
Satya merasa bersalah kepada Ima. Ialah lelaki pertama yang menorehkan luka didalam hati Ima.
Dahulu Satya masih diliputi ego yang tinggi. Membutakan mata hatinya, membunuh rasa Simpati dan empati kepada orang lain. Ego yang tinggi ditambah dengan ejekan-ejekan dari sepupu dan teman-teman membuat Satya tidak suka dijodohkan dengan Ima.
Saat itu Satya sudah berusia 21 tahun, pertama kali diberikan foto Ima yang baru berusia 13 tahun oleh Ibundanya.
"Jodohnya kamu Le"
"Jaga hatimu cuma buat Ima ya Le"
Awalnya Satya menurut ucapan Ibundanya, namun saat teman-temannya mengetahui bahwa ia sudah dijodohkan dan tidak bisa berpacaran dengan wanita lain, apalagi yang dijodohkan oleh Satya masih belia. Mulailah temen-temennya memperolok dan mengejek Satya
"Astaga... seorang Satya yang dikejar-kejar oleh cewek-cewek kampus jodohnya bocah kecil"
"Hahahahah"
"Pedofil bro?"
"Bocah SMP ini mau diajak main rumah-rumah?"
"Hahahaha"
Dan masih banyak lagi ejekan teman-temannya. Bahkan sampai sepupu-sepupunya juga ikut mengejek Satya
"Mas Satya beneran sama Ima dijodohin nya?"
"Masih kecil Ima mas"
"Kalau nunggu Ima besar keburu jadi perjaka lapuk"
"Hahahaha"
Karena ejekan-ejekan itulah pandangan Satya tentang Ima berubah. Satya selalu berusaha memperlihatkan rasa tidak sukanya kepada Ima setelah protes kepada Ibundanya selalu gagal.
Satya beranggapan bahwa bila Ima mundur maka perjodohan ini akan gagal. Namun di awal tahun pertama, Ima yang memang masih bocah labil tidak ambil pusing menerima sikap Satya yang bermusuhan.
Ima dipandangan Satya malah menikmati kehidupannya sendiri tanpa merasa terganggu dengan sikap dingin dan acuh Satya. Alih-alih Ima mencari perhatian Satya, Ima malah asyik sendiri tidak menghiraukan Satya.
Satya akhirnya berani berpacaran dengan wanita lain di tahun ketiga perjodohan. Bahkan Satya pernah terang-terangan membawa pacarnya untuk bertemu Ima. Satya sengaja mengikuti Ima ke Mall tempat biasa Ima bermain dengan teman-temannya. Dan dengan percaya diri Satya menyapa Ima juga teman-temannya, memperkenalkan pacarnya.
"Loh Ima"
"Lagi ngapain disini?" Satya sengaja menyapa Ima dengan merangkul pinggang pacarnya
"Iya mas, lagi main aja" Ima memperlihatkan wajah yang terkejut
"Oh... bareng teman-teman ya"
"Kenalin ini pacar mas, namanya Karen"
"Iya, saya Ima mba Karen" Ima menyalami Karen dengan sopan dan senyum yang ramah
Satya berharap dengan Ia berani mengatakan bahwa sudah memiliki pacar, Ima akan memutuskan perjodohan.
Namun untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Saat pertemuan keluarga, Ima dan keluarga malah adem ayem. Satya bahkan memanasi Ima agar berbicara bahwa dia bertemu Satya dengan pacarnya.
"Ima, kemarin Sabtu kita ketemu di Mall kan?"
Ima hanya menunjukkan wajah bengong
"Hah?"
"Wah, Le... Ibunda seneng dengernya kamu jalan sama Ima" Ibundanya malah girang
"Satya gak jalan sama Ima Ibunda"
"Satya jalan sama Karen, Pacar Satya"
"Iya kan Ma, kamu sudah kenalan dengan
Pacarnya Mas"
Ima hanya diam saja, tetap dengan wajah kebingungan nya.
Ibundanya malah memukul punggung Satya gemas
"Sembarangan saja pacaran sama orang lain"
"Itu jodoh kamu ada didepan mata malah main cewe"
Satya hanya bisa menatap geram Ima yang diam saja. Makin menjadi-jadi rasa tidak sukanya kepada Ima. Satya merasa bahwa Ima pura-pura diam agar dikasihani.
"Ima kemarin ada dirumah saja nak Satya" Mamanya Ima yang menjawab
"Tidak mungkin dia keluar rumah tanpa izin, ya Ima sayang" Mama Ima tersenyum penuh arti kepada Ima
"Iya, Ima cuma ada dirumah kemarin. Ke Mall sudah lama banget. Terakhir bulan lalu" Ima menjawab sambil menunduk kepalanya
'Bocah berani bohong' Satya menatap Ima dengan tajam
❤️ minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
Bersambung 😉