Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 46 Qi Lin


Di sebuah tempat yang memiliki banyak pohon dengan bunga-bunga berwarna merah muda berguguran terlihat seorang laki-laki berambut panjang dengan suara-suara yang merdu dari alat musik yang di mainkan, tetapi sosok di depannya adalah sosok yang tidak pernah di temuinya selama hidupnya jadi dia berpikir dan yakin mungkin dia sudah berada di tempat pemberhentian terakhir yaitu kematian.


Perlahan-lahan laki-laki itu berjalan menuju sosok laki-laki berambut panjang di depannya, sedang bermain alat musik itu. Ketika laki-laki yang berjalan telah sampai di depan sosok laki-laki berambut panjang yang bermain alat musik, dengan isyarat dia di persilahkan untuk duduk di depannya, dengan menurut laki-laki itu duduk di depan sosok laki-laki berambut panjang itu.


"Kamu Ehan Aelfraed bukan? Orang yang telah dua kali melakukan reinkarnasi demi seorang perempuan berambut merah muda yang cantik,"


"Apakah kamu menyesal kalau aku bilang ini adalah tempat untukmu beristirahat?" tanya sosok laki-laki itu hanya di jawab dengan anggukan untuk pertanyaan pertama dan dijawab dengan diam ketika ditanya dengan pertanyaan kedua


Ehan tidak yakin dia siap atau tidak mati lebih dulu tanpa melihat senyuman sosok gadis yang dia cintai, apakah sosok yang dia cintai saat ini sangat bahagia? atau malah sebaliknya? dia belum melihatnya sama sekali sosok gadis itu setelah dia menutup mata lega menyelamatkan dirinya


Suasana yang hening sebentar itu tiba-tiba dibuyarkan oleh lagu yang di petik dari alat musik laki-laki berambut panjang di depannya. Membuat Ehan untuk memikirkan kembali jawaban seperti apa yang tepat untuk di katakan olehnya.


"Ehan, satu hal yang pasti saat ini sosok gadis yang kamu cintai sedang menunggu dirimu," ucap laki-laki berambut panjang itu sambil tersenyum lembut ke arah Ehan, sontak membuat Ehan kebingungan dengan ucapan yang dilontarkan oleh laki-laki yang sangat misterius di depannya


Ehan bahkan tidak mengetahui dengan jelas kenapa orang di depannya tampak sangat mengenal dirinya dan memahami Asha begitu dalam, apakah Asha dan dia pernah kenal dengan dirinya? Tapi dia sama sekali tidak pernah melihat laki-laki berambut panjang dengan warna hitam legam, menurutnya ini adalah rambut yang sangat khas di timur, tapi dia sangat ingat tidak sekalipun dia ingat kalau memiliki teman di timur atau hubungan khusus dengan negeri timur.


"Reaksi dan pikiranmu sama persis dengan Asha yang bertanya-tanya di dalam hati karena tidak bisa di ungkapkan,"


"Kamu tidak perlu malu untuk bertanya apapun kepadaku,"


"Karena aku pasti bisa menjawab semua yang kamu pikirkan itu," ucap laki-laki berambut panjang dengan senyuman lembut yang selalu dia tunjukkan kepada Asha


"Kenapa kamu pikir aku memiliki banyak pertanyaan? Dan dari mana kamu tau apa isi pikiranku? Apakah semua orang yang berada di akhirat seperti ini?" tanya Ehan dengan tatapan menyidik ke arah orang yang berada di depannya membuat sosok laki-laki di depannya tertawa dengan lantang tanpa membatasi dirinya


Lucu bagi laki-laki yang ada di depannya karena Ehan mengatakan secara tiba-tiba kalau dia adalah orang dunia akhirat. Hanya diam dan kebingungan yang dilakukan oleh Ehan saat melihat kelakuan tidak jelas dari orang yang ada di depannya.


"Maafkan aku bersikap seperti ini, kalau dengan Asha aku hanya bisa serius tanpa tertawa karena dia tidak pernah berpikiran kalau ini adalah akhirat atau tempat pemberhentian kematian,"


"Jadi kamu bisa memanggilku Qi Lin, aku berasal dari negeri timur,"


Pada saat alat musik itu di petik tiba-tiba muncul sebuah kenangan atau kejadian yang belum pernah dia lihat di atas alat musik yang dimainkan oleh laki-laki di depannya, kejadian yang di lihatnya saat ini adalah sosok Asha yang menjaga dirinya dan dirinya di atas tempat tidur. Terlihat dalam kejadian itu, betapa pedulinya atau sayangnya Asha kepada Ehan yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.


Kejadian itu di percepat, ke hari-hari selanjutnya masih tetap ada sosok Asha yang menjaga dirinya setia menunggu dirinya untuk sadar secepatnya. Tatapan yang sama dengan tatapan penyesalan dirinya kepada Asha terlihat begitu jelas di matanya, walaupun begitu Asha juga memiliki tatapan pengharapan kepada Ehan untuk segera bangun dan melihat dirinya kembali. Itu adalah hal yang berbeda dari dirinya yang memiliki perasaan kepada Asha, oleh karena itu mungkin Asha merasa hanya menjadi bayang-bayang perasaannya di masa lalu.


"Apakah kamu ingin menyerah kepada dirinya yang telah kembali ke sisimu karena perjuangan yang kamu lakukan? Atau kamu akan mengambil kesempatan itu untuk membuat dirimu saling mengerti satu sama lain?" tanya Qi Lin dengan senyuman lembut ke arah laki-laki yang berada di depannya masih memandangi kejadian yang ada di atas alat musik yang masih di petik atau dimainkan


"Kenapa kamu memperlihatkan semua ini kepadaku? Dan kenapa kamu ingin menolongku yang padahal pernah menyakiti Asha di masa lalu bahkan menyebabkan dirinya mati? Siapa kamu sebenarnya?" ucap Ehan dengan tatapan penuh kebingungan karena dirinya ditolong padahal sudah banyak memiliki dosa kepada Asha dan hanya mencoba yang terbaik saat ini untuk dirinya supaya dia tidak mengulangi kejadian yang sama


"Kamu banyak berpikir ya ternyata,"


"Padahal tidak perlu terlalu banyak memikirkan yang tidak-tidak, karena aku benar-benar tulus untuk membantu kembali hubungan kalian,"


"Itu semua karena kalian pernah membantuku di masa lalu, kamu mungkin tidak ingat tapi hal kecil itu telah membantuku,"


"Pada dasarnya kalian terikat dengan sebuah benang merah tetapi kalian sendiri yang membuat benang itu kusut hingga terputus,"


"Tapi entah kenapa waktu Tiba-tiba berputar ke arah sebaliknya membuat benang yang putus itu juga kembali terikat," ucap Qi Lin dengan senyuman lembut ke arah sosok di depannya


Ehan terdiam dan berpikir kembali tentang semua yang dikatakan oleh Qi Lin, walaupun dia tidak mengerti dengan kiasan yang digunakan olehnya untuk menjelaskan tapi dia tau kalau hubungannya dengan Asha telah lama ada dan terjalin tapi diri mereka sendiri yang membuat benang itu kusut dan kacau.


"Jadi, menurutmu kalau di kehidupan ini kami berdua bisa bersama?"


"Karena benang yang kami miliki saat ini masih terhubung?"


"Tentu saja, tergantung kalian berdua apakah kalian akan bisa melawan roda yang sedang berputar atau tidak,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée