
Keesokan harinya Yasinta sudah memulai kehidupan barunya. Bangun pagi hari lalu membangunkan sikembar untuk mandi.
Hari ini adalah hari pertama kembar masuk sekolah ditempat baru.
"Loan Leon, bangun sayang, sudah jam lima nanti terlambat lho"
"hmmmmm"
"ayo buruan mandi, mau mama bantu"
Keduanya keberatan
"ngga ah, malu masa gede masih dimandikan" Loan yang menjawab.
Mereka berdua akhirnya ke kamar mandi dengan masih mengantuk.
Tidak sampai setengah jam mereka keluar dengan wajah segar dan dengan handuk masing-masing di pinggang.
Yasinta langsung membantu mereka pakai seragam sekolah yang baru.
"nanti disekolah, jangan nakal, dengarkan penjelasan ibu guru ya"
"iya mama" berdua mereka menjawab
"setelah pulang sekolah boleh main sebentar, tapi habis itu bobo siang"
"ma, kakek kapan kesininya, kita kangen kakek"
"nanti coba mama telepon ya"
"iya ma"
"Nah,anak-anak mama sudah keren, ayo kita sarapan, sekalian sapa opa noh lagi ngopi didepan"
"oke mama"
Mereka keluar dari kamar kembar berbarengan dengan Daniel yang keluar kamarnya karena mencari Yasinta. Tadi saat dia bangun Yasinta sudah tidak ada, dia lihat di kamar mandi juga tidak ada, makanya dia ingin mencari di dapur ehhh ternyata baru keluar dari kamar kembar.
"hai anak-anak papa sudah ganteng-ganteng,"
"good morning papa"
"iya donk pa, kan mau sekolah, emank papa belum mandi hihihi" keduannya menggoda Daniel.
'ternyata begini rasanya punya keluarga, anak-anak dan istri' gumam Daniel garuk -garuk kepala.
"kak, mau mandi, aku beresin anak-anak sarapan dulu" ucap Yasinta kepada daniel, karena dia lihat Daniel masih dengan piyama tidurnya.
"hmmm, aku juga ikut" ucapnya masih dengan piyama tidur.
akhirnya Daniel menemani anak-anaknya sarapan, setelah itu mereka berangkat sekolah bersama om Riadi dan pak Amir.
"Daniel Sinta biarkan om yang mengantar anak-anak sekolah seminggu ini ya, saya ingin menikmati kebersamaan bersama cucu. apalagi sifat dan gaya kembar mengingatkan om sama papanya Daniel kembaran om" ucap pak Riadi
"apa om ngga cape, aku takutnya kembar membuat om ngga bisa istirahat. soalnya aku tahu banget kembar om, mereka akan terus bertanya sampai mereka puas om, kadang kita kewalahan"
"justru itu yang om rindukan, selama ini om tidak ada yang nemanin kecuali asisten dan juga supir. mereka tidak ada yang berani bertanya sama om, hanya menuruti perintah om. Dan beberapa hari ini om kembali hidup karena sikembar"
"tapi kalau om kewalahan jangan diturutin ya om, mereka juga tetap harus diberi batasan" pinta Yasinta
"kamu tenang aja nak, aku akan membuat cucu-cucuku manja dan mandiri" ungkapnya senyum, Yasinta hanya mengangguk sementara Daniel hanya diam aja.
"ya sudah kami jalan dulu ya"
"iya om, hati-hati om"
Daniel dan Yasinta mengantar pak Riadi dan anak-anak sampai teras.
"sudah ayo kita masuk" ajak Daniel
"kakak langsung mandi gih nanti telat lho ngantor"
"iya, tapi mandiin" goda Daniel sambil memegang kedua lengan Yasinta dan menjatuhkan dagunya dibahu Yasinta.
"ihhhh kembar aja udah malu dimandiin mamanya" ucap Yasinta
"karena kembar belum mengerti sayang asyiknya dimandiin oleh istriku ini"
"kak jangan begini, mba-mbanya ngeliatin"
"mereka ngga berani ngeliat sayang"
Daniel menarik Yasinta masuk ke kamar mereka lagi. Kamar itu belum dibereskan masih berantakan bekas Daniel terakhir tidur. Yasinta ingin membereskan selimut itu saat Daniel langsung memeluknya.
"ayo mandi"
"aku sudah mandi kak"
"tapi aku belum"
"udah sana mandi berarti, ntar telat ke kantornya"
"mandiin"
"idihhhh benaran kayak bocah ya"
"kalau kamu ngga mau mandiin, kita mandi bersama" ucap Daniel sudah menggendong Yasinta ke kamar mandi.
