Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 52


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


1 minggu kemudian..


Hari ini tepat di mana Velly, orang tua nya serta Givani dan Kalisa di sidang.


Setelah itu, mereka berlima mendapat hukuman penjara 20 tahun.


Setelah sidang selesai, Ayu segera kembali ke kantor.


Beruntung saat Ayu sampai, masih ada waktu 5 menit lagi untuk bersantai.


Tetapi Ayu itu bukan orang yg suka bersantai. Jadi Ayu pun melakukan tugas nya sebagai sekretaris yg tertunda.


Ia pun mengumpulkan berkas-berkas yg harus di tandatangani Al.


Dan ia pun membawa ke ruangan Al.


Tok tok tok..


"Masuk!" ucap Al tegas di dalam ruangan.


Ceklek..


"Ayu? Ada apa?" tanya Al yg melihat Ayu masuk ke dalam ruangan nya.


"Ini honey.. berkas-berkas yang harus di tandatangani.." jawab Ayu sambil meletakkan berkas-berkas yg harus di kumpulkan.


"Oke bee.. kamu tunggu di sini! Jangan ke mana-mana dulu oke?" ucap Al.


"Hmm.. oke honey!" ucap Ayu.


Mungkin jika terdengar sedikit canggung, karena mereka sama sekali tidak pernah berpacaran.


Al pun dengan segera menandatangani berkas-berkas. Setelah itu ia pun memberikan berkas tersebut pada Ayu.


"Ini bee.. sudah!" ucap Al sambil memberikan berkas tersebut pada Ayu.


"Oke honey! Aku balik ke ruangan aku dulu ya?" ucap Ayu sambil menerima berkas dari Al.


"Iyaa.. tapi sebelum itu.. kamu tutup mata dulu!" ucap Al.


"Tutup mata buat apa??" tanya Ayu.


"Sudah.. tutup mata saja dulu!" ucap Al.


"Hmm.. tapi sebelum aku tutup mata.. buat apa?" tanya Ayu sekali lagi.


"Ahh kelamaan!" ucap Al lalu melepaskan dasi nya.


Lalu Al pun menutup mata Ayu dengan dasi nya, dan di ikat nya ke belakang.


Setelah itu, Al mengunci terlebih dahulu tangan Ayu. Karena jika tidak di kunci, bisa saja bukan Ayu melepaskan dasi nya?


"Mau ngapain?" tanya Ayu saat merasakan kalau tangan nya di kunci ke belakang.


Al tidak menjawab nya, setelah ia mengunci nya, ia pun mendekat kan wajah nya ke wajah Ayu. Bahkan mereka berdua merasakan hembusan nafas satu sama lain.


Lalu..


Cup!


Al pun mencium bibir Ayu.


"Hmm manis!" gumam Al dalam hati.


"Hah? Apa dia mencium diri ku tadi barusan?" tanya Ayu dalam hati dengan pipi merah.


Setelah mendapatkan ciuman, Al pun melepaskan kuncian tangan Ayu. Lalu ia juga melepaskan dasi yg ada di mata Ayu.


"Pipi kamu kenapa merah? Apa kamu sakit?" tanya Al setelah melepaskan dasi yg ada di mata Ayu.


"Hmm.. tidak!" jawab Ayu sambil mengalihkan pandangan nya.


Ayu pun dengan segera mengambil berkas tadi yg ia letakkan di meja Al lalu keluar dari ruangan Al.


"Hmm.. kenapa dia?" gumam Al dalam hati sambil memasang dasi nya kembali.


🌸🌸🌸


Di dalam ruangan Ayu..


"Apa benar tadi ia mencium bibir ku?" tanya Ayu dalam hati.


Ketika Ayu mengucap hal itu dalam hati, tanpa di sadari ia pun tersenyum sendiri mengingat hal tadi.


Ia terus tersenyum hingga tidak terasa sudah waktu nya meeting.


