Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 38 Kemarahan Jordan


James mengikuti Jordan dari belakang, ia benar benar aneh melihat kakaknya yang sepertinya sangat membencinya...


memang hubungan James dan Jordan sedari dulu memang tak pernah akur, namun James merasa kalo kali ini Jordan benar benar membencinya..


dan James tak tau kenapa kakaknya seperti itu..


Jordan dan James berlalu meninggalkan aula dan ruang tamu serta malah menuju ke pintu luar, Di ruang tamu ada Jhonatan yang sedang duduk bersama istrinya dan melihat aneh kenapa adik dan kakak itu sepertinya sedang bertengkar, padahal baru saja ia melihat mereka baru sampai.


" Jo...Jams, kalian mau kemana," tanya Jhonatan aneh melihat adik dan kakak itu sepertinya sangat tegang.


" ah kak...Aku akan membawa James ke rumah ku, ada yang ingin aku katakan padanya," kata Jordan dan James benar benar kaget ternyata ia harus mengikuti Jordan sampai rumahnya pantas saja ia aneh melihat Jordan yang malah membawanya ke luar.


" ke rumahmu, kenapa tidak berbicara di sini saja, jika memang penting seperti apa yang kau katakan, kenapa tak kau pakai saja ruang pribadiku, lagi pula bukankah James juga baru pulang dari Hindia dan langsung menuju kemari," kata Jhonatan lagi.


" aku tau....tapi... aku tidak bisa mengajaknya berbicara di sini kak, lebih leluasa berbicara di tempatku, karena dengan begitu aku bisa leluasa menghajarnya tanpa harus mendengar teriakan dari Emily," kata Jordan bercanda dan itu membuat Jhonatan aneh mendengarnya.


" sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan dan apa maksudmu menghajarnya, jika kau masih marah perihal James yang membawa Emily, bukankah hal itu sudah berlalu, dan bukankah Emily sendiri sudah menjelaskan dan mengatakan kalo ia tak apa apa,," tanya Jhonatan penasaran..


" memang benar, tapi ada yang ingin aku bicarakan padanya, dan itu hanya aku dan dia saja yang mengetahui urusan ini." kata Jordan dan ia pun tersenyum sinis pada James.


" benarkah...baiklah... terserah padamu saja, tapi jika ada masalah Antara kalian berdua, tolong selesaikanlah dengan pikiran tenang jangan memakai emosi, apa lagi sampai berkelahi, apa kau mengerti," kata Jhonatan tegas dan Jordan pun mengangguk namun ia tak janji untuk menghajar adiknya yang kelewatan ini.


" baiklah kak, kalo begitu aku permisi, kakak ipar saya permisi dulu" kata Jordan pada Angela dan berlalu meninggalkan Jhonatan dan Angela di sana.


" kau mau naik mobilku, apa kau mengendarai mobilmu sendiri," tanya Jordan dingin setelah berada di luar.


" aku akan mengendarai mobilku sendiri," kata James enggan.


" baiklah, tapi ingat... jangan kabur, aku akan menunggumu di rumahku," kata Jordan pelan dan meninggalkan rumah Jhonatan menuju ke rumahnya.


" kabur... memangnya apa yang mesti aku takutkan," kata James pelan dan mengendarai mobil nya sendiri.


Jhonatan dan Angela hanya diam ia tak tau harus berbuat apa pada kedua adiknya yang memang sedari dulu tak pernah akur ini.


" sepertinya ada sesuatu yang tidak beres sayang," tanya Angela pada suaminya.


" entahlah, aku tidak tau sayang," kata Jonathan aneh.


Emily berlari melihat Om Jo dan Om James malah menuju ke luar dan mengendarai mobil mereka masing masing.


" Emi... kau mau kemana," tanya Jhonatan bingung melihat Emily yang tengah berlari.


" om Natan, apa kau melihat Om Jo dan Om James barusan kemana," tanya Emily cemas..


" mereka mau ke tempat Jordan, ada apa," tanya Jhonatan aneh melihat Emily yang terlihat sangat cemas.


