Doomsday System

Doomsday System
Bab 43 Monster Amphisbaena


Dua player yang tersisa memfokuskan diri pada kesadaran yang ada. Sekarang mereka sudah tinggal berdua saja. Ini bukan yang pertama kalinya mereka bertarung hanya dengan dua anggota yang tetap sama. Martha selalu menjadi yang pertama pingsan karena kehabisan mana. Tidak ada yang heran, skill transformation miliknya memang mengonsumsi banyak sekali mana. Namun, damage yang diberikan pada lawan juga tidak main-main.



Hanya saja sekarang mereka menghadapi sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Makhluk dengan ketahanan dan regenerasi yang sangat tinggi. Entah bagaimana mereka akan mengalahkan monster di depan sana.



"Balth, apa kamu masih bisa menggunakan hujan es sekarang? Aku punya rencana yang cukup bagus!" Geoff mengeluarkan senjata {Spear of gravity} dari inventory. Balth mengangguk setuju tanpa memberikan sedikitpun keraguan.



"Aktifkan skill setelah aba-aba dariku!" Geoff melesat dengan tombak di tangannya. Setidaknya dia harus bisa menancapkan tombak itu di tubuh monster sebelum proses regenerasinya selesai dengan sempurna.



Kekuatan gravitasi dari tombak itu mampu untuk menaklukkan monster yang tiga kali lebih kuat daripada amphisbaena yang mereka hadapi saat ini. Dengan tekanan kekuatan sebesar itu akan memudahkan mereka untuk melancarkan serangan.



"Tunggu, bagaimana kamu akan menghindari seranganku jika kamu maju bersamaan dengan skill yang akan aku gunakan?" Balth seketika melesat mengejar Geoff, menarik pergelangan tangannya untuk berhenti.



"Kamu bisa mengaktifkan skillnya ketika aku sudah sedikit menjauh. Lagipula aku sudah mengatakan untuk menunggu aba-aba!" Geoff berseru frustasi. Waktu yang mereka habiskan untuk berbicara beberapa detik saja akan sangat berharga mengingat proses regenerasi monster yang sangat cepat.



"Ah, benar! Maaf, aku hanya merasa khawatir." Balth menggelengkan kepala, melepaskan cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Geoff. Balth murni hanya merasa khawatir. Kekhawatiran yang sangat besar itu membuat Balth lebih banyak menimbang daripada bisanya. Kelompok mereka sudah tidak bisa kehilangan orang lagi sebelum Mike kembali.



Setelah pergelangan tangannya terlepas, Geoff kembali melesat untuk melanjutkan serangan yang sudah dia rencanakan. Geoff mengetahui bahwa mana yang tersisa diantara keduanya tidaklah banyak. Jadi, mereka membutuhkan satu serangan gabungan dengan damage yang luar biasa.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


\[SISTEM\]


Skill {Instant Acceleration} digunakan.


Kecepatan akan meningkat secara instan selama 5 menit.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟ ...


Geoff mengaktifkan salah satu skillnya untuk meningkatkan kecepatan dengan instan. Tidak ada banyak waktu yang tersisa untuk melakukan serangan, tapi dia akan melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan olehnya.



Monster amphisbaena yang menyadari ada bahaya sedang mendekat seketika menyemburkan api di satu kepala, sedangkan kepala yang lain menarik tubuh untuk menjauh. Namun kecepatan Geoff saat ini tidak bisa ditandingi oleh kecepatan amphisbaena yang berusaha melarikan diri.



"Kamu pikir bisa lari dariku?!!"



Geoff menarik tombak ditangannya, lalu melempar tombak itu dari jarak sepuluh meter. Dia juga menambahkan efek buff untuk menambah kecepatan laju tombak yang dilempar. Sekarang Geoff bahkan bisa mengendalikan senjata miliknya dengan {Mana Controlling}.



Mana controlling bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan oleh sembarang player. Itu bukan sebuah skill, melainkan kemampuan yang diasah secara khusus melalui latihan dengan tekun. Sejauh ini hanya ada sekitar lima player di bumi yang bisa melakukan {Mana Controlling}.



Kemampuan seperti ini seharusnya melenceng dari konsep sistem yang sudah dikenal oleh seluruh player. Namun para administrator setuju untuk memberikan sedikit 'hadiah' pada player yang mampu membuktikan kekuatan dari latihan secara berkala.



Kembali pada suasana mencekam di tengah pertarungan. Tombak Geoff berhasil mendarat tepat di tubuh bagian bawah kepala.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


\[SISTEM\]


Efek gravitasi dari penggunaan senjata {Spear of Gravity} diaktifkan.


