Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Pengangkatan Permaisuri Yun


...Zhu Que kini tersenyum dengan penuh arti ....


..." Sebentar lagi sesuatu yang menarik akan terjadi " gumam Zhu Que ....


...--------------------------------...


Hari berganti hari , tidak terasa dua hari lagi acara pengangkatan Permaisuri akan dilangsungkan .


Semua pelayan sibuk menyiapkan keperluan untuk pesta .


Beda hal nya dengan Zhu Que yang memilih bermalas malasan di kamar nya .


" Hormat Queen "


Zhu Que mengalihkan pandangan nya ke asal suara .


" Ada apa " tanya Zhu Que yang masih duduk santai di kursinya .


" Saya mendapat laporan dari anggota lain jika Pangeran ketiga sudah mempersiapkan pasukannya "


" Bagaimana dengan persiapan kita ? " tanya Zhu Que


" Semua sudah di atur sesuai rencana Queen "


" Bagus , kau boleh pergi " ucap Zhu Que


" Kalau begitu saya pamit undur diri Queen " ucapnya , kemudian menghilang dari hadapan Zhu Que .


tok tok tok


" Masuk " ucap Zhu Que dingin


Kreett


Pintu terbuka dan memperlihatkan salah satu pelayan yang kini membawa sebuah nampan .


" Hormat Putri , saya membawakan teh dan juga cemila untuk anda " ucap pelayan itu


" Dimana Jinxing ? , bukankah seharusnya dia yang mengantarkan nya " ucap Zhu Que dingin


" emm itu Ji..Jinxing sedang sibuk , jadi saya yang membawa cemilannya kemari " jawab nya


" Simpan di meja " ucap Zhu Que


" Cih sombong sekali dia " batin pelayan itu


Pelayan itu segera meletakan nampan itu di meja . Setelah itu dia berpamitan dan hendak keluar dari kamar Zhu Que . Tapi langkah nya terhenti saat dia merasakan lehernya seperti terbakar . Rasa panas itu mulai menjalar kesetiap tubuh nya . Dengan rasa takut , pelayan itu mencoba berbalik melihat Zhu Que , saat pandangan nya bertemu dengan Zhu Que , dia langsung bergidik ngeri saat melihat kilatan membunuh dan seringaian yang tercetak di bibir tipis Zhu Que .


" Kau pikir akan mudah untuk keluar dari sini " ucap Zhu Que dingin


" kau pikir aku bodoh karena tidak tahu bahwa teh dan cemilan itu telah di beri racun " lanjutnya


" Aa..aamphun.. ahh p.putrii i.itu se akhhh ampuni s..saya "


" Salahkan kesialan mu yang mau bersekutu dengan selir ahh bukan maksud ku kekasih gelap suami ku " ucap Zhu Que menyeringai


Tikkk


Zhu Que menjentikan jarinya dan seketika pelayan itu hangus menjadi abu .


tok tok tok


" Que'er " Jinxing membuka pintu kamar Zhu Que


" Ya ada apa Jinxing " tanya Zhu Que


" Putri Mahkota mengunjungi mu " ucap Jinxing


Mendengar itu , Zhu Que segera bergegas ke halaman utama , tentunya setelah menyuruh Jinxing membuang makanan yang pelayan tadi bawa . Sampai di halaman utama , Zhu Que melihat Youlian sedang menunggu nya .


" Salam Putri Mahkota " ucap Zhu Que


" Aishh , bangunlah Que'er " ucap Youlian


" Kenapa kau mengunjungiku " ucap Zhu Que


" Apa ? , kau keberatan aku datang " dengus Youlian


" Ehh bukan , bukan begitu . Maksud ku , seharusnya aku yang mengunjungi mu " ucap Zhu Que


" Salah mu yang sudah lama tidak mengunjungi ku " ucap Youlian


" hehe . Maaf , aku terlalu sibuk akhir-akhir ini . Yasudah lebih baik kita berbicara di kediaman ku saja " ucap Zhu Que


Merekapun pergi menuju Pavilliun yang Zhu Que tempati .


" Duduklah " ucap Zhu Que saat mereka sudah sampai di kediaman nya


" Apa kau baik-baik saja Que'er " tanya Youlian


" Aku baik , bagaimana dengan mu "


" Aku juga baik , tapi " Youlian menggantung perkataan nya


" Tapi ? " selidik Zhu Que


" Aku merasa risih akhir-akhir ini karena selir baru itu " ucap Youlian


" Jing Liao ? , apa dia mengganggu mu " tanya Zhu Que


" Dia terus menempeli ku , aku benar-benar merasa risih . Kau tau Que'er dia selalu mencari muka setiap putra mahkota selalu bersamaku " Youlian mengerucutkan bibir nya


Zhu Que terkekeh melihat sikap Youlian .


