
“Sepertinya elo perlu membawa Eve dalam sesi pertemuan kita berikutnya.”
Adam menautkan alisnya, menatap Yudha, psikiater yang rutin ditemuinya 2 minggu terakhir ini. Pria yang sedikit lebih tua darinya adalah sahabat Alden, rekan bisnis Adam.
“Gue yang bermasalah karena nggak bisa mengendalikan emosi, kenapa Eve harus dibawa-bawa ?”
“Elo masih perlu dan percaya dengan pendapat profesional gue ?” Adam mengangguk.
“Maksudnya ?”
“Adam, baik 7 tahun yang lalu maupun sekar...