AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 13 (Revisi)


Ketika mereka sedang berbicara di aula pesta, mereka tidak tahu.


Bahwa ada sekelompok orang yang sudah memperhatikan mereka.



" Lama sekali mereka bicara, padahal kita sudah siap untuk menyerang calon ratu."



" Ssssst, brisik.....nanti mereka dengar!! " Tegur seorang perempuan.



" Hadehh....kapan kita akan bergerak ? " Tanya seorang laki-laki di atas.



" Mana ku tahu, kau tanya saja pada ketua."


Sekelompok orang itu, sedang meributkan kapan mereka akan menyerang Viona.


" Berisik sekali kalian!! " Seorang laki-laki dengan gagah maju, dia adalah ketua kelompok tersebut.



" Maaf ketua, tapi kapan kita akan menyerang? Ini terlalu lama, apa anda tahu di sini dingin!! " Celoteh laki-laki yang mengawasi di atas.


" Nikmati saja. " Jawab ketua ketus.


" Aku tidak kedinginan tuh." Celoteh seorang perempuan yang membawa busur panah dekat perapian.


" Cihhhh, sudah jelas kau akan hangat. Lihat saja di samping mu ada perapian!!! "


" Sudah jangan ribut, ayo kita mulai untuk menyerang." Ucapnya serius.


" Baik ketua!!" Serentak.


" Kau yang di atas, Jimmy!!"


" Ya ketua? " Jawab Jimmy.


" Lihat situasi lebih jelas, kau bisa melihat dari lampu gantung yang ada di aula pesta. Itu cukup kuat, dan pastikan kau tidak ketahuan!! " Ketua yang bernama Rezzef itu memberi strategi kepada anak buahnya satu persatu.


" Dan kau Helmi, pergi dari perapian itu. Kau akan ketempat yang dingin sekarang. " Dengan tegas Rezzef memberi perintah.


" Tidak ku sangka, aku memiliki ketua yang pendendam seperti sekarang. " Helmi bergumam.


" Brisik kau, apa kau mau uang makan mu aku potong!!! " Bentak Rezzef.


" Ti...tidak ketua, aku hanya bercanda." Jawab Helmi kikuk.


" Cepat lakukan!!! " Ucap Rezzef tegas.


" Baik ketua. " Jawab Helmi patuh.


" Dan kau berdua, Peter dan Silia, kalian berdua pindah ke atap, untuk melihat situasi dari atas. " Perintah Rezzef kepada dua anak buahnya.


" Baiik ketua!! " Jawab mereka berdua.


" Ayo mulai " Rezzef memberi perintah.


Semua anggota pergi sesuai strategi yang sudah di buat oleh Rezzef.


...----------------...


Aula pesta.


Rose terlihat lelah, dia pun memutuskan untuk berhenti membahas ini, dan mencari makanan.


" Lebih baik sekarang aku mencari makan, dari pada berdebat di sini. Yang mulia, jika itu mau mu maka lakukanlah, karena saya sudah tidak perduli lagi!! " Ucap Rose acuh.


Brayen tersenyum sinis dengan wajah kurang puas, sedangkan Rose, dia pergi dan mencari makanan di sekitarnya.


" Hmmmm, sepertinya Ratu sudah pergi. " Seorang laki-laki yang tergelantung di lampu gantung.



" Aku harus memberi kode kepada yang lainnya!! " Ucap Laki-laki tersebut.


Laki-laki itu memberi kode dengan cara, cermin di pantulkan ke arah cahaya, sehingga cahaya dari kaca yang di pantulkan mengarah ke luar.


" Aku sudah mendapat aba-aba dari Jimmy, sepertinya aku harus membidik sekarang." Di sisi lain helmi yang dari luar mencoba untuk membidik sasaran dengan panah.


...----------------...


" Viona? " Tanya Brayen.


" Hamba yang mulia ?" Jawab Viona sopan.


" Apa kau sudah melakukan apa yang ku suruh ?" Tanya Brayen.


" Sudah yang mulia, tapi apa ini tidak keterlaluan ? " Viona ragu.


" Tidak, ini tidak keterlalua sama sekali daripada membunuh adikku!! " Brayen berkata dengan rasa marah bercampur sedih.


" Baiklah yang mulia, apa yang harus saya lakukan selanjutnya ?" Tanya Viona.


" Kau jalan saja ke arah dia (ratu), semua sudah aku rencanakan. " Jawab Brayen singkat.


" Baiklah. " Ucap Viona mengerti.


Viona berjalan ke arah Rose sesuai dengan perintah Brayen.


" Apa aku harus menembak sekarang? " Helmi bertanya-tanya.


Jimmy turun ke arah helmi dan memberi perintah untuk memanah sekarang.


" Huh, untung saja tidak ketahuan. Kau sudah membidiknya? " Tanya Jimmy.


" Sudah, apa aku harus memanahnya sekarang ? "Tanya Helmi memastikan.


" Kalau begitu panah sekarang, ingat, kau harus memanah tepat sasaran, tepat pada yang di minta. "Jimmy menjawab.


" Diam, aku tahu." Tegur Helmi malas.


Helmi bersiap menarik busur panah miliknya.


" Sepertinya aku mendengar sesuatu, ketika aku di medan perang dulu. Ini persis seperti suara busur panah yang di tarik. " Rose yang sedang minum anggur, merasakan ada sesuatu yang mengganjal.


Dia akhirnya mencari tahu dan melihat sekeliling.


" Di mana itu? " Gumam Rose.


| Siapa itu!!!? | Batinnya.


Akhirnya Rose melihat Helmi di atas yang sedang menarik busur, busur itu di arahkan kepada Viona yang sedang berjalan menuju dirinya.


...----------------...


BERSAMBUNG..........