" Yoo .. Aku rasa seseorang telah jatuh cinta dan merasa cemburu " goda Zhu Que


" Kau mengolok ku huh " dengus Youlian


" Jujur saja padaku , kau mulai mencintai putra mahkota kan " Zhu Que mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Youlian


" Berhentilah menggodaku " ucap Youlian


" Baiklah . Kau tidak perlu khawatir Lian'jie , Jing Liao tidak menyukai Putra Mahkota " ucap Zhu Que


" Apa kau serius ? , bagaimana cara membuktikan nya " ucap Youlian


" Jing Liao hanya mencintai Hua Yun " ucap Zhu Que


" APA , bagaimana bisa dan kenapa kau tahu " Youlian tersentak saat mendengar perkataan Zhu Que


" Diamlah nanti ada yang menguping "


" hehe , maaf aku terlalu terkejut " ucap Youlian


" Mereka adalah sepasang kekasih asal kau tahu , tapi aku harap kau tidak menceritakan nya kepada siapapun " ucap Zhu Que


" Astaga , bagaimana bisa . Jika mereka sepasang kekasih kenapa dia mau menjadi selir daripada Istri sah pangeran ketiga . Menurutku pangeran ketiga tidak kalah hebat dari segi apapun " ucap Youlian


" Itu tidak sesederhana itu Lian'jie , selalu ada konspirasi dalam segala hal " ucap Zhu Que


" Kau benar Que'er , tapi apa kau tidak apa-apa ? bagaimanapun juga dia suami mu . Apa kau tidak merasa sakit hati "


" Aku tidak apa-apa , hanya saja aku kecewa saat mengetahui jika aku telah di khianati " ucap Zhu Que


" Que'er " Youlian menatap Zhu Que penuh kekhawatiran


" Sudahlah Jie , aku tidak apa apa . Kau tahu kan jika aku tidak akan membiarkan orang-orang yang mengganggu ku lolos begitu saja "


" Aku akan mendukung mu Que'er "


" Aku tahu " Zhu Que tersenyum hangat ke arah Youlian . Zhu Que sudah menganggap Youlian seperti kakak kandung nya , begitupun juga Youlian .


" Baiklah , sepertinya aku harus kembali ke kediaman . Kau jangan lupa akan janji untuk mengunjungi ku " ucap Youlian


" Tentu saja , aku akan mengunjungi mu segera . Dan terimakasih sudah berkunjung " ucap Zhu Que


" Mari aku antar sampai ke depan " lanjut nya


Zhu Que pun mengantarkan Youlian sampai ke depan Paviliun nya .


" Hati hati , dan jangan pikirkan tentang wanita itu " ucap Zhu Que


" En " Youlian mengangguk


" Suatu kehormatan Putri Mahkota berkunjung kemari "


Zhu Que dan Youlian mengalihkan pandangan nya ke asal suara yang tidak asing bagi mereka .


" Salam Pangeran " ucap Youlian .


" Kakak ipar tidak usah terlalu formal " ucap Hua Yun yang baru saja tiba


" Apakah aku mengganggu kalian " tanya Hua Yun


" Tidak " ucap Zhu Que


" Pangeran terlalu sungkan . Kehadiran anda tidak mengganggu kita . Lagipula saya harus kembali ke Kediaman . " ucap Youlian


" Kakak ipar sangat terburu-buru , tapi baiklah . Hati hati " ucap Hua Yun


Youlian pun pergi dari kediaman pangeran ketiga menuju kediaman nya setelah berpamitan kepada tuan rumah .


Selepas Youlian pergi , Zhu Que masih berdiri tanpa sepatah kata pun , begitu juga dengan Hua Yun .


" Ekhm .. Kalau pangeran tidak ada hal lain , saya pamit undur diri " ucap Zhu Que lalu berbalik untuk pergi ke ke kamar nya , tapi barusaja beberapa langkah , tangan nya sudah di cekal oleh Hua Yun .


" Ada apa " tanya Zhu Que


" Apa kau tidak merindukan ku hm " Hua Yun menarik tangan Zhu Que agar lebih mendekat , dan itu mengakibatkan Zhu Que menabrak dada bidang nya .


