Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
108


Aron dan dan billi baru saja pulang dari kebun tetangga yanga ada di belakang pagar milik nya, sambil membawa daun singkong pesanan anaya


" sayang , ini daun singkong nya udah aku dapet kan" ucap aron yang menunjuk kan sekantong daun singkong


" terus ngapain , di bawa ke sini , masak sana" ucap anaya


' kok istri ku jadi kaya gini ya, ada apa dengan nya' batin aron yang merasa aneh dengan perubahan sikap anaya


" kok malah bengong , sana masak " ucap anya lagi


Semua orang yang ada di sana pada bengong melihat sikap anya yang berubah


" iya ini juga mau di masak , aku gak bisa cara masak nya , kamu ajarin aku ya" ucap aron dengan nada lembut


" gak , belajar sendiri , aku capek" ucap anya dengan ketus


Billi melirik ke aron seolah olah bertanya kenapa dengan anya, aron hanya mengangkat kedua bahunya


" aku gak mau masak nya, kalua kamu gak nemenin aku dan gak mau ngajarin aku" ucap aron


" hiks hiks , kamu tega ya mas sekarang sama aku , padahal aku cuma minta kamu buat masakin aku hiks hiks" ucap anya yang tiba-tiba menangis , hal itu membuat semua makin heran dengan sikap anya


" maafin aku ya sayang , iya aku akan masak buat kamu , tapi kamu ajarin aku ya" ucap aron yang langsung memeluk anaya yang masih menggendong syakil


" ya udah ayo , tapi aku cuma liat kamu aja ya" ucap anya dengan manja


" iya sayang , oh ya sayang syakil titip dulu sama billi ya , kasihan kalau syakil di ajak ke dapur" ucap aron


" ya udah , ni bil anak aku , di jagain yang bener , jangan sampek nangis , awas kamu kalau anak aku sampek nangis , aku potong burung kamu" ucap anya mengancam billi


Gelek ... Billi menelan saliva nya sendiri saat mendengar ancaman anaya


" iiya nay" ucap billi gagap , aron hanya tersenyum melihat billi ketakutan saat di ancam anaya


" ayo sayang kita ke dapur" ajak aron sambil merangkul pinggang anaya


" mas jangan pegang pegang aku , kamu bau"ucap anya yang melepas kan rangkulan aron , billi menahan tawa nya saat anaya bilang aron bau


" bau apa sayang , aku masih wangi gini kamu bilang bau" ucap aron yang mencium badan nya sendiri


" gak kamu bau banget" ucap anaya


" sayang , kamu tadi pagi beneran lagi palang merah ya" tanya aron


" iya , tapi cuma pagi aja sekarang gak ada lagi " ucap anya


" kamu pernah gak sebelum nya seperti itu" tanya aron


" gak pernah sih , baru kali ini aja" ucap anya


" apa mungkin kamu hamil sayang , aku pernah baca artikel tanda tanda wanita hamil" ucap aron


"gak lah , aku gak hamil , lagian anak kita masih kecil kecil mas , kalau aku hamil lagi siapa yang akan mengurus mereka , kamu tau sendiri sean dan siti mau tinggal di rumah mereka nanti nya, via dan billi pun juga begitu nanti nya , gak mungkin kan kalau aku harus suruh ibu buat ikut jagain anak kita" ucap anya


" tapi sayang , aku gak pernah pakek pengaman saat berhubungan , kamu juga gak pakek KB" ucap aron, seketika naya terdiam , dan melihat aron dengan tatapan tajam


" kalau aku sampek hamil lagi , awas kamu mas , aku akan menghukum kamu" ucap anya kepada aron dengan tatapan yang sangat mengerikan


' dulu dia yang takut sama aku , kok sekarang aku yang takut sama dia, kenap dia sekarang jadi lebih kejam dari aku yang dulu' batin aron


" ngerti gak mas" ucap anya yang melihat aron hanya bengong saja


" iya aku ngerti sayang" ucap aron


Setalah sampai di dapur aron langsung mempersiapkan segala keperluan untuk memasak dan ia pun segera memasak nya , sedangkan anya hanya mengajari saja , setelah satu jam lama nya akhir nya aron selesai memasak


" mas coba kamu cicipi dulu masakan kamu , kalau enak baru aku mau memakan nya" ucap anya


' kayak nya dia ini sengaja pengen ngerjain aku deh' batin aron


" ayo dicicipin , kok malah bengong aja" ucap anya , aron pun mencicipi hasil masakan nya


" emm anak sayang , aku gak nyangka kalau aku bisa masak seenak ini" ucap aron yang mencicipi masakan nya yang enak menurut nya


" sini sekarang aku yang mencipi nya" ucap anaya yang memakan masakan aron sedikit


" gimana sayang, enak kan" tanya aron pada anya


" gak enak " ucap anya yang bangkit dari duduk nya , ia menuju ke reskuker untuk mengambil nasi


" masa sih gak enak , ya udah kalau dia gak mau biar aku sendiri aja yang memakan nya , ini baru pertama kali makan daun singkong dan aku sendiri yang masak " ucap aron sendiri


Anaya kembali lagi ke meja makan sambil membawa dua piring nasi


" ini untuk apa sayang" tanya ron bingung anya membawa dua piring nasi


" tumisan daun singkong kurang enak kalau gak pakek nasi " ucap anaya yang langsung mengambil daun singkong nya dan memakan nya dengan nasi


" aku kira kamu tadi gak mau sayang" ucap aron


" emm ini baru enak " ucap anya sambil makan , aron yang melihat istri nya makan , ia pun mencoba nya dengan nasi


" iya sayang ini enak banget "ucap aron yang ikut makan


"enak ini apa spageti" tanya anaya , karena aron sangat menyukai spageti


" enak ini sayang , spageti mah lewat" ucap aron makan dengan lahap nya


" hy , kalian berdua sedang makan apa" tanya papa rozi yang menghampiri aron dan anya di meja makan


" makan masakan aku pa" ucap aron


" kamu bisa masak" tanya papa rozi


" bisa di ajarin , istri tercinta ku" ucap aron


" kamu masak apa itu ron" tanya papa rozi lagi


" tumis daun singkong pa , enak banget cicip deh pa" ucap aron


Karena penasaran papa rozi pun mencicipi tumisan daun singkong nya


" gimana pa " tanya anya


" emm enak nay , ini beneran aron yang masak" tanya papa rozi seolah olah tak percaya


" ya iya lah pa " ucap aron sombong


" dapet dari mana daun singkong nya" tanya papa rozi yang ikut makan di piring aron


" aku minta sama yang punya kebun di belakang pegar rumah" jawab aron


" sini ron ini buat papa aja , nanti kamu minta lagi daun singkong nya , terus kamu masak lagi kaya gini" ucap papa rozi yang merebut piring nasi yang ada tumisan daun singkong milik aron , dan membawa nya pergi dari meja makan


" pa , aron belum selesai makan , sayang minta dong" ucap aron


" sini aku siapin aja ya" ucap anaya yang menyuapi aron dengan menggunakan tangan