
Rosalin akan melakukan serangan kepada Hazel, namun Hazel segera menjauh dari Rosalin. Ia segera mengeluarkan skillnya "Fire Demon Terorr" kemudian menyerahkan pukulan dan tendangan dengan sangat cepat, sehingga Rosalin tidak dapat menghindar. Namun semuanya itu hanya mengurangi 5%HP Rosalin.
"dasar setan kau ingin melawanku" kata Rosalin sambil memberikan serangan kepada Hazel. Pukulan dan tendangan dikeluarkan dengan sangat cepat ditambah lagi gerakan Rosalin sangat cepat membuat Hazel tidak dapat menghindarinya, hingga membuatnya terpojok.
"akan kuhancurkan kau" teriak Hazel, kemudian ia mengeluarkan senjatanya "triden*¹•¹". Hazel kemudian melakukan serangan menggunakan senjatanya. Serangan demi serangan dilakukan dengan cepat. Rosalin sangat kewalahan menghadapinya, iapun mengeluarkan senjatanya berupa cakar besi yang keluar dari jari-jarinya. Terjadi adu serangan dan pukulan.
"cakar kucing ilusi" Rosalin mengeluarkan skillnya, melesatlah bayangan cakar dengan cepat ke arah Hazel dan mengenainya. Hazel merasa seluruh tubuhnya sedang dicakar, ia meronta beberapa saat.
Melihat Hazel kesakitan karena serangan Rosalin, iapun menyuruh temannya untuk memberi pertolongan "Naila, Robet cepet HEAL Hazel". Kemudian Frans memerikan serang kepada Rosalin
"akan kuberikan kau balasan" Frans kemudian mengganti senjatanya menjadi dua pistol. Rosalin ditembaki oleh Frans, ia kemudian bergerak dengan cepat untuk menghindari tembakan Frans.
"kau sangat cepat sekal" pikir Frans. "kali ini kau tidak akan lolos" kemudian Frans mendekatkan kedua pistolnya lalu mengunci Rosalin sebagai targetnya. "Shutdown lock" Frans mengeluarkan skillnya berupa tembakan yang telah mengunci targetnya.
Rosalin berusaha untuk menghindarinya, namun tetap saja tidak bisa. Iapun kena serangan skil Frans. Rosalin kemudian memberikan serangan balasan berupa skillnya "cakar kucing ilusi" dan mengenai Frans. Frans pun terjatuh dan merasakan hal yang dirasakan Hazel.
Melihat Frans terkena serangan Rosalin, Naila dan Robet memberikan pertolongan. Edi dan Roy menyerang Rosalin yang kemudian dibantu oleh Hazel.
Sementara itu setelah Naila memberi bantuan kepada Frans, tiba-tiba ia mendengar suara "Naila, halo Naila apa kau mendengar suara saya"
"ya aku dengar. Ini kak Ferdinan?" jawab Naila.
"ya ini Ferdinan"
"kenapa kak? Ingin mengganggu kami?"
"bukan Nai, kakak ingin memberi tahu, kalau kakak akan mengirim beberapa item untuk pertempuran kalian" terang Ferdinan.
"lalu?"
"suruh semua temanmu untuk berkumpul supaya kakak bisa melakukan koneksi dengan mereka"
"seenaknya nyuruh, kenapa ga kakak saja yang langsung menghubungi mereka. Lagian mereka lagi bertarung" kata Naila kesal
"maafin kakak Nai, kakak minta tolong jangan debat dulu sekarang. Dari sini kakak sudah analisa musuh kalian itu susah banget dikalahin" kata Ferdinan. Naila pun terpaksa memanggil temannya.
"woi kalian berenti dulu cepet deketin gua" pinta Naila. Setelah temannya mendekat iapun mengeluarkan skill perlindungan begitu pula Robet melakukan hal yang sama.
"ada apa Nai?" tanya teman-temannya.
"tunggu sebentar, kakak gua mau ngomong" kata Naila. "kak mereka sudah di dekatku"
"makasih Nai, tunggu sebentar ya kakak mau koneksiin ke temen kamu" jawab Ferdinan. Iapun segera mengkoneksikan melalui komputernya. Sementara Rosalin melihat mereka sedang berkumpul di dalam perisai, diapun berusaha menghancurkan perisai itu.
