Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Keributan


"Kamu benar-benar cewek nggak tau diri ya! Berani-beraninya kamu anak baru bikin ulah di sekolah. Kamu nggak tahu aku siapa heh!!" bentak Devina sambil menatap tajam ke arah Zizi yang mana gadis itu justru asyik menikmati baksonya tanpa memperdulikan amukan Devina yang sudah seperti orang kesurupan saja.


"Pergi kamu Devina," ujar Brian masih berusaha sabar.


Brian sudah merasa jengah dengan sikap Devina yang kenanak-kanakan selama ini. Dia membiarkan Devina bertingkah seenaknya karena Brian malas saja meladeni kelakuan Devina. Tetapi kali ini Brian sudah merasa muak dan jenuh harus menangani kelakuan Devina yang begitu posesif kepadanya.


"Tapi Brian, aku tidak bisa membiarkan cewek tidak tahu diri ini seenaknya berada di sini. Aku tidak terima jika harus diduakan dengan cewek seperti dia. Heh! Kamu tuli ya! Kamu nggak denger aku bicara ya. Kamu ya!" Devina mendekati Zizi dan menumpahkan kuah bakso ke arah Zizi.


Sreeettt!


Pyaaaarrrrr!


"Devina!!!" teriakan Brian membuat Devina seketika terdiam.


Devina tidak menyangka jika Brian akan membentak dia di depan semua anak yang ada di kantin. Kondisi di kantin semakin ramai saja. Mereka semuanya penasaran dengan apa yang terjadi. Apalagi ini raja dan ratu mereka bertengkar akibat adanya orang ketiga yang mereka gadang-gadang di sukai oleh sang raja.


"Brian, hiks... hiks....hiks... kamu membentakku? kamu tega melakukan itu padaku?" ujar Devina mengeluarkan air mata buayanya.


Dia sudah tidak tahan lagi karena kali ini Brian membentaknya di depan semua orang. Mau ditaruh mana mukanya dengan apa yang Brian lakukan barusan. Sedangkan Zizi hanya diam saja tidak melakukan tindakan apapun. Dia sibuk membersihkan roknya dari kuah bakso yang sempat mengenainya. Meskipun sebelumnya dia sudah ditarik oleh Brian terlebih dulu sebelumnya.


Devina semakin menangis melihat Brian lebih peduli kepada Zizi daripada padanya. Apalagi Brian justru membantu Zizi membersihkan noda kuah bakso di rok gadis tersebut. Pemandangan yang memuakkan bagi seorang Devina. Dia saja tidak pernah diperlakukan dengan begitu lembut oleh seorang Brian. Bahkan dulu saat mereka berpacaran saja Devina tidak pernah dipuja sedemikian rupa oleh Brian. Justru dialah yang memuja sosok Brian.


"Aaaaaarrrkkhh!!!!!" Devina mengamuk dan tanpa terkendali dia segera mengambil bangku yang ada di sana dan hendak memukul Zizi dengan bangku tersebut.


Bug!


"Aaaahhhh!!"


"Devina!" Cindi dan Imel berlari ke arah Devina membantu gadis itu yang didorong dengan keras oleh Brian.


"Brian, kamu nggak apa-apa?" tanya Zizi yang melihat Brian memegangi kepalanya ada darah yang mengalir di pelipisnya.


Brian hanya tersenyum simpul seolah mengatakan kalau dia tidak apa-apa. Padahal dia terluka akibat pukulan bangku yang diarahkan ke Zizi ditahan oleh Brian. Sehingga Brian lah yang terluka. Kemudian Brian mendorong tubuh Devina hingga gadis itu terjungkal ke belakang dan menyebabkan pantatnya kesakitan membentur ubin kantin.


"Berani kamu sentuh dia, maka urusanmu adalah denganku, Devina. Jangan pernah lagi mengakui ada hubungan diantara kita. Karena aku tidak pernah memiliki hubungan apapun denganmu. Dan mulai hari ini juga tidak ada lagi perkumpulan bodohmu itu. Dengarkan itu Devina!" ucap Brian dengan sorot mata yang tajam.


Bahkan devina sendiri merasa ketakutan dengan apa yang Brian katakan dihadapannya. Dia tidak menyangka jika Brian akan setega itu kepada dirinya.


"Ayo pergi zi," ajak Brian mengajak Zizi meninggalkan kantin. Dan sontak hal itu diikuti oleh ketiga teman baik Brian yang sedari tadi melihat kejadian. Mereka segera menyusul Brian dan melihat luka yang ada dikepala Brian sudah seberapa parahnya.


"Dia.... dia tega melukaiku demi cewek tidak tahu diri itu, huaaaaaaaa," tangisan Devina pun akhirnya pecah melihat kepergian Brian bersama dengan Zizi.


Kedua teman baik Devina hanya bisa menenangkan teman mereka sebisanya. Mereka juga tidak tahu harus berkata apa. Karena itu benar-benar diluar kendali mereka.


...****************...