Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Ciuman pertama


''Awwww,, aww, stop!! Ini aku Jasmine !'' seru Irfan dan langsung menarik gagang pel itu dari tangan Jasmine.


''Astaga ! J-jadi ini k-kamu.'' tentu Jasmine kaget ternyata itu Irfan dan bukan maling. Jasmine sudah salah besar, dia benar-benar merasa bersalah.


''Ya ini aku, memang siapa lagi.'' ujarnya Irfan dengan cetus.


''Maaf, aku gak tau.'' ucap Jasmine mengatupkan kedua tangannya.


''Apa yang ada di pikiran mu itu? Kenapa Bisa-bisanya memikul ku, apa gak lihat ini Aku !'' ujar Irfan masih marah sepertinya.


''Iya maaf, Aku gak sengaja Kak. Tadi A-aku pikir kamu itu maling yaudah aku inisiatif bawa ini dan ku pukul kamu, ehh ternyata ini kamu.'' ucap Jasmiine menjelaskan nya sambil tersenyum nyengir.


''Apa?'' Irfan memekik, ''Kamu anggap Aku maling ? Oh Jasmine, lain kali lihat-lihat dulu apa benar ini maling.'' ucap Irfan dengan berdecak jengkel.


''Ya maaf dong, aku kan gak tahu.'' cicitnya menunduk bersalah.


''Lain kali tolong lihat dengan teliti jangan sampai ada korban lainnya seperti aku ini.'' peringat Irfan untuk Jasmine


''Baik.'' jawab nya pelan masih menunduk


Tapi saat Jasmine melihat sekali lagi pada Irfan dia menyadari sesuatu, matanya langsung terbelalak lebar Irfan bertelanjang dada sehingga membuat wanita itu kaget.


''Aaaaaa!'' teriak Jasmine, terkejut nya sangat terlambat tapi dia shock baru pertama kalinya melihat Pria tak memakai pakaian.


''Ada apa?'' Irfan refleks ikut kaget dan panik


Jasmine menyampingkan tubuhnya tidak mengharap pada Irfan lagi.


''Hei ada apa ?'' Irfan justru menyentuh bahu Jasmine


''Iih lepaskan,'' Jasmin menolak.


''Aneh kamu.''


''Kamu juga aneh Kak, udah sana pergi.''


''Hei, berani kamu usir aku kaya gitu ? Ini rumahku loh, apa kamu lupa ?'' Irfan membalikkan tubuh Jasmine padahal wanita itu menghindari nya.


''Lepas, aku malu lihat kamu kaya gitu ? Apa kamu gak malu?'' decak Jasmine.


''Aku? Memang kenapa ?''


''Lihat saja!'' Jasmine menunjuk diri Irfan dan Pria itu juga spontan melirik pada dirinya, oh rupanya dia belum pakai baju. Irfan lupa akan hal itu.


''Ooh ini, lalu kenapa ?'' Irfan jadi punya ide bagus.


''Hah? Kenapa ? Jadi, kamu gak malu sama sekali Kak ?'' Jasmine heran benar-benar keheranan.


''Tidak ! Kenapa harus malu.'' jawabnya acuh


''Ckkk, dasar ya bener gak punya urat malu kamu. Lihat dong kamu gak pakai baju itu, di hadapan orang asing mana Aku ini wanita loh, duhh kan jadi mataku ini udah ternodai.'' ucap Jasmine sembari menutup matanya dengan jari.


''Heii, kenapa di tutup segala.. Kamu sudah melihatnya sedari tadi loh, buka lagi saja tangan mu itu dan ayo lihat lagi kesini.'' Irfan iseng menggodanya dan parahnya menarik tangan Jasmine yang menutupi mata, lalu mengarahkan tangan itu ke dada nya yang berbentuk ke lelaki-an yang sempurna.


''Aaaaa!! Apa ini? Hei lepaskan tangan ku ya!'' wanita itu terpekik terkejut bukan main, apalagi tangannya terasa menyentuh dada Irfan tadi .


Jantung Jasmine langsung berdegup kencang.


''Lepaskan!'' dia masih berusaha menarik tangannya tapi Irfan semakin menahannya dan bahkan balas menarik tubuh wanita itu hingga terjadi ketidak seimbangan akhirnya Jasmine jatuh menimpa tubuh Irfan dan keduanya sama-sama jatuh di depan kamar mandi.


Bugghhhh!!


''Awww!'' Irfan merasa agak sakit karena tubuhnya jatuh ke lantai.


''Haaaa!'' wanita itu juga kaget tapi tidak merasakan sakit karena dirinya yang ada di atas tubuh seorang pria.


Mata keduanya saling melihat, dari jarak yang sedekat ini nampak sekali wajah Jasmine begitu cantik di pandangan Irfan. Mata bulat yang lentik, bibir pink agak kemerahan alami, pipi yang tembem seperti boneka 'Benar-benar sempurna.' Tak sadar Irfan memujinya.


