Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis

Berbagi Tubuh Dengan Dewa Iblis
Awal Pertandingan.


[Kontes di ganti menjadi pertandingan].


Pertandingan pun berakhir di siang hari.


...“Akhirnya pertandingan kerajaan di hari pertama telah selesai.”...


...“10 peserta yang menang berhasil lanjut menuju final dalam 2 hari lagi dan bagi peserta yang berada di regu 6 sampai 11 akan mulai besok pada jam 8 pagi.” –Ucap komentator memberitahu....


Para penonton pertandingan kini telah membubarkan diri, berbeda dengan Luch, ia sangat penasaran dengan istana Raja Artur dan tanpa pikir panjang Luch lalu berjalan memasuki lorong untuk melihat-lihat ke dalam istana.


Kan-yi sedang berlatih skill berpedangnya di lapangan pelatihan yang sering di gunakan oleh Penjaga Kerajaan berlatih, hanya ada Kan-yi yang berada di lapangan tersebut, karena semua penjaga kerajaan sedang dalam tugas untuk menertibkan penonton yang sedang menuju gerbang keluar istana, agar tidak terjadi kerusuhan.


“Kan-yi!!.”


“Kan-yi!!. kamu melihat pertarunganku, kan?” Ucap perempuan cantik yang terlihat lelah sedang menghampiri Kan-yi.


“Aku melihatnya, tapi tidak semuanya.”


“Liya, apakah kamu memasukkan sihir di setiap tembakannya?. Oh iya sebenarnya tadi itu perkataan yang bagus untuk pembukaan di awal pertandingan tadi.” Ucap Kan-yi sambil meletakan pedangnya.


“Haha, soalnya untuk apa mereka ikut pertandingan, jika mereka langsung memiliki niatan untuk menyerah, memang mereka kalah denganku, tapi mereka sama sekali tidak percaya diri dengan kekuatannya.” Ucap Liya.


...[ Di sini mereka membicarakan tentang ucapan Liya kepada beberapa peserta dari regu 1 yang merasa sial karena ada murid dari Raja Artur di regu 1.]...


“Loh, sudah selesai latihannya?" Ucap Liya saat melihat Kan-yi menyimpan pedangnya.


...“sudah.”...


“Mungkin aku akan istirahat, kamu sudah tahu kan,kalau nanti malam ada latihan langsung dengan Raja Artur dan itu adalah latihan terakhir kita.” Ucap Kan-yi.


“Oh aku lupa, tadi Raja Artur juga telah memberitahukan kalau kita sudah di perbolehkan untuk pulang setelah pertandingan selesai, tapi sepertinya aku akan mendaftar Untuk menjadi Pengawal Raja setelah beberapa minggu di rumah.” Ucap kan-yi memberitahukan.


...****************...


Telah lama Luch berkeliling, ia kini berniat untuk pergi mencari gerbang untuk keluar dari istana, di saat Luch sedang mencari jalan untuk pulang, Luch merasa ada seseorang yang memanggilnya, Luch yang merasa bahwa dirinya di panggil akhirnya mencari keberadaan seseorang yang memanggilnya.


Luch berhasil menemukan sumber suara yang memanggilnya dan ternyata berasal dari Liya, tanpa berlama-lama Luch langsung menghampiri Liya yang sedang bersama Kan-yi, Luch pun mendapatkan pertanyaan dari Liya tentang apa yang dilakukan peserta pertandingan berada di Istana Raja.


“Saya tadi sedang melihat-lihat istana ini, dan saat ini saya sedang mencari Gerbang keluar Istana untuk pulang menuju penginapan.” Ucap Luch memberitahu.


“Bukankah kamu adalah Liya?”


“Dan kamu pasti murid Raja Artur juga.” Ucap Luch kepada Liya dan laki-laki di sebelahnya.


“Benar namaku Kan-yi, kamu sedang mencari gerbang keluar kan?. Sepertinya akan lebih dekat lewat sana.” Ucap Kan-yi memberitahu dan menujukan jarinya ke arah jalan yang mengarah ke gerbang Istana.


“Baiklah.. Terima kasih, tapi sebelum itu, apakah kamu mau berlatih tanding denganku saat ini?” Ucap Luch mengajak kepada Kan-yi.


“kamu bercanda?!. sebentar lagi hari mulai malam, lebih baik aku istirahat.” Ucap Kan-yi sambil berjalan menuju kamarnya.


“Bagaimana jika aku yang menjadi latih tanding denganmu, Kan-yi sedang istirahat, dia sudah terlalu lama berlatih.” Ucap Liya menawarkan.


Luch setuju untuk melakukan latih tanding dengan Liya, Luch yang bertarung menggunakan tinjunya tidak mempermasalahkan Liya yang menggunakan senjata sihir.


Latih tanding di pun di mulai,Liya menggunakan senjata sihir tipe AK-47, dengan cepat Liya menembakkan peluru sihir yang memiliki efek setrum dari listrik untuk melumpuhkan tubuh target tanpa bekas luka, peluru-peluru tersebut melesat dengan cepat dalam jumlah yang banyak, Liya sangat serius di latih tanding kali ini, Ia berpikir bahwa dengan serangan seperti itu akan membuat latih tanding ini berjalan cepat karena ia akan pergi berlatih bersama Raja Artur nanti malam untuk terakhir kalinya.


...“Wow, kau pasti sedang bercanda! tidak... Aku akan mati!!!.” Ucap Luch sambil melarikan diri dari arah tembakan peluru-peluru itu....


Luch tidak menyangka peluru-peluru yang ia pikir sudah di hindari kini berbalik arah tanpa mengurangi kecepatannya, seketika Luch panik dan langsung menggunakan tenaga dalam tahap ke-9 untuk menghentikan objek yang sedang bergerak dalam jangkauan tangannya.


“Kumohon berhentilah!.” Teriak Luch sambil mengarahkan tangannya ke peluru itu untuk mengeluarkan tenaga dalam dari tangannya.


Hingga Liya sendiri tidak menyangka semua pelurunya berhenti dan berjatuhan di sekitar Luch.


“Akhirnya, Akhirnya aku telah berhasil menggunakan skill bela diri tahap ke-9.”


“Hey!!, kita sedang latih tanding!, bukan sedang bertarung hidup dan mat*---.” Ucap Luch terkejut karena melihat Liya menembakan pelurunya kembali dengan senjata sihir tipe sniper dengan daya tembakan yang besar dan jauh.


Dengan refleks yang cepat Luch menggunakan kembali skill tahap 9 tepat mengarah peluru yang sedang menuju ke arah Luch, Luch langsung mengangkat tangannya ke arah peluru tersebut, dengan cepat ia mengeluarkan tenaga dalamnya, hingga akhirnya peluru yang melesat sangat cepat itu berhenti seketika saat telah mengenai tenaga dalam yang Luch keluarkan.


Peluru yang di tembakan oleh Liya meledak saat Luch menghentikannya dan akhirnya Luch terpental hingga menabrak dinding Istana Raja.


“Kalau seperti ini, aku juga akan menunjukkan kekuatanku.” Ucap Luch setelah terpental cukup jauh.