Sedangkan Al juga ikut tersenyum dan juga ia tidak menyadari kalau waktu nya sudah meeting.


Tok tok tok..


Tidak ada jawaban.


Tok tok tok..


Tidak ada jawaban lagi.


Tok tok tok tok tok...


Tidak ada jawaban lagi.


Dengan kesal, ia pun masuk ke dalam ruangan Al.


Dan ia pun melihat Al yg sedang berdiri sambil tersenyum sendiri.


Eko yg melihat itu jadi kesal sendiri. Apa Al ini gila? itu lah yg di gerutu Eko dalam hati.


"Al!" ucap Eko kesal sambil menguncang pelan tubuh Al.


Al yg merasa tubuh nya seperti di guncang pun sadar dan ia melihat ke arah yg menguncang diri nya.


"Kenapa?" tanya Al.


"Ini sudah waktu nya meeting! Apa kamu tidak melihat jam?" tanya Eko.


"Hmm.." jawab Al sambil melihat jam di jam tangan nya.


"Dan sekretaris mu juga ke mana?" tanya Eko.


"Ke ruangan nya!" ucap Al.


"Astaga! Kalian berdua sebenar nya ngapain sih? Ya sudah ayoo kamu ajak sekretaris kamu ke ruangan meeting! Sudah di tunggu ini sama klien kita!!" ucap Eko.


"Ya!" jawab Al singkat lalu dengan secepat kilat ia pun ke ruangan Ayu.


Sebenarnya tadi siapa bos nya? Al atau Eko? Kalau Al, kenapa jadi Eko yg memarahi Al? Bukan nya Al yg memarahi Eko? Aneh!


Aduhh.. Al.. kamu bos nya tapi kok melupakan etika nya sih!??


Al pun melihat Ayu tengah berdiri sambil tersenyum sendiri sama seperti diri nya tadi.


Al pun menyentil kening Ayu.


Pletak..


"Aduhh! Honey!" ucap Ayu kesal.


"Ini kita ada meeting sama klien!" ucap Al sambil menarik tangan Ayu keluar dari ruangan Ayu.


Bahkan Al sampai melupakan untuk menutup pintu ruangan Ayu. Untung saja Ayu yg menyadari hal itu langsung menutup pintu ruangan nya sendiri.


Ayu pun terpaksa mengikuti ke arah mana Al pergi. Karena jika ia stop sebentar saja, mungkin nanti nya ia bisa jatuh. Apalagi Al cepat sekali jalan nya!


Al pun ke ruangan meeting sambil menarik tangan Ayu.


Saat ia sampai, semua klien beserta Eko di buat kaget.


"Tumben Tuan Al menarik tangan seorang wanita ke ruangan meeting?" ucap klien.


"Iya! Apa mungkin itu sekretaris nya ya?" ucap klien lain.


"Tapi.. bukan kah Tuan Al mempunyai penyakit OCD? Dan yang bisa menyentuh nya hanya keluarga kandung nya dan orang yang dia sayangi atau di cintai nya saja yang bisa memegang tangan nya? Bahkan ia sampai viral loh dengan penyakit OCD nya itu!" ucap klien yg lain nya.


"Ssssttt.. apa kalian mau jika kita tidak jadi meeting? Ini saya sudah bayar mahal-mahal loh buat meeting nya! Kalau tidak mau ya sudah bayar sini 3 miliar!" ucap ketua klien nya.


"3 miliar?" ucap ketiga klien tersebut.


"Iya! ini sebenarnya hanya 1 miliar! Tetapi jika kalian tidak ingin ikut maka bayar ke saya 3 miliar per orang!" ucap ketua klien dengan tegas.


Ketiga klien tersebut pun menelan saliva nya dengan susah. 3 miliar? Itu bisa menghabiskan tabungan yg mereka tabung! Bahkan nyampe 2 miliar saja belum!


Al pun mencari tempat duduk yg kosong 2. Setelah menemukan nya, Al pun segera ke sana dan duduk. Ayu pun juga ikut duduk.