" astaga.." kata Emily begitu cemas.


" Emi, tunggu sayang, ada apa sebenarnya," tanya Jhonatan aneh melihat Emily yang begitu cemas dan ketakutan.


" iya sayang, ada apa sebenarnya," tanya Angel yang ikut cemas juga.


" begini Om, Tante, sepertinya om Jo salah paham pada om James, dan karena aku takut mereka terjadi kenapa kenapa, Emi mau mengikutinya," kata Emily cemas.


" memangnya kesalahpahaman apa sehingga kau begitu cemas padanya," kata Jhonatan aneh.


" Hmmmm maaf om Natan, aku tidak bisa memberitahukan padamu apa yang terjadi," ucap Emily pelan.


mana bisa Emily mengatakan kalo kedua om nya itu bertengkar hanya karena James mengambil kesucian keponakannya sendiri dan itu pasti akan membuat om Natan murka semurka murkanya. dan Emily juga bingung harus mengatakan dan menjelaskan bagaimana pada omnya ini nanti jika mereka tau semua.


" tapi Tante," ucap Emily cemas.


" sayang, percayalah, mereka itu adik dan kakak, pastinya mereka juga tak akan saling menyakiti atau saling bunuh sayang, jadi kau tak usah Begitu cemas pada mereka sayang," kata Angel lagi.


" benarkah," ucap Emily pelan.


" itu benar sayang, om tau betul bagaimana kedua om om mu itu, jadi kau tenang saja tak usah mencemaskan mereka berdua," kata Jhonatan pelan.


Emily berusaha mempercayai kata omnya ini, walau hatinya tak mempercayainya.. karena Emily tau jika kedua omnya itu akan saling membunuh satu sama lainnya karena masalah ini. karena Emily melihat Om Jordan begitu ingin membunuh om James.


" tapi Om Natan," kata Emily pelan.


" sayang... percayalah, kau percaya Jordan bukan, ia tak akan menyakiti James jika itu yang kau takutkan,," kata Jhonatan lembut.


Emily pun mengangguk dan kembali ke kamarnya...


********


Kediaman Jordan...


" Masuklah," kata Jordan dingin saat mereka sudah sampai rumah Jordan dan mereka masuk ruang pribadinya..


James pun masuk dengan tenang ke ruang pribadi Jordan, dan duduk di kursi di depan Jordan.


" sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan, sampai harus kita berbicara di sini," kata James aneh..


" apa sepenting itu sampai kita harus berbicara di sini, dan tidak berbicara di rumah Natan saja," kata James lagi.


" aku tidak ingin membuat Natan cemas karena ulahmu," kata Jordan dingin.


" cemas, karena ulahku," tanya James aneh.


" memang apa yang ku berbuat sampai harus membuat Natan cemas," kata James lagi.


Jordan tersenyum sinis mendengar apa yang di katakan James padanya.


" jangan berpura-pura lagi," kata Jordan sinis.


" apa maksudmu, memangnya aku pura pura tentang apa," tanya James aneh melihat kakaknya sepertinya sangat membencinya.


" katakan padaku, apa benar kau sudah menodai Emily," tanya Jordan langsung.


" apa..." tanya James kaget karena sang kakak tau.


" dari mana kau tau kalo aku...." kata James terhenti ia pun menyipitkan matanya bingung dan curiga.


" apa Emily yang mengatakan itu padamu," tanya James dingin.


" tidak...bukan Emily, pertama Emily memang tak mengakuinya," kata Jordan dingin.


" tapi bukti yang kau tinggalkan di tubuhnya membuat aku semakin curiga," kata Jordan kesal.


" bukti...maksudmu Emily hamil," tanya James yang malah curiga apa yang di maksud Jordan Meninggalkan bukti di tubuhnya Emily adalah hamil.


" aku harap bukan itu," kata Jordan marah.


" jika bukan hamil yang kau sebut, lalu apa yang aku tinggalkan bukti di tubuhnya," tanya James aneh.