Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
45. Damian ke Kampus


Damian pagi ini sudah rapi dengan setelan jas nya, hari ini dia ada matkul setelah sekian lama ia di sibukkan pekerjaan kantor sekarang ia mulai mengisi materi lagi, dan juga akan berdiskusi dengan rektor untuk masalah mengajarnya di kampus. Damian memutuskan akan berhenti mengajar setelah magang Zeline selesai.


“Sayang aku berangkat dulu ya” pamit Damian dari ruang makan.


“Aku anter sampai depan mobil deh” sahut Zeline keluar dari dapur.


“Kamu hati-hati bawa mobilnya ya” ucap Damian lembut.


“Harusnya tuh aku yang bilang gitu, kan yang sekarang mau berangkat duluan kamu” ujar Zeline. Damian tertawa geli, mereka menuju pintu basement sembari bercanda mesra.


Zeline mengantarkan suaminya dan menunggu hingga mobil Damian keluar dari basement rumah mereka. Setelah itu ia masuk dan bersiap juga untuk pergi magang, kurang 3 hari lagi acara Fashion nya dimulai.


Setelah rapi, Zeline pun pergi tak lupa ia berpamitan kepada Bi Ima. Meskipun ia majikan, tapi ia menghormati Bi Ima dan sudah menganggap seperti Ibu asuh nya.


Mobil Zeline keluar dari basement nya dan melaju cepat menuju perusahaan. Hari ini di pastikan Zeline akan sangat sibuk.


***


Di sisi lain..


Damian sudah memulai matkul nya, seperti biasa banyak mahasiswi yang mengagumi nya tapi ia acuhkan, bahkan sekarang pun banyak mahasiswi nya yang tidak fokus pada matkul yang ia bawa.


“Kalian paham kan” ucapnya tegas.


Beberapa mahasiswi yang kedapatan tak memperhatikan matkul pun tegang saat di tatap tajam oleh Dosen dingin tapi ganteng idaman seantero kampus ini.


“Paham tidak” ulang Damian tegas.


“Paham p-Pak” ucap serempak gugup.


“Lain kali kalo matkul saya kalian harus fokus” sahut Damian tegas, semakin membuat sebagian makhluk yang tak konsen matkul tadi bertambah tegang.


“Saya tidak suka mengulang matkul, ME.NGER.TI” lanjut Damian dengan nada menekan di akhir.


“Baiklah selesai, jika tidak ada pertanyaan. Permisi” ucap Damian mengakhiri sesi matkulnya kemudiam berlalu keluar kelas.


Sontak semua mahasiswa bernapas lega. Sungguh menegangkan saat Dosen idaman kampus itu dalam berucap.


“Astaga, bisa jantungan gue. Tuh Dosen ganteng tapi dingin banget” ucap salah satu mahasiswi


“Iya, gimana ya tingkahnya kalo di rumah sama istrinya.” Ucap salah satunya lagi.


“Gak usah di bahas deh, kepo kalian. Inget ya udah beristri itu” sahut yang lainnya lagi.


*** 


Setelah selesai matkul dan ia punsudah mengecek tugas dari kelas lain. Ia pun menemui Rektor kampus untuk membicarakan perihal masa kerjanya. Memang Damian tidak terikat dengan kampus karna dia hanya Dosen pengisi dan dia kan menjadi Dosen pun karna ada tujuannya dulu ?.


Tok tok tok


“Oh Pak Damian, silahkan duduk Pak” ucap Pak Sandi


“Pak saya mau membicarakan perihal pengunduran diri saya” ucap Damian to the point


“Ah, sayang sekali. Padahal Pak Damian sangat kompeten” ucap Pak Sandi.


“Bapak kan tahu selain saya jadi Dosen pengisi disini, saya juga menjalankan perusahaan”


“Ya, pasti kuwalahan membagi waktunya” ujar Pak Sandi.


“Ya.. jadi saya memutuskan setelah istri saya selesai dengan magang nya. Saya akan mengundurkan diri” ucap Damian.


“Jadi Bapak bisa mencari pengganti saya mulai sekarang. Atau kalo belum dapat bisakah Pak Toni meneruskan matkul saya. Tapi ada baiknya Bapak memberitahu Pak Toni terlebih dahulu” lanjutnya


Pak Sandi pun setuju dengan usulan Damian, memang harus bagaimana lagi, jika menolak pun Damian pasti akan tetap dengan keputusan nya. Ia juga tak mau menyinggung Donatur terbesar di Universitas ini. Mereka pun melanjutkan berbincang-bincang sampai bunyi handphone Damian menghentikan perbincangan mereka.


“Saya Permisi angkat telepon dulu Pak” izin Damian


“Silahkan Pak Damian”


Damian mengangkat panggilan yang ternyata dari asisten sekaligus sahabatnya, Ars.


“Halo, ada apa Ars” ucap Damian


“...”


“Bisa suruh tunggu 30 menit dulu, saya akan segera kesana”


“...”


“Saya sedang di kampus. Oke saya ke kantor sekarang”


Setelah itu Damian menutup telponnya dan meminta izin kepada Rektor jika ia ada urusan mendadak di kantornya. Pak Sandi pun mempersilahkannya. Damian langsung keluar dan berjalan menuju parkir. Tujuannya sekarang adalah datang ke perusahaan lebih cepat, karna tamu nya yang di telpon tadi. Bahkan ia lupa ingin mengirim pesan kepada sang istri. Keduanya sangat sibuk dengan urusan masing-masing.


.


.


.


.


.


~Annyeong, author-nim mau titip pesan : Jika suka cerita author-nim beri Like, Love, Vote, dan hadiahnya yaa teman chu~


Gomawo~🙏🏻🙏🏻❤️