Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Pelantikan


Sejak Perceraian Pak Bagus dan Bu Hana, membuat kedua anak mereka yang masih kecil-kecil sangat sedih, sebenarnya mereka belum paham arti perceraian kedua orang tua nya, yang mereka pahami adalah Papi dan Mami nya sudah tidak bisa tinggal bersama karena sang Mami sekarang kembali lagi pada orang tua nya, sedangkan Bimo dan Aryo tidak pernah dekat dengan kakek nenek dari Pihak Ibunya. Mereka seolah berjarak dengan kasih sayang Romo dan Ibu nya Hana. Dan sepertinya kedua anak Hana pun tahu jika kakek dan nenek nya kurang menyukai kehadiran mereka disana.


Karena itu Bimo yang lebih besar dari Aryo mengatakan pada adiknya agar tetap tinggal bersama sang Ayah saja karena kasihan jika Papi nya di tinggal sendirian berteman sepi.


Dan pada akhirnya karena memendam kerinduan yang sangat pada sang Ibu membuat Aryo kecil sering sakit-sakitan namun Hana tak tergerak untuk datang menghampiri dan memeluknya untuk melepaskan rindu sang bocah hingga pada akhirnya saat dia demam tinggi Pak Bagus membawa nya berobat ke klinik kecil tempat Bu Hadiah, disitu lah awalnya proses perkenalan sang duda dengan gadis yg berprofesi bidan yang lembut dan penyayang.


Kini setelah bertahun-tahun Aryo dan Bimo hidup bahagia dengan Ayah kandung dan ibu sambung nya tiba-tiba saja Hana hadir untuk mengatur hidupnya memaksakan kehendaknya untuk menjodohkan pada orang yang tak pernah di cintai anaknya. Hana memang egois dan tak tahu berterimakasih pada kebaikan hati Pak Bagus yang rela menutup rapat aib nya selama bertahun-tahun. Dan itu juga yang jadi senjata Pak Bagus kelak melawan Hana Saraswati.


🚗🚗🚗🚕🚕🚕


Hari terus berganti bulan tak terasa 1 Minggu lagi Aryo akan di lantik menjadi seorang Perwira muda, hari yang sangat di tunggu oleh semua keluarga para siswa. Dimana mereka akan berganti status dari siswa menjadi Perwira siswa dan setelah itu tugas negara pun sudah menanti di depan mata.


Saat pelantikan keluarga besar Pak Bagus datang bersama dengan Andrea, sebagai calon istri dia ingin tampil maximal di depan sang Arjuna. sebuah gaun pesta berwarna biru di bawah lutut tampak indah membalut tubuh ramping nya. Mama nya sengaja membuatkan desain baju itu khusus untuk acara pelantikan calon menantu nya. Dan beliau berharap penampilan putri kesayangan nya itu berkesan di mata keluarga calon besan nya.


Dan Bimo serta istrinya pun tampak hadir membersamai orang tuanya, Myrna tampak cantik dengan gaun pesta yang berwarna salem dengan hiasan mutiara asli dari Lombok. Gaun Myrna juga hasil desain Mama Andrea yang mana melalui tangan hangatnya bisa merubah penampilan pemakainya menjadi istimewa dan berkilau.


Aryo masih berada di Aula bersama dengan Tofan yang juga terlihat bahagia karena kehadiran Myrna. Sebentar lagi upacara pelantikan calon Perwira yang di hadiri oleh para petinggi kesatuan.


Bimo bolak balik mengecek ponselnya karena dia gelisah mendengar sang Mami hendak menghadiri pelantikan adiknya. Dia tak mau melihat kekacauan yang di timbulkan ibunya saat acara resmi ini karena akan membuat malh adik dan Ayahnya. Sudah bisa di pastikan Bu Hana akan membawa Dona lagi dan entah apa yang akan dilakukan mereka disitu nanti.


