
Disebuah taman bermain, terdapat seorang anak bersama ayahnya yang asik naik ayunan.
Tampak kebahagiaan di wajah bocah lelaki itu hingga akhirnya datang seorang wanita yang ternyata ibu si anak memukul kepala anaknya dengan kursi besi hingga berdarah,
"Dhuuaasss"
Dan tiba-tiba, seorang pria muda terbangun dari tidurnya.
Pria yang bernama Bobby Setiawan, seorang Mahasiswa Jurusan Kedokteran di University Of America.
"Siapa yang tertidur barusan?"
Tanya seorang dosen yang di kenal sebagai Miss Killer bernama Cindy Patterson.
Terlihat seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi menunjuk ke satu arah,
Miss Killer segera berkata kepada Bobby,
"Keluar dari kelas sekarang"
Dengan tenang, Bobby yang memang satu-satunya mahasiswa yang berasal dari Indonesia di jurusan kedokteran itu segera menghampiri Miss Killer lalu berbisik di telinganya,
"Nanti malam, tolong ke taman belakang kampus karena ada hal besar yang ingin saya perlihatkan, sendirian saja"
Selesai berbisik, Bobby segera pergi keluar sambil menenteng tas si pundaknya.
"Kenapa lagi kak?" Sapa seorang gadis putri penjaga kantin Universitas.
"Biasa lah Lin" Jawab Bobby kepada Linda dengan nada dingin.
Seperti biasa, Linda bangun membuatkan es kopi buat Bobby dan begitulah, hal seperti itu selalu saja berulang tiap pekannya.
Ada saja kesalahan Bobby yang menjadi masalah bagi Miss Killer hingga membuatnya selalu ketinggalan mata pelajaran terpenting di Fakultas Kedokteran.
*Flashback masa kecil.......
Kota itu terletak di kepulauan jawa bernama kota Bandung, di sana terdapat sebuah rumah sederhana yang berada di lingkup pekarangan sekolah tua yang sudah tidak digunakan lagi.
Bobby merupakan bocah kecil yang dari bayi mendapatkan perlakuan buruk dari sang ibu yang sangat membencinya.
Hanya ayahnya saja yang sayang dan lembut kepada Bobby kecil namun ayah nya tidak punya banyak waktu karena harus bekerja sebagai buruh dan kuli untuk kehidupan mereka sehari-hari.
Hingga suatu hari, kebencian ibunya kepadanya telah sangat memuncak.
Saat itu tepat sore hari, sepulang sang ayah kerja, Bobby di ajak bermain di taman samping sekolah tua. Tiba-tiba datanglah sang ibu membawa kursi besi dan menghantamkan nya ke kepala Bobby dengan keras.
Sang ayah yang kaget segera menerkam istri nya sambil meninju dengan kuat.
Lalu dengan cekatan sang ayah menggendong Bobby berlari ke puskesmas terdekat.
Saat sedang berada di ruangan dalam Puskesmas, Bobby yang sedang di beri perban kepalanya melihat sang ibu yang datang berlari memegang pisau dapur dengan segera menancapkan ke tubuh ayah Bobby hingga menewaskannya seketika.
Bobby yang saat itu dalam keadaan pucat terbaring di pembaringan Puskesmas langsung di jambak oleh ibunya.
"Ku bunuh kau, dasar sial kau, akan ku cincang dan ku makan tubuhmu, anak sial kurang ajar"
Beberapa perawat dan orang lainnya yang ada di sana segera menangkap ibu Bobby dan memukul serta mengikatnya.
Tak lama kemudian, Polisi pun tiba dan membawa ibunya. Jasad sang ayah juga di bawa untuk di Visum oleh kepolisian.
Saat itu Bobby sangat terpukul melihat ibu kandungnya menikam sang ayah hingga tewas dan melihat sang ibu yang disayangi nya di hakimi massa hingga babak belur.
Akhirnya dia di adopsi oleh seorang janda muda sebelum dia berjumpa dengan orang tua angkatnya yang sekarang.
*Flashback berakhir.......
.---***---. .---***---. .---***---.
Cindy Patterson tampak sedang bersiap-siap untuk menuju ke taman belakang kampus. Rupanya dia merasa penasaran dengan bisikan Bobby yang memang terkenal Misterius itu.