" Bisakah pangeran lepaskan saya " pinta Zhu Que


Bukannya melepaskan , Hua Yun semakin mempererat pelukannya .


" Pangeran " panggil Zhu Que


" Diamlah , biarkan begini sebentar " ucap Hua Yun


" ada apa dengan pangeran bodoh ini " batin Zhu Que


" Bisakah pangeran melepaskan saya , ini membuat saya tidak nyaman " ucap Zhu Que


" Baiklah " Hua Yun melepaskan pelukan nya


" Apakah ada yang pangeran butuh kan ? , jika tidak saya pamit undur diri " Zhu Que berbalik dan melangkah menjauhi Hua Yun .


" Apakah kau selalu berubah ubah " tanya Hua Yun yang mampu membuat langkah kaki Zhu Que terhenti .


" huhh .. Terkadang kau bersikap biasa , terkadang perkataan mu sangat manis dan terkadang kau sangat formal . Apa kau memiliki kepribadian ganda " tanya Hua Yun


Zhu Que membalikan badan nya agar menghadap Hua Yun .


" Ya , anggap saja seperti itu " ucap Zhu Que dengan senyum paksaan nya . Lalu kembali melangkahkan kaki nya .


Hua Yun hanya melihat Zhu Que yang melangkah semakin jauh dari nya .


" ada apa dengan ku " batin hua yun


*


Setelah Zhu Que kembali ke kamarnya , dia memerintahkan kepada para penjaga untuk tidak membiarkan siapapun masuk , termaksuk Hua Yun .


" Apa apaan pria itu , tiba tiba memeluk ku dengan seenaknya " dengus Zhu Que


" Apa kau sedang dalam situasi buruk Que'er " ucap Zeus di ruang dimensi


" Ya , aku sangat kesal " ucap Zhu Que


" kemarilah " ucap Trotter


Zhu Que segera memasuki ruang dimensi dan masuk kedalam mansion nya .


" Que'er " panggil Zeus


" Hi ge " sapa Zhu Que


" Duduklah " ucap Trotter


Zhu Que pun duduk berhadapan dengan Trotter dan Zeus .


" Apakah suasana hatimu sedang tidak baik ? " tanya Zeus


" Ya , itu karena pangeran itu . Dia tiba tiba memeluk ku dan itu membuat ku geram " dengus Zhu Que


" Kenapa tidak kau bunuh saja saat dia memeluk mu " ucap Zeus


pletak


Trotter memukul kepala Zeus .


" yaaaa kenapa kau memukul ku ? " ucap Zeus


" Bodoh " ucap Trotter


" kau mengataiku juga ? " ucap Zeus tak terima


" Kau memang bodoh " ucap Trotter


" Aishh , sudahlah kenapa kalian jadi ribut seperti ini huh " ucap Zhu Que menengahi


" Arghh aku bisa mati cepat jika terus terusan bersama gunung es ini " ucap Zeus


" Tapi sampai sekarang kau masih hidup " ucap Trotter


Skakmat..


" yayaya kau menang " ucap Zeus


" Jika Zeus'ge perempuan , mungkin kalian akan cocok satu sama lain " ucap Zhu Que terkekeh


" Sungguh kesialan jika aku seorang perempuan dan berjodoh dengan nya " Zeus memutar bola matanya


" Aku kuat , aku tampan , kau akan beruntung " ucap Trotter dengan percaya dirinya


" Tapi aku yang sial " lanjut nya


" hahahaha , oh ayolah ge kalian sungguh cocok . Tapi sejak kapan Trotter'ge menjadi orang yang narsis ? , oh atau mungkin karena kalian sering bersama haha " ledek Zhu Que


" Hentikan tawa mu itu Que'er , aku masih normal " ucap Zeus


" ahh iya iya " Zhu Que menghentikan tawa nya


" Jadi ? " tanya Zeus


" hah , jadi ? jadi apa ? " Zhu Que balik bertanya


pletak


Zeus menyentil pelan jidat Zhu Que


" Jangan menyakiti adik ku burung bodoh " ucap Trotter dingin


" Sudahlah berhenti berdebat " ucap Zhu Que menengahi .


Zeus menghela nafasnya .