Sebuah pesan singkat masuk ke aplikasi berwarna hijaunya. Dari sang Ibu yang mengabarkan sedang terjebak macet di jalan tol karena ada accident kecelakaan disana. Ada rasa lega ketika tahu berita itu sebenarnya dia merasa jahat juga memiliki perasaan seperti itu tapi itu lebih baik daripada ibunya akan membuat gaduh dan rusak suasana hati keluarganya yang sedang bahagia.


" Tolong video kan prosesi pelantikan adik kamu ya nak? "


"Bimo, kamu dengar suara Mami kan? "


"Haloo.. haloo. Mi, suara nya putus-putus.. nanti Bimo telpon balik ya" jawab Bimi pada akhirnya daripada dia bersitegang dengan ibu kandungnya


Bimo tak ingin mengirimkan video karena disana ada Andrea pasti sang Ibu akan marah lagi. Dan Bimo tak ingin hal itu terjadi. Penuh sesak haru di dada Aryo karena perjuangan nya selama 3 tahun di kawah candra dimuka, penuh suka suka dan tempaan mental yang cukup keras setiap hari di terima nya membuat nya menjadi sosok perwira muda yang bisa berdiri tegap memakai seragam kebanggaan nya.


Acara inti sudah selesai, dan saat nya acara ramah tamah bersama keluarga tercinta, Aryo segera menghampiri Ayah dan ibu sambungnya dengan langkah tegap. Mata Andrea tak berkedip sama sekali melihat berapa tampan dan gagahnya lelaki pujaannya itu.


Aryo memeluk Pak Bagus dengan mata berkaca-kaca lalu mengambil tangan lelaki itu dan menciumnya dengan penuh rasa sayang.


"Selamat ya nak! Papi bangga sama Mas Aryo! " rasanya ada duri yang menghalangi tenggorokan nya ketika mengatakan hal yang sangat membanggakan dalam hidupnya setelah anak sulungnya menjadi dokter. Kini anak kedua nya telah berhasil membanggakan menjadi seorang perwira sang penjaga nusantara.


Air mata lolos dari kedua mata lelaki paruh baya itu. Perjuangan nya membesarkan kedua putranya dulu sebagai seorang single father berhasil sukses. Flash back masa masa sulitnya membesarkan Bimo dan Aryo saat awal berpisah dengan Hana Saraswati.


Kedua anak lelaki nya itu seolah tahu jika ibu mereka pergi mencari kebahagiaan sendiri tak mau tahu kehidupan mereka. Namun Pak Bagus selalu menanam kan sikap lemah lembut dan tak mengajari mereka membenci ibu kandungnya.


Namun jiwa seorang anak yang rapuh karena masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu benar-benar terluka dalam terutama Aryo kecil yang saat itu memiliki kondisi kesehatan yang sakit-sakitan, sering menangis mancari ibunya. Bahkan saat demam tinggi dan hujan deras Aryo merengek ke ayah nya untuk bisa bertemu dengan ibu nya namun apa daya Pak Bagus sudah enggan untuk menghubungi mantan istrinya yang entah saat itu ada dimana.


Tangisan Aryo bisa terdiam saat di bawa ke klinik Bu Hazna dan bidan yang lembut itu bisa menghentikan tangis Aryo kecil dengan kasih sayang nya si kecil mulai tersenyum dan mau makan beberapa siap nasi setelah seharian ngambek tak mau menyentuh nasi.


Karena sering nya Aryo berobat ke bidan itu akhirnya Pak Bagus pun sering berinteraksi dengan sang bidan. Pun status mereka sama single akhirnya setelah tiga bulan sering bertemu karena Aryo, Pak Bagus memberanikan diri melamar Bu Bidan dan di terima dengan tangan terbuka plus dengan masa lalu nya. Wanita ini berhati malaikat lembut dan menerima kedua anak Pak Bagus dengan legowo bahkan kasih sayang nya melebihi seorang ibu kandung pada kedua anak tirinya.