Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 66. Ritual


Setelah melalui jalan terjal yang berliku Derry, Ezza dan Wiway Akhirnya berhasil juga keluar dari bukit Gombel.


"Alhamdulillah akhirnya kita bisa keluar juga dari labirin neraka itu," ucap Derry lega


"Alhamdulillah Akhirnya aku bisa membawa mu keluar juga," ucap Ezza menatap lekat Wiway


Saat ia mulai mendekatkan wajahnya kepada gadis itu, seketika Derry langsung menarik lengannya.


"Sekarang bukan saatnya kiss-kissan." ucapnya sembari menyeret pemuda itu.


"Sue Lo Der, dasar gak ada akhlak. Ganggu aja!" umpat Ezza


"Mending di ganggu gue daripada di ganggu mahluk astral. Kuy kita meluncur dari sini," ajak Derry


"Bener tuh sayang, kita Lebih baik cepat-cepat meninggalkan tempat ini sebelum dukun itu datang," sambung Wiway


"Ok," Ezza segera masuk kedalam mobil dan meluncur meninggalkan bukit Gombel.


"Za, kita rehat bentar yuk, ngantuk banget gue," ucap Derry


"Bentar lagi Der, kita menginap di hotel ku saja," sahut Ezza


"Siap Bro,"


Belum selesai keduanya berbincang-bincang, tiba-tiba kedua lelaki itu langsung terlelap membuat mobil seketika oleng dan hampir menabrak mobil didepannya. Beruntung Wiway yang masih terjaga segera mengambil kendali mobil itu.


"Astoge Ezza!!" seru Wiway langsung duduk diatas Ezza dan mengambil kemudi mobil itu.


"Sial, ini pasti ulah dukun itu!" maki Wiway segera mempercepat laju kendaraannya.


*Ciiitt!!!


Wiway menghentikan mobilnya saat seorang anak kecil tiba-tiba melintas di hadapannya.


"Anj*r, kalau jalan lihat-lihat donk!!" makannya sembari membunyikan klakson mobilnya.


"Woii!!" seru Wiway membuka kaca jendelanya


Meskipun Wiway sudah menghardiknya anak kecil itu tetap saja berjalan pelan membuat Wiway semakin geram.


Saat gadis itu hendak turun dari mobilnya anak kecil itu menghentikan langkahnya dan menyeringai kearahnya.


"Sial!!" ucap Wiway


Gadis itu langsung menoleh kearah mobilnya.


"Anj*ng!!" Ia segera berlari kearah mobilnya yang mulai di kerubuti oleh para lelembut.


Wiway segera menyingkirkan satu persatu para demit yang mencoba masuk kedalam mobilnya.


Ia segera menarik rambut salah satu Demit yang berhasil masuk dan hendak membawa Ezza pergi dari sana.


"Jangan harap bisa menyentuh kekasihku!" Setelah berhasil menariknya keluar Wiway langsung melepaskan pukulannya hingga mahluk itu seketika lenyap dari hadapannya.


Ia kembali menarik satu lagi mahluk gaib yang mulai merayap memasuki mobilnya.


Wiway segera menjepitnya dengan menutup pintu mobil membuat mahluk itu langsung menghilang.


Ia kemudian menabrakki semua lelembut yang menghadang laju kendaraannya.


*Buuggghhh!!


Melihat sesosok hantu di depan kaca mobil, gadis itu langsung menyalakan wiper mobil untuk menyapu mahluk astral yang menghalangi pandangannya.


"Sial," Ia semakin mempercepat laju kendaraannya dan sengaja meliuk-liukkan mobilnya ketika mahluk gaib lain bergelantung di mobilnya.


Kalau seperti ini terus aku bisa saja kembali lagi ke bukit itu, tidak ada kah seseorang yang menolongku.


Dalam suasana kalut dan mencekam, tiba-tiba sebuah sepeda motor melesat dengan kecepatan tinggi ia menabrak semua mahluk astral yang bermunculan mendekati mobil Wiway.


Bahkan sang pengendara motor pun menaburkan bunga mawar di sepanjang jalan.


"Weh, apa akan ada pengantin lewat makannya disebar bunga mawar," ucap Wiway heran


Si pengendara motor kemudian memutar kendaraannya dan menghentikan motornya tepat di depan mobil yang di kendarai Wiway.


*Ciiittt!!


"Untung Remnya pas!" ucap Wiway mengelus dadanya


Gadis itu tak berkedip sedikitpun ketika melihat sang pengendara motor tersebut membuka helmnya.


"Wew, aku kira George Lorenzo, ternyata si Aby dukun milenial," ucapnya dengan mulut menganga.


Aby segera turun dari motornya dan menghampiri Wiway. Lelaki itu mengetuk kaca mobilnya, dan Wiway langsung membukanya.


"Ada apa By," ucap Wiway


"Sebaiknya kamu turun dan ikut aku," ajaknya


"Gimana dengan duo semprul itu?" tunjuk Wiway


"Nanti biar aku bangunkan mereka," sahut Aby


Lelaki itu kemudian meniupkan sesuatu, dan tidak lama Ezza dan Derry segera terbangun.


"Kuy," ucap Aby bergegas menuju sepeda motornya.