" Jadi bagaimana rencana mu ? " tanya Zeus


" Rencanaku sudah tersusun rapi . Aku hanya tinggal menunggu lawan bergerak " ucap Zhu Que


" Aku harap semua akan baik baik saja " ucap Trotter


" Apa gege merasakan nya juga ? " tanya Zhu Que


" Aku merasa sesuatu yang besar akan segera terjadi " ucap Trotter


" Aku tidak tahu kenapa ge , tapi setiap malam aku bermimpi bertemu dengan seorang pria yang mengaku suami ku , dan dia bilang kenapa aku memilih pria lain " ucap Zhu Que yang kini mengingat mimpi yang dia alami


" Benarkah ? " tanya Trotter


" Mungkin saja dia memang suami mu Que'er " ucap Zeus enteng , yang langsung diberikan tatapan tajam oleh Trotter .


" Apa iya ? tapi aku belum menikah " ucap Zhu Que


" Mungkin sesuatu telah kau lupakan " ucap Zeus


" Tidak usah dipikirkan , lebih baik kau istirahat sekarang " ucap Trotter


" hufftthh baiklah aku akan kembali " ucap Zhu Que


" Berhati - hatilah " ucap Trotter


Zhu Que pun keluar dari ruang dimensi . Meninggalkan Zeus dan Trotter yang saling berdiam diri .


" Apa kita akan terus merahasiakannya " ucap Zeus membuka suara


" Ya " jawab Trotter


" Tapi aku merasa tidak enak menyembunyikan tentang jati dirinya sendiri " ucap Zeus


" Kita tidak ada hak mengataakan nya , karena ada seseorang lebih berhak mengatakan nya " ucap Trotter


" Kau benar , aku harap Que'er akan segera mengingat kembali siapa dia sebenarnya " ucap Zeus


" Seandainya perang itu tidak terjadi "


" Kau benar , aku mungkin sudah memiliki banyak keponakan lucu " ucap Zeus


" Ya , kau benar "


*****


Dua hari telah berlalu ...


Hari ini tepat dimana Pengangkatan Permaisuri baru Kekaisaran Zhao . Kandidat yang akan menjadi Permaisuri adalah Yun Chun yang tidak lain adalah Selir Agung dan ibu dari Pangeran Kedua Xiao Xi dan Putri Kedua Yu Mei . Selir Yun Chun adalah salah satu selir favorite Kaisar . Karena sifat nya yang sangat ramah , tegas dan juga pandai dalam segala hal .


Para tamu undangan kini mulai berdatangan . Semua acara di adakan sangat meriah . Mungkin ini lebih meriah dari pengangkatan seorang permaisuri pada umumnya .


Semua tamu kini sudah hadir di aula utama kecuali Zhu Que yang kini belum menampakan wujudnya bersama Hua Yun . Bahkan Kaisar dan rombongan nya sudah hadir sekitar lima menit yang lalu .


" Terimakasih kepada para tamu sudah berkenan hadir di acara perayaan permaisuri baru zhen " ucap Kaisar Zhao


" Suatu kehormatan bagi kami bisa menghadiri acara ini " ucap salah satu penjabat


" PANGERAN KETIGA HUA YUN DAN PUTRI LIU ZHU QUE , MEMASUKI AULA " terdengar teriakan Kasim yang begitu lantang .


Sontak saja semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu masuk . Semua pasang mata terfokus untuk melihat sepasang suami-istri yang kini berjalan memasuki aula dengan sangat serasi menurut mereka .


" Hormat Ayahanda , mohon maaf atas ke terlambatan saya dan istri saya " Hua Yun membungkung kan badan nya yang diikuti Zhu Que .


" Bangunlah , tidak apa-apa " ucap Kaisar


Hua Yun dan Zhu Que pun duduk di kursi yang sudah di persiapkan untuk mereka . Zhu Que mengedarkan pandangan nya dan melihat ke arah Ayah dan Gege nya yang tersenyum ke arah nya . Zhu Que juga melihat kehadiran Chen dan juga enam anggota underground lain nya . Kini pandangan Zhu Que terkunci dengan pandangan Jing Liao . Bisa Zhu Que lihat kilatan kebencian di mata Jing Liao meskipun bibirnya memaksa untuk tersenyum .


Acara pun kini berlangsung tanpa ada hambatan . Kaisar Zhao sudah memakaikan Mahkota berbentuk Phoenix kepada Yun Chun . Kaisar mengumumkan jika Yun Chun sekarang adalah Permaisuri di Kekaisaran Zhao . Semua orang turut mengucapkan selamat kepada kaisar zhao dan permaisuri barunya.


