganku, lihat saja apa yang akan aku lakukan" ucap Demon dingin
Tok tok tok
" Nah itu pasti si asisten laknat itu" gerutunya lagi
Tidak lama
"Masuk " suara bariton menggema disana, beda kali dengan yang digerutui tadi
Ceklek pintu terbuka dari luar
Terlihat bosnya masih fokus bekerja, Deon melangkah kakinya perlahan mendekati meja Demon
"Bos, ada apa memanggil saya?? " tanya Deon penasaran
Demon mendongakkan kepalanya.
"Apa besok masih ada yang penting disini?? " tanya Demon dingin dan datar
Deon mengecheck tab yang dibawanya guna melihat jadwalnya sibos
"Besok tidak ada yang penting bos" jawab Deon
"Baiklah persiapkan jetnya saya ingin pulang" ucap Demon dingin
"Sekarang bos?? " tanya Deon
Demon menaikkan alisnya sebelah
"Tidak tahun depan!! Ya besok lahh, tidak lihat kah sekarang ini saya masih sibuk memeriksa angka yang menjengkelkan ini" jawab Demon ketus
"Aaa baik bos besok akan saya persiapkan, kalau gitu saya undur diri bos" ucap Deon sambil membungkuk sedikit
Deon mau akan berbalik arah, tiba - tiba
"Tunggu dulu" ucap Demon
Deon kembali menghadap Demon
"Apa ada lagi bos?? " tanya Deon
"Emmm ini kopi minumlah, saya kenyang jadi tidak habis" ucap Demon dingin
"Ehhh beneran bos?? " tanya Deon kegirangan
Demon mengangguk
"Minumlah disini dan nanti saat keluar cangkirnya sekalian kamu bawa ke pantry" perintah Demon
Deon merasa ada yang aneh disini, Deon masih berdiam diri
"Minum" perintah Demon dingin sambil matanya menunjuk ke cangirknya berada
" Aaa i iya bos" ucap Deon gugup, Deon mangambil cangkir yang berisi kopi itu dan meminumnya pelan
Seringai tipis tercetak dibibir Demon, sayangnya Deon tidak mengetahui itu. Melihat asistennya meminum kopinya dengan semangat dalam hati bersorak
"Sudah habis bos" ucap Deon nyengir
"Yasudah kembalilah ketempatmu" ucap Demon acuh. "Aa baik bos, terimakasih kopinya" ucap Deon
"Hmmm, jangan lupa besok persiapkan keberangkatan saya untuk pulang" balas Demon yang kembali memeriksa berkasnya
"Baik bos" jawab Deon, lalu keluar dari ruangan bosnya dengan membawa cangkir bekas kopi tadi, setelah meletakkan cangkir itu diwastafel Deon kembali keruangan kerjanya
Sampai diruangannya Deon kembali bekerja, 5 menit kemudian
Duttt dut dut
"Aduhh perutku sakit" ucap Deon meringis
Dut
"Aduhh baunya tidak enak lagi" ucap Deon lalu berlari ke WC yang ada kamar mandinya, 10 menit kemudian Deon keluar dari kamar mandi
Tiba - tiba...... dut dut
"Aduhh gue habis makan apa sih kok perutku mules begini" ucap Deon yang kembali ke kamar mandi
30 menit kemudian, Deon kembali keluar dari kamar mandi dengan keadaan lemas rasanya, gimana tidak Deon keluar masuk kamar mandi sebanyak 5x
"Gue habis makan apa ya?? " gerutunya sambil berfikir
Tiba - tiba mata Deon melek seketika
"Apa gue habis minum kopi dari sibos tadi" ucap Deon menduga
"Ahhhh sibos sialan, dia mengerjaiku kayaknya ini karma buat gue yang berani mengumpati bos tadi " gerutunya
Disisi ruangan Demon
"Hahaha, pasti asisten laknat itu sudah bolak balik ke kamar mandi" tawa devilnya
"Siapa suruh berani mengumpatiku" gerutu Demon kesal, lalu kembali fokus kerja
Tadi Demon meneteskan obat pencahar dikopinya tadi. Merasa sudah tidak ada berkas lagi, Demon melirik jam dinding yang ada diruangannya terlihat sudah jam 18.00
"Sudah jam segini, lebih baik aku pulang saja sekalian beberes buat bawa pulang besok" ucap Demon pelan
Demon berdiri dari duduknya dan meregangkan badanya yang terasa pegal menurutnya, dia menatap meja kerjanya biar rapih saat ditinggal pergi, mambawa tas jinjing yang berisi berkas dan laptopnya lalu beranjak pergi. Sampai diluar bertepan Deon juga keluar dari ruanganya
Demon melihat asistennya itu terlihat lemas, letih dan lesu, sungguh kasihan. Tapi ini Demon dia tidak akan ada belas kasihannya
"Ada apa denganmu?? " tanya Demon pura - pura tidak tahu
"Tadi saya habis mules bos" jawabnya agak kesal
"Dasar pura - pura tidak tahu lagi" dalam hati Deon
"Kok bisa?? " tanya Demon sambil menapakkan raut wajah polosnya
" Ahh sibos jangan pura - pura tidak tahu ya, aku tahu tadi bos ngasih sesuatu dikopi tadi" ucap Deon kesal
"Hahaha, mangkanya jangan beraninya mengumpatiku" ucap Demon datar lalu pergi meninggalkan asisten laknatnya itu
Mulut Deon tampak berkomat kamit sambil menyusul Demon, sampai dibasment parkiran Deon mengambil mobilnya disana, sedangkan Demon menunggu didepan perusahaannya dengan ditemani security disana
Tidak lama kemudian mobil yang dikedarai Deon terlihat dan berhenti didepan Demon, security disana langsung sigap membukakkan pintu mobil yang dibelakang, Demon langsung masuk kedalam mobil
"Terimakasih " ucap Demon dingin sambil menatap securitynya
Security yang mendengar itu membukukkan badannya, melihat mobil yang ditumpangi Demon sampai tidak terlihat lagi
"Langsung pulang saja De" ucap Demon
"Iya bos" balas Deon
25 Menit kemudian sampai dimension milik Demon, terlihat gerbang itu terbuka otomatis ketika sang pemilik mension datang, diparkiran mobil itu dengan rapi
Demon keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam mensionnya, lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada dilantai 3, Deon juga tinggal bersama Demon dimension itu
Mension Demon
Terimakasih sudah mampir dikarya author yang ke 2, dikarya ini bakal update secara perlahan ya!!! Jangan lupa mampir dikarya author yang pertama berjudul THE QUEEN okeeee
Jangan lupa juga like, komen dan subscirbe!!!!!!