"cepetan kak perisai kami sudah ga kuat lagi buat nahan serangan musuh" kata Naila.
"halo halo, apa kalian semu mendengar suara saya" kata Ferdinan, setelah berhasil melakukan koneksi.
"ya kami dengar" jawab mereka serentak.
"begini, saya akan menaikkan level kalian, kemudian akan mengirimkan dua item acak per orang" kata Ferdinan "semoga ini dapat membantu.
"gua ga bisa Frans, MP gua dah nipis. Itu buat HEAL" kata Naila.
"ya udah siap-siap nyerang aja, kalau perisainya pecah langsung serang" kata Frans. Namun kekhawatiran mereka bertambah ketika melihat pasukan musuh tiba-tiba muncul.
"kalian ingin membantu atau menjebak kami, kenapa pasukan musuh berdatangan? " kata Frans marah.
"sabarlah aku tidak mungkin menjebak kalian, karena ini pertama kali, jadi perlu waktu sedikit lebih lama" jawab Ferdinan dengan tenang.
"bikin formasi aja, Naila sama Robet ditengah, kaya biasanya" kata Frans. "langsung serang aja pake serangan jarak jauh. Edi lu pake nih pistol gua"
"gua ga bisa pake pistol" kata Edi.
"udah lu asal tembak aja ke arah pasukan, pasti kena lagian musuh numpuk gitu masa ga ada yang kena" kata Frans menyemangati Edi.
Mereka melakukan serangan jarak jauh untuk memperlambat perisai hancur. Edi yang awalnya merasa tidak bisa menggunakan pistol, kini dapat mengalahkan musuh.
Setelah beberapa lama, mereka melihat bar HP/MP mereka penuh kembali dan bertambah dua kali lipat. Mereka juga merasa daya serang mereka naik.
"kayaknya kita dah naik level. Tuh liat perisainya utuh lagi" kata Robet senang.
"ya udah sekarang kita scan tuh musuh" kata Frans. Lalu muncul dua buah item berupa kotak di hadapan mereka.
"kak, kok ngasih itemnya kotak misteri" kata Naila protes.
"untuk saat ini kakak cuma bisa kasih itu tapi semua manfaat isinya sudah kakak naikin sepuluh kali lipat" jawab Ferdinan. Merekapun membuka kotak tersebut. Frans mendapatkan dua buah pedang dari kedua kotak itu. Sementara temannya hanya mendapatkan armor dan gelang yang menambah kekuatan serangan.
"gila ini pedang langka yang gua pengen dari dulu" kata Frans sangat senang.
"emang itu pedang apa?" tanya Robet
"Pedang Ganda Kristal Api, ni pedang op banget" kata Frans. "hasil scan nya dah dapet, namanya Rosalin ras Stealth job-nya fighter".
Saat bersamaan itu Roy merasa tertarik kepada Rosalin. Seketika muncul pemberitahuan di hadapannya "dapatkan Siluman kucing Rosalin"
"dah yuk kita serang tuh musuh biar cepet selesai" ajak Naila. Frans malah mendekati Hazel "Zel kamu bisa menggunakan pedang?" tanya Frans. Hazel hanya mengangguk.
"ini aku pinjamkan pedang Kristal supaya kamu tidak kewalahan melawan Rosalin nanti" kata Frans sambil memberikan pedang.
"kamu bagaimana" tanya Hazel
"Aku gunakan pistol sebagai penggantinya, itu bakal nambah daya serang skil Gunsword Dance ku" jawab Frans.
"kebiasaan pacaran kalau lagi begini, ntar terusin kalau udah selesai misinya" kata Naila sambil mengejek. Merekapun kembali menyerang pasukan musuh.
Kali ini mereka semua merasa semangat setelah mendapatkan bantuan item. Pasukan musuh dikalahkan dengan mudah. Tak perlu waktu lama semua pasukan musuh telah dikalahkan semua. Kini mereka melawan Rosalin kembali.
"hati-hati siluman itu regenerasi Hpnya cepet" Frans mengingatkan temannya. "biar aman, gua sama Hazel nyerang duluan nanti kalau ada celah kalian baru nyerang"
"oke bos, yang penting kali ini jangan sampai kalah" kata teman-temannya.