Yun Chun adalah seorang Putri yang berasal dari keluarga Bangsawan Kekaisaran sebrang . Kaisar Zhao merasa tertarik kepada Yun Chun saat dirinya menghadiri salah satu undangan dari kekaisaran sebrang yang dimana keluarga bangsawan Yun Chun tinggal . Saat itu Kaisar Zhao menyelamatkan Yun Chun dari serangan sepuluh orang bandit yang mengepung Yun Chun . Untung saja Kaisar Zhao segera datang , jika tidak mungkin Yun Chun sudah di lecehkan oleh orang orang tidak beradab itu . Sampai dimana hari Kaisar Zhao melamar Yun Chun dan menjadikannya Selir Agung Kekaisaran Zhao . Merekapun dianugrahi seorang putra dan seorang putri .


Saat ini Yun Chun sudah resmi menyandang gelar Permaisuri Kekaisaran Zhao . Permaisuri Yun dan Kaisar Zhao pun mengangkat Fu Roumei yang merupakan Selir Tingkat Dua menjadi Selir Agung . Fu Roumei merupakan putri pertama dari kediaman Mentri Fu , dan juga ibu dari Pangeran Keempat Zhao Xu Qiu .


Saat acara sedang berlangsung dengan sangat meriah . Tiba tiba seorang pengawal memasuki Aula dengan raut wajah yang sulit di artikan .


" Lapor Kaisar Zhao " ucap pengawal tersebut


" Ada apa " tanya Kaisar Zhao


" Prajurit di perbatasan kini diserang oleh prajurit kekaisaran Jing " ucap pengawal tersebut


Brakkk


" APA , bagaimana bisa " marah kaisar yang kini sudah berdiri dari singgasana nya .


Kaisar melirik sekilas ke arah Jing Liao .


" Bukankah Kaisar Jing sepakat untuk berdamai jika putrinya menikah dengan Putra Mahkota " ucap Kaisar


Zhu Que yang mendengar itu melirik kearah Jing Liao yang kini curi-curi pandang kepada Hua Yun . Hal yang sama juga dilakukan Fengjiu .


" aishh sungguh muak melihat para wanita ular yang kini berlomba memperebutkan cinta laki-laki rubah ini " batin Zhu Que


Tiba-tiba datang satu pengawal lagi yang memasuki aula


" Lapor Kaisar , istana di serang " ucap pengawal itu


" Kurangajar siapa yang berani-beraninya mengacau di istana ku " Kaisar segera keluar dari aula untuk melihat kekacauan yang ada di istana .


Semua orang mengikuti Kaisar untuk membantu melawan pemberontak yang sedang mengacaukan istana .


Rahang Kaisar zhao mengeras saat melihat para penjaga di istana sudah tumbang . Baru saja Kaisar zhao akan mengeluarkan pedang nya yang tergantung di pinggang sebelah kiri , tubuh nya menjadi kaku dan tidak bisa bergerak . Bukan hanya Kaisar , tapi semua orang merasa tubuh nya menjadi kaku . Kaisar mengernyit dan melihat Hua Yun yang kini menyeringai kepadanya .


" HUA YUN " marah Kaisar Zhao


Semua orang terlihat kebingungan saat melihat Kaisar Zhao meneriaki nama pangeran ketiga .


Kaisar Zhao mengetahui akan kemampuan Hua Yun yang bisa membuat siapapun menjadi kaku dan tidak bisa bergerak , jadi Kaisar Zhao sangat yakin jika semua ini berkaitan dengan Putra Ketiga nya . Tapi yang Kaisar Zhao tahu jika kemampuan Hua Yun hanya bisa membuat beberapa orang tidak bisa bergerak , itupun hanya para Kultivator Tingkat Tinggi kebawah . Dan Kaisar sangat terkejut akan Kemampuan Hua Yun yang kini di luar dugaan .


" Hahahahaha " tawa Hua Yun kini menggema


" Bagaimana pertunjukan ku kali ini , apakah menarik " tanya Hua Yun yang sontak membuat semua orang terkejut .


" Kenapa kau melakukan semua ini Yun'er " tanya Kaisar Zhao


" Karna aku membenci mu bodoh " ucap Hua Yun


" Bajinga* lepaskan kami , kau sungguh pengecut menggunakan trik kotor seperti ini " teriak Putra Mahkota


" Hahaha , jika kau mampu kenapa tidak mencoba lari saja dari sini " ucap Hua Yun dengan nada dingin


" Apa kau ingin tahta yang akan aku duduki ? , silahkan kau ambil tapi lepaskan kami " ucap Putra Mahkota


" Aku tidak hanya menginginkan itu tapi juga menginginkan nyawa nya " ucap Hua Yun menunjuk Kaisar Zhao


" Dia adalah Ayahmu juga bajinga* " ucap Putra Mahkota yang kini mencoba melepaskan diri dari perangkap Hua Yun .


