Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Gangguan


Baru beberapa gerakan Kiara langsung kelelahan, Paman Maung menatap ke arah Kiara yang langsung kelelahan.


Ternyata benar yang di katakan nimas,tubuh Kiara terlalu lemah.


Aku harus melatih nya , agar dia bisa menjadi lebih kuat.


Batin Paman Maung


" Kiara, latihan nya sampai di sini dulu "


Ucap Paman Maung


Kiara menganggukkan kepala nya.


" Sekarang pejamkan mata mu "


Ucap Paman Maung


Kiara kembali menganggukkan kepala nya.


*****


" Sekarang kau boleh membuka mata mu "


Ucap Paman Maung


Kiara membuka mata nya dan melihat bahwa dirinya sudah kembali ke kamar nya.


" Terima kasih Paman "


Ucap Kiara


" Kalau begitu aku pergi dulu, assalamu'alaikum "


Ucap Paman Maung kemudian menghilang


" Walaikumsalam "


Ucap Kiara


Kiara menatap jam dinding yang menunjukan pukul 17.30.


Kiara menghela nafas nya, dan memilih untuk mandi dan bersiap melaksanakan sholat magrib.


*****


Setelah mandi dan sholat Kiara memutuskan untuk turun ke bawah.


Sepi, mungkin Bunda lagi sholat


Batin Kiara


Kiara memilih duduk di ruang tamu sembari memainkan ponsel nya.


" Kiara "


Panggil seseorang dari belakang Kiara, Kiara menoleh dan melihat Axel.


" Kenapa Axel? "


Tanya Kiara


" Kamu udah sholat? "


Tanya Axel


" Udah "


Ucap Kiara


Axel mendekati Kiara dan duduk di samping nya.


" Kiara, tadi temen aku telepon kata nya dia sering di ganggu suara-suara aneh kalo mau tidur "


Ucap Axel


" Siapa? "


Tanya Kiara


" Lia "


Ucap Axel


" Lia, yang pendiem itu? "


Tanya Kiara


" Iya "


Ucap Axel


" Emang sebener nya dia kenapa sih? "


Tanya Kiara


" Jadi kata nya kalo dia mau tidur suka ada yang jalan-jalan di atas atap rumah nya "


Ucap Axel


" Itu kucing kali "


Ucap Kiara


" Dengerin dulu Kiara "


Ucap Axel


" Hehehe, yaudah lanjut "


Ucap Kiara


Ucap Axel


" Kadang kalo dia mau tidur, dia selalu nyium bau anyir darah, sama sering denger lengser wengi gitu "


Ucap Axel


Kiara mencerna semua perkataan Axel, tapi hanya satu sosok hantu yang kini Kiara pikirkan.


Siapa lagi jika bukan kuntilanak.


" Dia di teror gitu setiap hari? "


Tanya Kiara


" Iya "


Ucap Axel


" Kasian kalo gak di tolongin Kiara "


Ucap Axel


" Iya, aku tau "


Balas Kiara


" Kalo gitu menurut kamu hantu apa yang gangguin dia? "


Tanya Axel


" Kaya nya dia ketempelan sama kuntilanak "


Ucap Kiara


" Boong? "


Ucap Axel


" Buat apa sih aku boong "


Ucap Kiara


" Terus gimana cara nolongin nya? "


Tanya Axel


" Pasti ada penyebab tertentu gak mungkin kalo Lia ketempelan gitu aja "


Ucap Kiara


" Terus gimana dong? "


Tanya Axel lagi


" Gimana kalo besok kita tolongin Lia "


Ucap Kiara


" Ayok "


Ucap Axel


" Tapi, kamu harus cari rokok sama garam "


Ucap Kiara


" Kenapa? "


Tanya Axel


" Kalo misal nya dia jahat kita bakar sama garam dan doa, tapi kalo dia cuma nyasar atau tersesat kita bisa pulangin pake rokok "


Ucap Kiara


" Rokok nya apa aja? "


Tanya Axel


" Iya, apa aja "


Ucap Kiara


" Oke deh "


Ucap Axel


" Oh ya, sama daun bidara "


Ucap Kiara


" Kenapa sama daun bidara? "


Tanya Axel


" Kalau dia ngajak berantem, jangan sampe dia ngelukain aku, kamu sama keluarga Lia "


Ucap Kiara


" Yaudah, nanti aku cari 3 barang yang kamu minta "


Ucap Axel


" Oke deh "


Ucap Kiara