Sekitar pukul 8 malam, tibalah Cindy di taman itu. Dia menunggu hanya sendirian saja.
Sekitar 15 menit kemudian, ada sebuah langkah kaki berjalan ke arahnya di dalam kegelapan malam. Cindy yang mengira itu adalah Bobby segera mendekat.
Namun betapa kagetnya bu Cindy saat melihat yang berjalan ke arahnya adalah pria berbaju hitam dengan memakai sebo (kain penutup muka) hitam dan langsung menarik Cindy dengan kuat...
Wanita perawan berusia 27 tahun itu membuka matanya.
Dia heran ketika menemukan dirinya berada di sebuah kasur usang dalam sebuah kamar sempit yang tampak menyeramkan.
Saat Cindy berteriak, segera sebuah tangan kasar menamparnya berkali-kali hingga Cindy diam, barulah tamparan itu terhenti.
"Siapa kau?"
"Aku adalah mimpi buruk mu" Jawab suara berat yang tampak di buat-buat.
"Tolong lepaskan aku, aku mohon" Pinta Cindy sambil menangis perlahan.
"Kau harus merasakan rasa sakit dan hina yang selama ini aku rasakan"
"Ka,, k,,, kau,, Bobby?"
"Jangan coba berteriak kalau kau tidak ingin pisau ini memutuskan urat lehermu"
Bobby mengancam dengan pisau di tempelkan di leher Miss Killer yang kini tampak sangat ketakutan.
Pisau yang menempel di leher Miss Cindy kini di turunkan ke arah kerah baju gadis itu memotong baju nya hingga terbelah sampai ke pusat, lalu memotong rok ketat yang di pakainya.
Tak lama kemudian, Cindy telah berada dalam keadaan t3lanjang bulat.
Dia gemetar ketakutan karena selama hidupnya, belum ada pria yang berani mendekatinya karena cap Miss Killer yang di dapatnya memang bukan nama kosong belaka.
Selama ini semua pria malas berurusan dengannya. Namun kali ini, Miss Killer yaitu Cindy Patterson sedang mengalami masa yang sangat menakutkan bagi seluruh wanita manapun di dunia.
Perlahan-lahan, tangan Cindy yang terikat di naikkan ke atas oleh Bobby dan mulai lah Bobby membiarkan telapak tangannya berjalan di atas bukit yang mulus menyembul itu.
Bobby kini tampak sedang mengecup 8ibir dengan penuh 9air4h, awalnya Cindy masih takut dan ngeri, namun lama kelamaan, Cindy pun menikmati permainan bola Bobby saat itu.
Selesai saling berciuman b18ir, lubang gua nya Cindy segera di bersihkan oleh Bobby. Karena memang Cindy orang yang bersih, maka aroma guanya pun sangat wangi dan berbau harum aroma bunga.
Selesai pemanasan global yang sangat lama, Bobby mulai mengeluarkan batang es krimnya dan menyodorkan ke mulut Miss Cindy yang dengan malu-malu langsung mengemutnya seperti Lollipop yang sangat manis.
Kini Cindy dan Bobby telah terbuai dalam lautan kenikmatan membara seperti api di padang pasir yang dingin.
Setelah berolahraga selama sejam setengah, akhirnya Cindy yang penuh keringat itu tertidur karena kelelahan dan nikm4t yang wuuar biasa.
Bobby segera memotong tali pengikat tangan Miss Cindy dan memberikan pakaiannya sendiri untuk dipakai bu Cindy yang segera pulang.
"Jika ada yang tau hal ini, maka sebelum aku di penjara, ku pastikan kau akan lebih dulu ku bunuh"
Mendengar ancaman yang menggetarkan hatinya itu, Cindy segera keluar dari rumah kecil Bobby dan menuju ke mobilnya di depan komplek kampus.
Sekuriti yang melihat Cindy berpakaian pria merasa sedikit curiga. Namun karena mengenal Cindy, maka pukul setengah 12 malam tepat Cindy pun di biarkan melewati gerbang komplek University.
BERSAMBUNG ...
Like nya jangan lupa ya teman-teman.
Terimakasih