" Ayah ? hahaha aku tidak sudi mengakuinya Ayah . Jika bukan karna kebodohan nya ibuku tidak akan mati " ucap Hua Yun


" Dia yang menyebabkan ibu ku mati " tunjuk Hua Yun kepada Kaisar Zhao dengan mata nya yang memerah .


" Kau salah paham " ucap Kaisar Zhao


" Aku tidak membutuhkan pembelaan diri mu , kau tidak pantas untuk menjadi Kaisar , aku sungguh membencimu sampai ketulang " ucap Hua Yun


" Ayah tidak membunuh ibu mu Yun'er , dia telah melakukan kesalahan tentu saja ayah harus bersikap tegas " ucap Kaisar


" Berhentilah membela dirimu sendiri Kaisar Bodoh , aku melihat semua nya . Aku juga melihat wanita iblis itu menyuap seorang tabib istana untuk memfitnah ibuku . Kau saja yang tidak mau mendengarkan kebenaran nya . Saat ibuku di fitnah oleh Wu Yu Chan wanita iblis itu , kau menghakiminya tanpa mencari tahu kebenaran nya . Apa kau pikir ibu ku yang sangat menyayangi ibu suri dan menganggapnya sebagai ibu kandung nya sendiri akan tega meracuninya ? , itu semua adalah siasat busuk wanita iblis itu . Hah untung nya dia sudah tidak menjadi permaisuri , karena gelar permaisuri tidak akan pernah cocok untuk wanita iblis itu " ucap Hua Yun


" Berhenti mengatai ibu ku bajinga* " tetiak Putra Mahkota


" Ibu mu itu sungguh sampah yang hanya memanfaatkan posisi permaisuri untuk kepentingan pribadinya . Dia tergila-gila kepada Kaisar bodoh ini dan membunuh siapapun yang menurut nya ancaman "


ucap Hua Yun .


Kaisar memejamkan matanya , kini pikiran nya mulai di penuhi oleh sosok wanita cantik dengan surai coklat terang yang mampu membuat lawan jenis tergila gila padanya . Bukan hanya cantik tapi dia pandai dan juga salah satu Jenius langka . Wanita itu adalah Qu Xiangnong , yang tidak lain adalah ibu dari Hua Yun .


~ Flashback on ~


*Tepuk tangan menggema saat seorang wanita bersurai coklat menyelesaikan tarian indah nya .


" Selir Qu sangat pandai , tarian nya sangat indah " puji seorang mentri


" benar , bukan hanya cantik tapi juga jenius " ucap yang lain nya


seluruh pujian tertuju padanya . Hingga seorang wanita yang kini duduk di kursi kebesaran nya mengepalkan tangan di balik hanfu yang dia pakai .


" Nong'er , kemarilah duduk di dekat ibu . Tarian mu sangat anggun . An'er sungguh beruntuk memiliki mu " puji Ibu suri


" Ibu terlalu memuji , kemampuan selir ini masih sangat kurang " ucap Qu Xiangnong


Qu Xiangnong adalah selir satu tingkat di bawah Selir Agung . Dia termasuk selir kesayangan Kaisar . Ibu suri bahkan menyayangi Qu Xiangnong layak nya anak kandung sendiri , begitupun juga Qu Xiangnong yang menyayangi Ibu Suri . Kedekatan Qu Xiangnong dan ibu suri menimbulkan kecemburuan untuk Permaisuri dan selir lain nya , terkecuali Selir Agung Yun Chun yang merupakan sahabat dekat Qu Xiangnong . Mereka kerap menghabiskan waktu bersama .


Saat Qu Xiangnong melahirkan buah hati nya bersama Kaisar , yang tidak lain adalah Hua Yun , Kaisar sangat memanjakan nya . Bahkan Kaisar tidak jarang menolak ajakan permaisuri untuk menginap di kediaman nya hanya karena ingin menemani Qu Xiangnong yang baru melahirkan . Tentu saja Permaisuri Wu marah saat mengetahui Kaisar lebih memperdulikan Selir nya .


