
Candra telah mulai membaik,ia juga meminta Marco untuk menyiapkan semua keperluan nya dan juga Ezra,tidak satu pun yang tertinggal,baik dari susu ibu hamil,bahkan semua cemilan bergizi untuk ibu hamil telah di siapkan oleh Marco,atas perintah Candra.
Karena Desa yang akan di kunjungi oleh Candra adalah tempat nya yang sangat terpencil,bahkan tidak ada swalayan,atau mini market disana,hanya ada pasar kecil untuk rakyat yang tinggal di desa sana,bahkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti sayur mereka memilih untuk menanam sendiri.
"Sayang,apa Kamu sudah siap?" Tanya Candra yang mengambil tas milik Ezra,Istri nya menganggukkan kepala nya,lalu membawanya bersama,memegang tangan sang istri saat turun tangga.
Berat badan Ezra mulai naik,karena kehamilan nya sudah mulai terlihat,ia memegang perutnya yang buncit saat turun tangga.sa-tu langkah demi sa-tu langkah ia turunin anak tangga dengan sangat hati-hati,ada suami yang selalu menjaga dan memperhatikan nya.
"Sudah,Aku bisa jalan sendiri!" Ujar Ezra mencoba melepaskan pegangan tangan Candra.
"Tidak boleh melepas nya,Kamu harus terus pegang tangan Ku,sampai di depan mobil !" Ucap Candra,melarang sang istri melepaskan tangan nya.
"Kamu memperlakukan Aku seperti orang buta,Aku tidak perlu di tuntun begini,Aku masih bisa jalan sendiri!"Ezra mengerutkan bibirnya,melihat Suami nya yang sedang menatap kearahnya.
"Kenapa ?apa Kamu keberatan Aku menjaga mu ?"Tanya Candra,memegang bahu Ezra.
"Aku hmmmph ...!" Ezra tidak bisa meneruskan kata-katanya,karena Candra telah menyatukan bibir Dia dengan bibir Ezra.
Pengawal yang berada di depan pintu utama,semua menundukkan kepala nya,tidak ada yang berani menatap kearah mereka yang sedang berciuman.
Candra belum berniat melepaskan ciuman sang istri,karena sudah lama mereka tidak punya waktu untuk bersama - sama.
"Aah..Hah..!"
"Haah..!"
Mereka berdua mengatur nafas masing-masing menyatukan kedua dahi Mereka,lalu tersenyum.
"Tetap lah selalu berada disisi Ku,jangan pernah menyerah atau mengeluh,jangan pernah lelah mencintai Ku,istri Ku !"Ucap Candra memegang wajah Ezra.
Cup ! Candra mencium bibir Ezra lagi,lalu tersenyum,memegang tangan istrinya,menuntunnya masuk dalam mobil.
Marco baru saja keluar dari dalam,dan menghampiri Mereka berdua.
"Aku telah mengatur semua nya,tetap waspada di mana pun Bos berada,apalagi tidak membawa pengawal bersama, akan banyak kejahatan yang mengintai Kalian !"
Pernyataan Marco membuat Ezra melirik kearah Candra,Pria itu memberi kode kepada Marco,agar berhenti berbicara di depan Ezra.
"Nyonya semoga perjalanan Anda menyenangkan !" Ucap Marco menundukkan kepala nya.
'Bukan menyenangkan,semoga saja ia tidak jantungan saat mengetahui ada musuh lain yang sedang mengintai Kami '
Candra tersenyum kearah Ezra yang sedang memperhatikan nya.
"Selamat tinggal hati-hati dirumah !"Ucap Ezra lalu masuk kedalam mobil,Candra duduk di kursi kemudi,ia sudah bersiap-siap untuk menancapkan gas mobil.
Tit..
Tit..
Dua kali Klakson dari Candra,tanda peringatan kalau Mereka akan segera pergi,Marco menekan remote mobil yang berjarak lebih dari 10 meter,pintu utama dengan gerbang.
Candra terus saja menatap kearah Ezra yang dari tadi mengelus perutnya.
"Kenapa?apa perut Mu tidak nyaman?"Tanya Candra,namun Ezra menggelengkan kepala nya.
