
Bulir-bulir air mata terus berjatuhan dari pelupuk matanya. Jari-jarinya yang penuh dengan kerutan mengusap sebuah foto dengan gemetar. Sesak menghimpit dadanya, membuat air matanya berjatuhan tanpa mampu di cegah.
Derap suara langkah-langkah kaki menggema dan singgah di telinganya. Wanita tua itu menoleh saat sepasang tangan memeluknya dari belakang. Senyum tipis tampak tersungging di sudut bibirnya.
"Kenapa Mama masih belum siap-siap, bukann...