"Sayang, sebaiknya kamu ikuti motor Aby ya," ucap Wiway segera beranjak dari duduknya


"Kamu mau kemana?" tanya Ezza


"Aku harus bersama Aby agar aman," sahut Wiway


"Iya, kamu juga," Wiway kemudian melambaikan tangannya dan bergegas meninggalkan Ezza.


Setelah memastikan Wiway sudah duduk dengan benar Aby segera melesatkan motornya dan Ezza pun segera menyusulnya. Ia menghentikan motornya di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota.


Mereka segera turun dan seorang wanita paruh baya menyambut kedatangannya.


Aby segera mencium punggung tangan wanita itu,"Sugeng enjang Budhe," sapanya ramah.


"Sugeng enjang Le, piye kabare awakmu?" tanyanya lirih


"Alhamdulillah sae Budhe," jawab Aby


"Syukurlah, sekarang ajak teman-temanmu masuk dan istirahat di dalam. Mereka pasti capek,"


"Inggih Budhe," Aby segera mempersilakan Ezza dan yang lainnya masuk kedalam rumah.


Sementara itu wanita itu segera masuk ke dalam dapur dan kembali lagi membawakan camilan beserta teh hangat.


"Monggo silakan dicoba, maaf cuma makanan kampung," ucap wanita itu dengan senyum khasnya


"Alhamdulillah akhirnya perutku ke isi juga, makasih Budhe. mantap banget singkong rebus ya," ucap Derry


"Alhamdulillah kalau suka," jawabnya sembari memperhatikan Wiway yang terlihat asyik menikmati minumannya.


"Apa kau tidak suka makanannya nduk," sapa wanita itu mendekati Wiway


"Iya Budhe, aku gak suka singkong," sahut Wiway


"Sombong Lo Wi, giliran singkong yang onoh aja doyan," goda Derry


"Apaan sih gaje," cibir Wiway


"Etdah gitu aja baperan, canda Wi," sahut Derry


"Emang singkong yang onoh apaan?" bisik Wiway membuat Derry seketika terkekeh mendengarnya.


"Lah terus tadi Lo nyolot kenapa sis?" tanya Derey


"Itu karena Lo ngatain gue sombong, adagak kan gue baik hati dan tidak sombong makanya gue sebel," jawab Wiway


"Astoge Jaka sembung bawa golok," ucap Derry sambil terkekeh


"Jangan dengerin dia sayang, lebih baik abaikan saja seperti mantan," sahut Ezza menengahi keduanya


"Emang lebih menyeramkan mana Mantan sama Setan?" tanya Derry


"Jelas setan lah masa mantan sih," jawab Ezza


"Salah, yang bener tuh mantan lebih menyeramkan daripada setan."


"Kok bisa?" sangkal Ezza


"Karena bukannya pergi setelah menghisap sari kehidupan kita, dia malah menghantui pikiran kita dengan kenangannya," jawab Derry


"Bucin eeaaaa!" seru Ezza


"Nasib Jones, sabar ya bro," hibur Ezza


"Hooh,"


***********


Setelah selesai sarapan mereka kemudian beristirahat di kamarnya masing-masing. Berbeda dengan yang lainnya Wiway justru tidak bisa istirahat karena sang pemilik rumah memanggilnya.


"Ada perlu apa Budhe memanggil ku?" tanya Wiway lirih


Wanita itu tersenyum ketika melihat Wiway menghampirinya.


Ia segera bangun dari duduknya dan mendekati gadis itu.


"Aku sudah tahu semuanya nduk, mungkin berat bagimu menjalani semua ini. Tapi jangan khawatir aku akan membantumu sebisaku." ucap Wanita itu membuat Wiway begitu penasaran


Wanita itu kemudian mengajak gadis itu menuju ke kamar mandi.


"Sekarang bersihkan dulu bandan mu, setelah itu pakai kain ini dan temui aku di tempat tadi," ujar Wanita itu sembari memberikan sebuah kain kepada Wiway.


Wiway hanya mengangguk dan langsung menuju kamar mandi tanpa banyak bertanya meskipun puluhan pertanyaan sudah bersarang di otaknya.


Selesai mandi ia segera kembali ke tempat wanita itu berada.


"Sudah selesai nduk?" tanyanya kemudian mengambil sebuah koper kecil dan menghampiri Wiway


"Sudah," jawabnya singkat.


Wanita itu kemudian menyisir rambut Wiway dan mendadani gadis itu.


"Selain ayu kamu juga manis nduk, semoga setelah ini kau akan mendapatkan kehidupan yang manis seperti keinginan mu," ucap wanita itu


"Memangnya kita mau ngapain budhe?" Wiway mencoba bertanya untuk menjawab rasa penasarannya.


"Kau tentu masih ingat dengan perkataan ku Wi," ujar Aby menghampiri mereka


Wiway segera menoleh kearah lelaki itu, "Apa kau benar-benar akan melakukannya sekarang?" tanya Wiway berkaca-kaca


"Tentu saja, tidak ada waktu lagi, apa kau keberatan?" tanya Aby membuat Wiway terlihat ragu.


"Kalau kau ragu sebaiknya aku urungkan saja ritual ini, karena percuma saja. Aku tidak bisa membuatmu bersedih," sahut Aby


"Kalau begitu lakukan saja. Aku sudah siap meninggalkan semuanya termasuk Ezza," jawab Wiway dengan senyumnya yang dipaksakan.