Kaisar memang tidak mencintai wanita lain , selain kekasih kecil nya yaitu Xue Yun Zhi . Tapi kaisar juga menyayangi istri-istri nya dan memperlakukan mereka layak nya wanita yang mendapatkan cinta Kaisar . Meskipun faktanya kaisar hanya memberikan hatinya kepada wanita yang sudah menjadi milik orang kepercayaan nya sendiri .


Semakin hari , perlakuan Kaisar kepada Qu Xiangnong semakin membuat Permaisuri Wu meradang . Bahkan ibu suri juga hampir setiap hari mengunjungi Qu Xiangnong .


Setiap kesempatan Permaisuri gunakan untuk membunuh Qu Xiangnong , tapi rencana nya selalu gagal . Hingga Hua Yun sudah berusia 9 tahun , Kaisar sangat memperhatikan ibu dan anak itu .


Permaisuri merasa terancam dan khawatir jika Putra Qu Xiangnong akan menggantikan Putra nya menjadi Putra Mahkota . Akhirnya sebuah ide terlintas di benak nya .


Setiap hari , Qu Xiangnong akan membuatkan makanan untuk ibu suri sebagai mana putri yang memperhatikan pola makan ibu kandung nya . Sempat di beri teguran oleh ibu suri maupun Kaisar agar tidak perlu menyiapkan makanan karena sudah ada pelayan . Tapi Qu Xiangnong tetap melakukan nya .


Siang itu Qu Xiangnong akan mengantarkan makanan untuk ibu suri , tapi saat di perjalanan perut nya merasa sakit . Dia pun meminta salah satu pelayan untuk mengantarkan makanan itu kepada ibu suri , kemudian dia pergi ke kamar mandi .


Saat Qu Xiangnong selesai dari kamar mandi , dia segera berjalan menuju kediaman ibu suri . setelah sampai di kediaman ibu suri dahinya mengernyit saat melihat banyak orang yang kini berkumpul di kediaman ibu suri . Qu Xiangnong berjalan menerobos kerumunan orang itu , bisa di lihat tatapan mencemooh dari para pelayan dan pengawal yang melihat keberadaan nya .


Pandangan Qu Xiangnong tertuju kepada seseorang yang kini terbaring di ranjang dengan wajah pucat .


" Yang Mulia mohon maafkan hamba , hamba tidak bisa menolong Ibu Suri " ucap tabib kekaisaran


Rahang kaisar mengeras , matanya sudah berkaca-kaca saat mendengar jika ibu nya tidak bisa di selamatkan lagi .


" periksa makanan itu " ucap Kaisar kepada seorang tabib . Tabib itu langsung memeriksa makanan yang tadi di siapkan oleh Qu Xiangnong


" Ada apa ini yang mulia " tanya Qu Xiangnong


Kaisar membalikan badan nya dan menghadap Qu Xiangnong .


" Ibu suri tidak bisa di selamatkan hiks " ucap Permaisuri Wu dengan air mata buaya nya


" Apa , bagaimana bisa " ucap Qu Xiangnong


" Hormat Yang Mulia , makanan ini memang sudah di beri racun . Akan tetapi sepertinya ibu suri sudah lama mengkonsumsi racun ini , hingga perlahan membuat tubuhnya di grogoti oleh racun ini " ucap tabib


plakkkk


suara tamparan terdengar nyaring di ruangan itu . Kaisar menampar Qu Xiangnong dengan mata yang merah menahan amarah


" Qu Xiangnong , apa yang kau lakukan kepada ibu ku . Dia sangat menyayangi mu tapi kau tega meracuni nya . Kau membuat ku muak " marah Kaisar


" apa maksud Yang Mulia , saya tidak mengerti . Saya tidak pernah meracuni ibu suri . Saya difitnah " ucap Qu Xiangnong


" Pengawal seret Selir Qu ketempat eksekusi , Zhen menjatuhkan hukuman mati untuk nya "


jedarr..


Dunia Qu Xiangnong seakan runtuh saat mendengar perkataan Kaisar yang tidak mendengarkan penjelasan darinya terlebih dahulu .


" Yang Mulia mohon percaya kepada saya hiks " lirih Qu Xiangnong


Pengawal menyeret Qu Xiangnong ketempat eksekusi .


Setelah Kaisar menyelesaikan pemakaman Ibu Suri . Kaisar segera pergi ketempat eksekusi .