Begitu juga dengan Jasmin yang diam-diam sudah menaruh hati kepada pemuda ini, melihatnya dari jarak yang dekat ini sungguh Irfan semakin tampan, wajahnya yang putih bersih, terdapat bulu-bulu halus yang membuatnya semakin gagah mempesona. 'Ya Tuhan, ciptaan mu ini sungguh begitu sempurna sangat indah di pandang.' wanita itu memujinya.


Irfan fokus pada bibir ranum milik Jasmine, lalu merasakan ada yang kenyal kenyal terasa menimpa dadanya yaitu buah kembali milik Jasmine Irfan dapat menembak kalau ukurannya ini tidak kecil dan cukup besar juga.


Ohh apa apaan ini, otakku mikir kemana-mana. Tapi kalau di rasakan memang ukurannya ini agak besar juga, mana bibirnya sangat indah di pandang. Apa ini ya ampun si Joni bangun lagi. batin Irfan berkelana.


Irfan tak sadar mendekatkan wajahnya ke arah Jasmin semakin dekat dan terus dekat akhirnya. Gappp


''Emmppp?'' Wanita itu membulatkan mata terkejut dan sedikit meronta.


Namun Irfan tak membiarkan dia lepas dari jeratannya.


''Emmh,, emmm.'' ia minta di lepaskan.


Dan Irfan semakin justru semakin bersemangat menciumnya , *******, menghisap pelan penuh perasaan, ini adalah pengalaman pertamanya dengan wanita yang meronta-ronta dan itu rasanya lebih nikmat menantang, beda saat dia bersama Evelyn yang berpengalaman.


Cup


Cup


Cup


Irfan semakin ganas mencium hingga membengkak.


Lama lama Jasmine juga sedikit menikmati tapi ini sangat aneh dia tidak bisa menjabarkan rasanya. Yang jelas ini enak dan aneh..


'Tidak Jasmine ! Ini salah!'


Jasmine merasa nafasnya akan habis, dan Irfan sadar akan hal itu dia pun melepaskan pagutan nya dari bibir si wanita membiarkan wanitanya bernafas dulu.


''Apa yang kamu lakukan Kak ?'' hardiknya marah


''Kenapa kamu marah-marah ?'' tanya Irfan acuh benar-benar semakin membuat wanita itu kesal.


''Kamu tanya kenapa? Kau sudah menodaiii kuuu .... '' wanita itu berteriak keras.


''Eh, sstttt .... Jangan teriak-teriak kaya gitu. Nanti di kita aku habis ngapa ngapain kamu.'' ucap Irfan menutup mulut Jasmine.


''Ih lepaskan, kamu sudah jahat kamu udah menodai Aku.'' protesnya


''Nodai kamu? Kapan Jasmine? Aku tidak menodai kamu?'' Irfan heran


''Kamu bilang tidak? Itu tadi apa, kamu udah nodai Aku, kamu udah ambil ciuman pertama ku huhuhu ...'' Jasmiin malah menangis,


''Apa? Jadi ini ... Pengalaman pertama kamu?'' Irfan shock.


Apa iini pengalaman pertama kamu? ejek Jasmin ''Sudah pasti iya, ini adalah pengalaman Aku yang pertama, kamu pikir Aku itu wanita murahan? Aku gak seperti yang kamu pikir ya.'' Jasmine marah dia tersinggung.


''Jadi, aku yang pertama kali melakukan nya dengan mu?'' tanya Irfan


''Apa harus di perjelas lagi?'' cetus nya


''Hahaaa, aku yang pertama kali dengan kamu gitu?''


''Kok ketawa gitu? Kamu ngetawain aku kak?'' Jasmiine tambah kesal


''Oh sorry, sorry. Bukan maksud ku lagi ketawain kamu, aku justru lagi seneng.'' ujarnya Irfan


''Kok seneng maksudnya?''


''Iya senang, dan aku cukup bangga karena Aku mendapatkan yang pertama merasakan bibir ini yang pertama itu adalah suatu kebanggaan untuk ku, aku orang yang paling beruntung.'' ucap Irfan mengatakan alasannya.


''Oh gitu.'' Jasmine manggut-manggut


''Iya.''


''Lalu, apa sebelumnya Kakak pernah melakukan itu? berciuman, dan apa ini pengalaman pertama Kakak juga? Apakah aku yang pertama mendapatkan ini Kak?" pertanyaan Jasmine membuka Irfan tersentak bukan main.


"kak, kok diam saja? Ayo jawab! Apa ... Ini juga pengalaman pertama Kakak? dan apa aku harus pertama? Atau justru Kakak sudah berpengalaman?" tanya Jasmine kembali mendesaknya untuk bicara.


''I-itu Jasmine, anu ... ''


''Anu apa?''


''Sebenarnya, aku sudah pernah dengan yang lain.'' Jawab Irfan jujur


''Apa, jadi Kakak pernah dengan yang lain.'' Jasmine kecewa.🥺


''Sorry Jasmine.''


''Hm gak apa-apa kak, kenapa harus minta maaf.'' wanita itu tersenyum dalam luka.