Gravitasi akan meningkat secara bertahap. Semakin dekat dengan tombak, maka gaya gravitasi akan semakin besar.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


Monster amphisbaena di depan sana mendesis keras. Terlihat sangat jelas bahwa dia berusaha menahan efek gravitasi yang diakibatkan oleh tombak Geoff. Untungnya monster jenis ular seperti itu tidak memiliki tangan, sehingga serangan Geoff akan bertahan lebih lama karena tidak ada yang mencabut tombak itu.




"Rasakan itu, dasar monster sialan!" Geoff tersenyum puas. Dia segera berdiri, melesat kembali ke sisi Balth.



"SEKARANG!!" Geoff berteriak, lalu sepersekian detik kemudian hujan peluru es melesat turun. Balth sudah menyiapkan skillnya sejak Geoff melemparkan tombak dari kejauhan. Geoff mempercepat langkahnya untuk menghindari hujan yang penuh dengan es meruncing itu.



Monster amphisbaena di depan sana meronta kesakitan. Dengan tubuh sebesar itu saja sudah mustahil untuk menghindari serangan bertubi dari langit, ditambah lagi kondisi saat ini sangat tidak berpihak padanya. Luka akibat serangan Martha belum sepenuhnya sembuh dan efek gravitasi dari Geoff membuatnya semakin tidak bisa bergerak, bahkan untuk satu incipun.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


\[PERINGATAN!\]


Skill {Hail of Ice Bullet} mengonsumsi terlalu banyak mana. Sisa mana yang dimiliki player saat ini telah habis.


Aktifasi skill dihentikan dengan paksa.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


"Sial!" Balth mengigit bibir bawah. Mana miliknya habis lebih cepat daripada perkiraan. Monster di depan mereka masih belum mati, tapi sudah tidak ada kekuatan yang tersisa.



"Aku yakin kamu juga hampir kehabisan mana, Geoff." Balth tersenyum kecut. Meski kenyataan bahwa mereka masih hidup sampai saat ini seolah sebuah keberuntungan, tapi tetap saja 'keberuntungan' itu tidak akan selalu membantu mereka.



"Baiklah, aku akui itu! Lalu apa kamu punya rencana lain?" Geoff bertanya dengan raut wajah meringis. Dia masih berusaha keras menahan monster itu agar tidak bergerak. Namun Geoff tidak bisa menahan proses regenerasi yang sedang berlangsung.



"Aku harus memberimu kabar buruk."



"Maksudnya kabar bahwa tidak ada rencana cadangan?" Geoff menoleh menatap Balth yang berada tidak jauh darinya.



"Benar!" Balth memejamkan mata, menarik napas dalam untuk menjernihkan pikiran. Saat ini tidak ada satupun alternatif yang terpikirkan. Rasa cemas menutup jalan pikiran Balth. Seharusnya dia menjadi yang paling bisa diandalkan, tapi beberapa minggu terakhir Balth justru menjadi beban bagi rekannya.



"Hei, bukankah kalian melupakan seseorang?" Terdengar suara serak dari belakang mereka. Itu adalah Martha yang tersadar dari pingsan.



"Kenapa kamu selalu saja sadar disaat-saat terakhir seperti ini?" Balth menghela napas lega. Martha seharusnya sudah bisa memulihkan sedikit mana miliknya, sehingga dia bisa menjadi kartu As terakhir untuk membunuh monster itu.



"Sekarang giliranku, ya?" Martha berusaha untuk bangkit berdiri. Dia masih bisa merasakan tubuhnya yang sangat kelelahan, tapi dia tidak bisa terus berbaring disaat dia rekannya sedang bertarung.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


\[SISTEM\]


Skill {Step on Air} digunakan.


1 mana akan dikonsumsi setiap langkah yang dibuat.


...⍟✮:▹┈⛧┈┈•༶»»✧༺❖༻✧««༶•┈┈⛧┈◃:✮⍟...


Martha menghentakkan kakinya, kemudian tubuhnya terangkat ke udara. Setiap hentakan kaki seperti memberikan dorongan layaknya dia sedang menginjak suatu media.



Martha terus melakukan step untuk membawa tubuhnya lebih tinggi. Setelah mencapai ketinggian tertentu, Martha mengeluarkan {Transformation Weapon} dari inventori. Kali ini dia menggunakan senjata berupa pedang supaya mempermudah dia untuk membelah tubuh monster yang saat ini berada di bawahnya.



Tubuh Martha melesat turun dengan kecepatan tinggi. Gadis itu memegang pedang dengan kedua tangannya, mengangkat senjata itu setinggi mungkin di atas kepala.



"Matilah, tikus tanah!"