"kak, kak jangan begini, aku sudah mandi kak" ucap Yasinta, tapi Daniel seolah ngga dengar apa-apa, masih dengan pakaian lengkap dia menaruh Yasinta dibath up yang airnya sudah diatur Yasinta untuk Daniel.
"kembar sudah sekolah, tadi pagi aku menginginkanmu tapi didominasi oleh kembar, jadi sekarang kamu hanya milikku" ucap Daniel ngga bisa dibantah, sambil dia membuka satu persatu piyama tidurnya.
"man..." Yasinta ingin protes tapi keburu dibumkam oleh bibir Daniel. Walaupun awalnya Yasinta tidak membalas, tapi berkat kelihaian dan rayuan Daniel Akhirnya Yasinta kembali menyerah, kalau Daniel sudah berkendak Yasinta akan dirayu sampai dia mendapatkannya.
Daniel masih senyum-senyum sambil memakai bajunya yang dia ambil sendiri, karena tadi Yasinta belum sempat menyediakanya.
"Kaka kenapa senyum-senyum"
"karena aku senang sayang" ucap Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Yasinta yang sedang mengoles wajahnya dengan bedak tipis.
"jangan dicium lagi, nanti bedaknya cemong" ucapnya mundur
"itu yang aku suka, bedaknya cemong" goda Daniel
"kak, dulu kayaknya kakak ngga semesum ini deh" ucap Yasinta
"iya sayang, dulu kamu memberiku cinta dan kenikmatan, tapi kamu buat aku puasa selama hampir sepuluh tahun. Jadi waktunya harus kita rappel dikit-dikit. Sehari tiga kali, dua kali malam hari satu kali pagi-pagi, iya kan" ucap Daniel santai
"Kaka sangat mesum"
"mesum sama istriku sendiri"
"tapi ingat umur sama anak"
"oke, asal kamu ingat pesanku tadi tiga kali, aku tidak macam-macam didepan orang lain dan anak-anak"
"iya, nanti aku layani tiga kali empat kali, sebanyak yang kakak mau deh"
"benaran"
"hhmmm, sekarang kita berangkat ke kantor, aku ngga mau telat"
"oke sayang, i love you so much"
"i love you too"
Saat mereka turun ke bawah ternyata sudah ada Dodo dibawah.
"pagi pak, nyonya"
"pagi pak Dodo" Yasinta yang menjawab.
"do, hari ini jadi ke kota B"
"jadi pak, pertemuannya jam sebelas, terus makan siang"
"ya sudah, kita ke kantor dulu. dari kantor kita berangkat bersama"
"baik pak"
"saya ikut ngga" tanya Yasinta pelan saat mereka menuju mobil
"ya ikutlah, terus aku sama siapa disana, kamu mau aku cari cewek disana"
"nggalah, masa pengantin barunya bentaran Mulu" ucap yasinta
"istriku sudah bucin ya" goda Daniel
"apa tidak boleh bucin sama suamiku, papa dari anak-anakku"
"boleh donk, siapa yang larang" goda Daniel mencubit hidung Yasinta gemes
Tidak berapa lama mereka tiba di kantor grup arganta. Baru turun dari mobil terlihat mobil Bram sedang menuju keluar.
"kak Bram" teriak Yasinta, Bram menoleh dan melambaikan tangan. Lalu turun mendekati Yasinta dan Daniel.
"hai sin, hai dan, apa kabar nih yang lagi bahagia"
"kabar baik kak, kak Bram juga kayaknya makin nempel nih" goda Yasinta yang diikuti Daniel juga.
"kamu bisa aja"
"emank iya, takut diambil orang ya" goda yasinta
"hei dan, jaga bini Lo, diluar sana pasti masih banyak yang melirik dia bro, biarpun anak dua ngga kalah sama gadis dua puluhan" ucap Bram mengalihkan pembicaraan
"iya bro, terimakasih, kamu sudah banyak membantu kami" ucap Daniel
"kalian juga sudah membantuku bro menemukan seseorang" balas Bram
"kapan nih kak, undangannya, kangen nih makan di kondangan"
"ahhh kamu bisa aja, santai lah" ucap Bram
"jangan cepat-cepat bro, aku masih butuh Nana, main Embat aja lho"
"tenang bro, pasti dikasih aba-aba"
"okelah kak Bram, kami kerja dulu ya, good luck, semoga bahagia" ucap Yasinta
"thank you sin, kalian juga langgeng sampai maut memisahkan. kalau dia macam-macam kasih tau aku sin, aku akan langsung hubungi Diandro yang sangat tergila-gila sama kamu" ucap Bram
"sialan lho, pulang sana, sebelum gua panggil satpam"
"oke bro, sin good bye"
"hati-hati kak Bram"
"oke"
Hai semua, jangan lupa like dan coment ya.
Terimakasih untuk coment nya
I LOVE YOU ALL🙏🤗