Disisi lain , seorang anak laki-laki berusia sekitar 9 tahun membanting pedangnya kesembarang arah . Dia mendapat laporan jika ibu nya akan di hukum mati . Anak laki - laki itu adalah Hua Yun , dia sedang melakukan pelatihan pedang bersama Putra Mahkota dan Pangeran Kedua . Saat mendengar ibunya akan di hukum , raut wajah nya kini berubah dingin .


Saat di perjalanan menuju tempat eksekusi , Hua Yun mendengar samar - samar seseorang sedang berbincang - bincang tidak jauh dari tempat nya , Hua Yun yang merasa penasaran mendekati asal suara itu .


" ini untuk bayaran mu dan pergilah segera dari istana ini " permaisuri memberikan banyak koin emas kepada seorang pria paruh baya


" terimakasih permaisuri , saya akan segera menghadap kaisar untuk pensiun menjadi seorang tabib karena ingin mengurus anak saya yang sakit di kampung "


" Bagus , dan jangan bocorkan kepada siapapun jika kematian ibu suri adalah campur tangan ku " ucap permaisuri wu


Hua Yun yang mendengar itu membelalakan matanya . Dengan langkah seribunya , dia segera ketempat eksekusi .


Saat algojo mengangkatkan pedang untuk menebas kepala ibunya , Hua yun segera berlari dan menghentikan algojo tersebut .


" IBUNDAAA " teriak Hua Yun


Qu Xiangnong tersenyum sendu kearah Putra nya .


" Tahan Pangeran Ketiga " teriak Kaisar


" Tidak lepaskan aku sialan , ibu ku tidak bersalah , ibuku di fitnah oleh permaisuri wu " ucap Hua Yun


" Apa yang telah kau ajarkan pada putra mu Qu Xiangnong , dia bahkan berani memfitnah ku " ucap Permaisuri Wu yang baru saja tiba .


" Jangan menyalahkan ibu ku ,kau yang memfitnah nya " Hua Yun mencoba melepaskan dirinya dari cekalan para pengawal yang menahan nya


Kaisar memberi aba aba kepada algojo untuk segera melakukan tugas nya


" TIDAKKK IBUNDAAA " teriak Hua Yun tatkala melihat kepala ibunya yang menggelinding begitu saja .


" Bawa pangeran ketiga ke kediaman nya dan janagn biarkan dia keluar selama 3 bulan " ucap Kaisar Zhao lalu pergi .


Sebenarnya Kaisar Zhao tidak ingin membunuh Qu Xiangnong , tapi dia sangat marah saat mengetahui jika wanita yang mulai membuat nya jatuh hati meracuni ibu kandung nya sendiri . Jika Qu Xiangnong tidak di hukum mati , reputasinya juga akan buruk dimata semua orang . Sungguh Kaisar tidak ingin melakukan nya tapi Qu Xiangnong sangat membuat nya kecewa .


Sedangkan Hua Yun bertekad untuk membalaskan kematian ibunya . Dia tidak terima ibu nya mati menanggung kesalahan orang lain . Seharus nya wanita iblis itu yang mati bukan ibunya .


Semenjak kejadian itu , Hua Yun menjadi pribadi yang tidak tersentuh , bahkan dia sangat dingin dan bengis . Semasa pertumbuhan nya , dia di urus oleh Selir Agung yang merupakan orang terdekat ibunya .


Hingga usianya menginjak masa remaja , dia bertemu dengan seorang gadis yang bisa membuat kepribadian nya yang dingin perlahan menghangat , Hua Yun menjadi pribadi yang mulai ceria seperti sebelum ibu nya di hukum penggal . Gadis itu adalah putri pertama Kaisar Jing , Jing Liao . Hua Yun menjatuhkan hati nya kepada Jing Liao . Mereka bertemu saat Hua Yun melakukan perjalanan ke Kekaisaran sebrang . Dan mereka pun saling menyukai satu sama lain hingga mereka menjalin hubungan selama bertahun tahun . Saat Hua Yun mendengar jika Kekaisaran Jing berencana menyerang Kekaisaran Zhao . Hua Yun dengan sukarela mengajukan untuk membantu Kaisar Jing . Dan semua yang direncanakan Kaisar Jing untuk menyerang Kekaisaran Zhao adalah campur tangan Hua Yun* .


~ Flashback Off ~


.


.


.


.


**Hola guys .. Maaf ya aku agak telat up


Nanti di usahain untuk Crazy up deh . Tapi aku kasih part yang panjang di chapter ini kok:) .


Semoga gak bosen ya sama cerita ini .


XoXo*: