AMETHYST : Kekasih Drucless

AMETHYST : Kekasih Drucless
AKD - 31


 


 


 


-◎◎ Devitaa ◎◎-


 


 


Aku sedang membereskan buku-bukunya dan peralatan lainnya. Besok aku sudah mulai kuliah di tempat ini.


 


 


Aku melihat Rean yang sedang duduk memperhatikanku, tapi ada yang salah. Kedua matanya berwarna merah menyala. Sungguh menakutkan dan membuatku merinding. Seolah-olah dia sedang dikendalikan seseorang.


 


 


Aku mendekatinya dan mengguncangkan tubuhnya. "Rean, apa yang terjadi? Kau kenapa?"


 


 


Rean tidak menjawabku. Kedua mata merahnya menatap kosong. Aku sangat panik.


 


 


"Rean, Rean, Rean, katakan sesuatu." Aku menangkup wajahnya. Namun, pria itu malah jatuh tak sadarkan diri.


 


 


Aku segera menelepon dokter. Kebetulan papa memiliki kenalan seorang dokter di sini. Aku juga menyimpan nomornya.


 


 


Aku mengguncangkan tubuh Rean. "Rean, kumohon jangan seperti ini. Rean, bangun."


 


 


Beberapa menit kemudian, dokter yang baru saja aku telepon pun datang. Aku mempersilakannya masuk dan memintanya untuk memeriksa keadaan Rean.


 


 


Kulihat dokter menyorot iris mata Rean yang masih berwarna merah di bawah kelopak matanya.


 


 


"Aku jarang melihat ada kasus seperti ini. Aku juga tidak percaya ini, tapi tampaknya temanmu dihipnotis."


 


 


Deg!


 


 


Jantungku terasa nyeri mendengar ucapan dokter. Hipnotis? Bagaimana caranya agar Rean kembali sadar?


 


 


Aku menangis di sudut kamar sambil memeluk tubuhku sendiri. Di saat Rean seperti itu, aku tidak bisa melakukan apa pun untuk menolongnya.


 


 


Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?


 


 


Aku benar-benar khawatir sekarang.


 


 


Twisy menghampiriku sambil mengeong. Mungkin dia ingin snack-nya. Biasanya dia akan manja pada Rean, sekarang Rean tidak sadarkan diri.


 


 


Aku pun mengambil cemilan milikku dan memberikannya pada Twisy sambil menangis.


 


 


Apa Rean tidak akan mati, jika kubiarkan seperti itu?


 


 


Twisy melompat ke ranjang dan melelapkan kepalanya ke lengan Rean. Mungkin dia ingin Rean bangun lalu mengajaknya bermain seperti dulu.


 


 


"Amethyst."


 


 


Aku terhenyak mendengar suara asing perempuan yang tidak bisa kulihat wujudnya. Bulu kudukku langsung merinding.


 


 


Siapa yang berbicara?


 


 


"Amethyst."


 


 


 


 


"Kau ingin bertemu Rean? Kemarilah, selamatkan kekasihmu, hahahaha." Tawa mengerikan itu berasal dari lemari pakaian.


 


 


Itu mengingatkanku akan sesuatu. Rean pernah mengajakku ke perbatasan dunia drucless dengan cara masuk ke lemari. Apa mungkin, ini juga suara dari sana? Mungkinkah jiwa Rean terjebak di dunia drucless?


 


 


Apa aku berani pergi sendirian tanpa Rean?


 


 


Apa aku harus diam saja?


 


 


Dia pacarmu, Ta! Kau harus menyelamatkannya!


 


 


Kau tidak mau jomblo, kan?!


 


 


Ayo, Ta! Buktikan kalau manusia itu pemberani!


 


 


Seolah-olah aku sedang memberikan semangat pada diriku sendiri. Tapi, pada kenyataannya aku sangat takut.


 


 


Hingga pada akhirnya, aku harus memutuskan.


 


 


Aku mengambil cloth pet dan menggantungkannya ke leherku lalu memasukkan kucingku ke dalamnya. Hanya kepala Twisy yang muncul seperti bayi. Aku membawa ponsel dan pisau belati untuk berjaga-jaga.


 


 


Dengan sedikit keberanian, aku menarik knop pintu lemari. Aku bahkan tidak bisa menelan saliva, saking gugupnya.


 


 


Ketika lemari terbuka, aku terkejut merasakan hembusan angin yang kuat masuk ke kamarku dan menjatuhkan beberapa benda di meja. Twisy bersembunyi ke dalam cloth pet.


 


 


Yang kulihat di dalam lemari adalah hutan gelap yang menakutkan. Ada banyak pohon besar di sana.


 


 


Nyaliku kembali ciut. Namun, sesaat aku menoleh pada Rean yang terbaring di ranjang.


 


 


Di saat kebimbangan mengganggu pikiranku, muncul suara perempuan lain dalam kepalaku.


 


 


"Vita, hanya dia yang selalu memperhatikanmu selama ini. Dia yang bersamamu selama ini. Meskipun kau punya segalanya, Rean yang benar-benar selalu berada di sampingmu. Kau mendapatkan perhatian yang tidak didapatkan dari ayah dan ibumu."


 


 


Suara itu mirip sekali dengan suaraku. Apa itu adalah aku dari masa lalu?


 


 


"Dia yang sudah ratusan tahun menunggumu dan dia sudah berjanji untuk tidak menyentuhmu. Padahal dia mati-matian menahan hasratnya agar kau tidak terluka dengan sikapnya. Dia memang egois, tapi dia mencintaimu."


 


 


Baiklah... aku akan pergi.


 


 


Aku pun melawan arah angin dari hutan dalam lemari dan melangkah masuk ke sana.


 


 


Dunia drucless, aku datang untuk Rean.


 


 


-


 


 


19.09 : 6 Oktober 2019


Ucu Irna Marhamah