Eko heran dengan Al.


"Tumben sekali ia tidak jijik? Dekat sama aku saja dia jijik!" gumam Eko dalam hati.


"Maaf membuat kalian menunggu!" ucap Al.


"Tidak apa-apa!" ucap ketua klien mewakili klien lain nya.


"Perkenalkan saya Al. Mungkin kalian semua sudah tahu nama saya! Ini asisten pribadi saya.. dan ini sekretaris saya sekaligus calon istri saya!" ucap Al sambil menekankan kata 'calon istri saya' membuat semua orang yg ada di klien kaget.


Tadi nya rencana klien-klien di sini ingin menjadi kekasih Ayu. Tetapi setelah mendengar Al mengucapkan calon istri, mereka langsung mundur.


"Perkenalkan nama saya Eko.. biasanya di panggil asisten Eko!" ucap Eko memecah kesunyian.


"Saya Apriliana Ayu Putri Stanly, biasa di panggil Ayu.." ucap Ayu singkat sambil tersenyum.


"Eh? Bukan nya Ayu itu anak yang hilang selama 22 tahun ya?" ucap klien lain nya.


"Iya ya!" ucap klien lain nya.


"Ssssttt.. sudah! Kami sudah kenalan, bagaimana dengan kalian?" ucap Al tegas.


"Saya ketua klien di sini, nama saya Doni!" ucap ketua klien.


"Aryo!" ucap Aryo.


"Vano!" ucap Vano.


"Bayu.." ucap Bayu.


"Ok setelah kenalan, kita mulai meeting nya!" ucap Al.


Mereka pun memulai meeting, setelah selesai mereka pun berjabat tangan.


Berbeda dengan Ayu dan Al. Mereka berdua hanya menangkupkan kedua tangan di depan dada.


"Wahh calon istri dan calon suami yang kompak!" ucap ketua klien.


"Terima kasih.." ucap Al dan Ayu bersamaan.


"Tuh kan kompak lagi!" goda ketua klien.


Setelah berjabat tangan, mereka pun keluar dari ruangan meeting.


Setelah keluar, mereka pun ke ruangan masing-masing.


Sedangkan Ayu harus ke ruangan Al atas permintaan Al sendiri.


Tok tok tok..


"Masuk!" ucap Al di dalam.


"Ada apa honey? Manggil saya ke sini?" tanya Ayu.


"Duduk di sini!" ucap Al sambil menunjuk.


"Aishhh kok di pangku sih honey? Kan saya sudah besar!" bantah Ayu.


"Sudah ke sini atau.." ucap Al terpotong.


"Iya iya.." ucap Ayu memotong ucapan Al.


Ayu pun dengan terpaksa duduk di pangkuan Al.


"Honey!! Aku bosan.. aku lanjut pekerjaan aku dulu ya honey.." ucap Ayu.


"Iya.. tapi di sini saja lanjut nya!" ucap Al.


"Tapi kan berkas-berkas yang harus ku urus ada di ruangan aku honey.." ucap Ayu.


"Ya sudah ambil dulu bee.. tapi ingat jangan sampai tidak ke sini lagi..!!" ucap Al.


"Oke.." ucap Ayu lalu ke ruangan nya untuk mengambil berkas-berkas yg harus di urus nya.


Setelah Ayu mengambil berkas-berkas yg harus di urus, ia pun ke ruangan Al.


Al langsung kaget melihat berkas-berkas yg di bawa Ayu.


Al tidak habis pikir, ia saja mengurus berkas-berkas yg di bawa Ayu sampai 1 minggu. Kenapa Ayu bisa dalam 1 hari? Itu lah pertanyaan yg masih ada di pikiran Al.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Maaf ya author hari ini cuma up 2 saja.. ini baru 1 ..


sebentar lagi 1 nya bakal ke up yaa.. di tunggu yaa..


jangan lupa tinggalkan like..