Ezra menarik tangan kanan Candra,lalu meletakan nya di perut,Candra dapat merasakan tendangan kecil dari Baby nya.
"Apa Kamu merasakan nya sayang?" Tanya Ezra saat tangan Candra masih di perut nya.
"Aku merasakan nya,ia sangat aktif!" Jawab Candra,ia menyentuh pipi istrinya,melihat nya dengan senyuman.
"I love you !" Ucap Candra tanpa ragu.
"Love you to sayang!" Sambil menggerakkan bibir ya.Membuat Candra gemas kepada Ezra,lalu menghentikan mobilnya di tepi jalan.
"Kenapa berhenti ?" Tanya Ezra yang heran melihat mobil tiba-tiba berhenti di tepi jalan,hanya ada sawah dan kebun.Benar saja tempat ini tidak banyak penduduk.
Blam !
Candra menutup kembali pintu mobilnya,lalu berjalan kearah Ezra,membuka pintu terkait duduk Ezra,lalu menarik tangan istrinya untuk keluar dari dalam mobil.
"Ada apa ?" Tanya Ezra yang masih bingung.
"Nanti juga Kamu akan tau!" Jawab Candra lalu ia membuka pintu mobil belakang,Candra membaringkan tubuh Ezra secara perlahan agar tidak menyakitinya.
"Can,apa yang Kamu lakukan ini di jalan !" Ucap Ezra yang melintas Candra mulai berada diatasnya.
Cup ! Tanpa menjawab pertanyaan Ezra,Candra sudah melu mat bi bir Ezra dengan lembut.
Tangan yang kekar,menyibak dress yang di kenakan Ezra menaikan nya sedikit keatas.
Candra menyentuh paha Ezra dengan jari-jari nya membuat tubuh Ezra menggeliat,dengan posisi bi bir masih dalam orangutan asmara.
"Eemm..Oohh!" De sah Ezra saat ciuman Candra turun ke leher Ezra semakin membuat Pria ini lebih bersemangat lagi,saat mendengar suara nya candu bagi Candra.
Candra membuka kancing atas dress milik Ezra,memperlihatkan dua buah gunung kembar yang sudah menantang nya,tapi gunung itu masih berbalut br* belum di turunkan nya.
Candra memainkan pu ting su su milik Ezra,wanita itu semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.
Tangan sa-tu nya milik Candra telah menyelinap masuk dalam dress Ezra,menarik paksa benda segitiga yang menutupi aset nya.
Candra memainkan jari nya di tengah-tengah goa milik Ezra,semakin membuat tubuh nya semakin menjadi-jadi.
"Aagggrhh!Can ..Aaaggrrhh ...eemm..!Aaahh!" Candra memainkan gerakan maju mundur dengan jari nya,menekankan nya lebih dalam lalu memutarnya,membuat Ezra tidak bisa menahan desa hannya.
Sudah li-ma menit Candra memainkan jarinya,sampai ia merasakan sesuatu mengalir di bawah sana,dan kini goa itu sudah mulai basah,Candra dengan terburu -buru menurunkan ce lana nya dan juga penghalang aset miliknya yang sudah mulai te yang dari tadi.
Benda yang kuat dan kokoh itu, berdiri tegah di depan Ezra membuat mata wanita itu membulat,ia sudah lama tidak melihat benda itu,hari ini ia do kejutkan dengan ukurannya yang semakin besar.
Gluk !
Ezra menelan Saliva nya,melihat junior suaminya yang begitu gagah dan juga kuat,Candra menuntunnya masuk ke dalam goa.
"Aah!"Suara itu terdengar dari mulut Ezra,saat kepala nya mulai masuk,Candra masuk berusaha mendorong nya.
Jleb ..Jleb ..jleb ..
Pada Akhirnya benda itu dapat keluar masuk sesuka nya di dalam sana,seiring dengan gerakan yang di mainkan Candra,begitu juga suara indah yang keluar dari mulut Ezra.
Mereka berdua sangat menikmatinya,meskipun tempatnya tidak leluasa di atas ranjang,namun Candra dapat merasakan kli maks nya berkali -kali.