
Zara mempersiapkan segalanya untuk pertemuan dengan clien sore nanti. Ia bekerja dengan sangat serius hingga tak sadar waktu istirahat sudah tiba. Kenzo mendatangi zara dan mengajaknya makan siang.
“ Maaf kak zara ga bisa, zara sudah membuat kakak jadi sial, sebaiknya kita menjaga jarak” tolak zara dengan lembut
“ Ga gitu ra, kalau soal pak arroy yang minta aku buat mengundurkan diri kamu ga usah khawatir, meski suratnya sudah kuantar ke bagian sdm aku tidak harus berhenti hari ini juga, aku cukup percaya diri, mereka akan menolak dan membujuku untuk tetap bertahan, lagi pula aku ga buat kesalahan” ucap kenzo dengan penuh percaya diri
Zara merasa sedikit lega mendengar jawaban kenzo. Zara tetap monolak untuk pergi makan siang dengannya namun kenzo menarik zara dan merangkul zara dengan paksa untuk ikut makan siang dengannya.
Arroy yang melihat kejadian itu bergegas mendekat dan menarik zara dalam pelukanya, dengan alasan pekerjaan arroy menarik zara masuk keruangannya.
Zara berjalan mengikuti arroy menuju ruangan ceo dengan perasaan cemas. Arroy melempar zara hingga terduduk disofa, ia menurunkan tirai dinding kaca agar orang-orang tidak bisa melihat apa yang dilakukannya bersama zara diruangan itu. Arroy berdiri membelakangi zara menghadap ke arah jendela.
“ Apa kau sudah mendengar gosip yang beredar diantara para karyawan ra?” Tanya arroy sendu
Zara bergegas bangkit dan menjelaskan bahwa ia dan kenzo hanya berteman, ia tidak tahu dari mana gosip itu berawal, dan zara juga menyatakan bahwa ia tidak peduli akan hal itu. Arroy berbalik dan berjalan mendekati zara
“ Tapi aku peduli, apa yang kau lakukan sudah membuat semua orang salah faham, hal itu akan merusak nama baikku, tidakkah kau takut berita ini sampai pada orang tuamu” bisik arroy
Bisikan itu terdengar seperti arroy tengah menegaskan status zara dan mengingatkan posisi zara saat ini.
“ dimana ayah dan ibuku arroy, kau yang menyembunyikan mereka kan! Tolong beri tahu aku” ucap zara dengan sendu. Zara mulai berkaca-kaca mengingat kedua orang tuanya.
“kau tidak peduli jika orang lain menggosipkanmu memiliki hubungan dengan kenzo, apa yang kau takutkan zara” ucap arroy tegas, ia mengangkat zara menggendongnya seperti seorang putri, mendudukannya dalam pangkuan, ia memeluk zara seperti anak kecil
“arroy apa yang kau lakukan? Aku mohon hentikan kegilaan ini, bagaimana jika ada yang datang dan melihat kita seperti ini?” ucap zara dengan cemas
“Aku tidak peduli, tinggal katakan saja kalau kau itu istriku” ucap arroy sambil menyandarkan kepalanya dipundak zara tanpa melepas pelukannya.
“ Tapi aku peduli, aku tidak ingin ada orang yang tahu kalau kau itu suamiku, dirumah kau memang suamiku tapi dikantor kau adalah bosku” Ucap zara tegas
Arroy melepaskan pelukan setelah mendengar ucapan zara. Zara bangun dari pangkuan arroy dengan perlahan.
‘dia menganggap kasih sayang dan kerinduanku sebagai kegilaan, saat digosipkan memiliki hubungan dengan orang lain dia tak peduli, tapi dia malah taingin orang lain tau, apa aku seburuk itu untuk diakui sebagai suaminya? ’ gumam arroy dalam hati
‘ untung saja arroy mau menurut, akan merepotkan jika orang kantor tahu aku istri ceo, mereka pasti akan melihatku dengan cara yang berbeda, terlebih hubungan ini akan segera berakhir, meski aku merasa nyaman berada dalam pangkuannya dan dipeluk olehnya seperti itu, tapi aku juga harus ingat bu kimmy tengah mengandung anaknya dan arroy harus bertanggung jawab untuk itu’ gumam zara dalam hati
“ Makan siang denganku dulu zara” ucap arroy sambil memegang tangan zara ketika zara hendak pergi
“ Aku tidak ingin orang lain semakin salah faham padaku, setelah gosip yang beredar aku tidak ingin di cap sebagai wanita penggoda” ucap zara sambil melepas tangan arroy
“ Apa salahku hingga kau terus menjauh dariku zara? Harus bagaimana lagi aku menghadapimu?” arroy bicara sendiri setelah zara pergi